Berita Medan

Pertamax Resmi Naik Lagi, Pengendara Medan Keluhkan Beban Pengeluaran Bertambah

Kenaikan harga yang membuat Pertamax kini dibanderol Rp16.250 per liter tersebut langsung memicu berbagai keluhan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
KENAIKAN HARGA BBM NONSUBSIDI Petugas melayani pengisian BBM nonsubsidi jenis pertamax di SPBU Coco Putri Hijau, Medan, Rabu (10/6/2026). PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi pada 10 Juni untuk jenis Pertamax (RON 92) dari sebelumnya Rp 12.600 per liter menjadi Rp 16.650 per liter naik sebesar Rp 4.050. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Masyarakat dikejutkan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) pukul 00.00 WIB.

Kenaikan harga yang membuat Pertamax kini dibanderol Rp16.250 per liter tersebut langsung memicu berbagai keluhan dari masyarakat, terutama para pengguna setia BBM beroktan 92 itu.

Salah seorang pengendara sepeda motor, M Aditya Rangga, mengaku tidak mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax.

Ia baru mengetahuinya saat mengisi BBM di SPBU nomor 14.201.145 yang berada di Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

“Saya tadi tanya sama petugas, berapa harga Pertamax. DijawabRp16.650 per liter. Sempat kaget, tapi tetap ngisi Pertamax,” ujar Aditya kepada Tribun Medan, Rabu sore.

Aditya mengaku kendaraannya tidak cocok menggunakan Pertalite.

Menurutnya, performa mesin motornya menjadi kurang optimal apabila menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

“Mau pakai Pertalite enggak cocok motor saya. Suka brebet kalau pakai Pertalite, makanya harus isi Pertamax setiap hari,” ungkapnya.

Meski harga Pertamax mengalami kenaikan cukup tinggi, Aditya mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menggunakannya demi menjaga performa kendaraannya. Kondisi ini membuat pengeluaran bulanannya bertambah.

“Ya mau bagaimana lagi, terpaksa harus keluar uang lebih banyak,” katanya.

Untuk menghemat biaya, Aditya berencana menggunakan sepeda motor lain yang lebih irit untuk aktivitas sehari-hari.

“Kalau ke mana-mana nanti pakai Supra saja,” tuturnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan cukup panjang di terminal pengisian Pertalite.

Sejumlah pengendara rela mengantre demi mendapatkan BBM subsidi tersebut.

Di sisi lain, antrean di terminal Pertamax juga tampak ramai dipadati pengendara sepeda motor yang tetap memilih menggunakan BBM nonsubsidi meski harganya mengalami kenaikan.

(Cr9/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved