Berita Nasional

Tarian Nandak Ondel-Ondel Betawi Pecahkan Rekor MURI, Simbol Harmonisasi

Sebanyak 2.400 peserta dari Indonesia dan mancanegara memecahan Rekor MURI Semarak Nandak Ondel-Ondel Betawi untuk memeriahkan IICF ke-4 di Jakarta.

Editor: Array A Argus
Instagram @ondel.ondel.kembarbetawi
KESENIAN BETAWI- Ondel-ondel adalah bagian dari kesenian masyarakat Betawi yang masih ada hingga saat ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Tarian Nandak Ondel-Ondel Betawi yang diikuti 2.400 penari memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), Sabtu (25/10/2025).

Tarian Nandak Ondel-Ondel Betawi adalah sebuah tarian massal yang diinisiasi oleh Ikatan Abang None Jakarta pada tahun 2012 dan telah menjadi ciri khas budaya Jakarta. 

Tarian ini ditarikan secara serentak oleh banyak penari, yang dahulunya diikuti 300 penari.

Pada acara Indonesia International Culture Festival (IICF) ke-4 tahun 2025 di Ancol, ada 2.400 penari yang ikut serta.

Baca juga: Bandara Kediri Kembali Beroperasi, Super Air Jet Terbang 3 Kali Seminggu

Indonesia International Culture Festival (IICF) ke-4 adalah sebuah festival budaya internasional yang digelar di Ancol, Jakarta, pada tanggal 25-26 Oktober 2025 dengan tema "Harmoni Indonesia."

Festival ini menampilkan beragam pertunjukan budaya dari berbagai negara dan daerah, termasuk parade kostum tradisional, tarian, musik, dan keceriaan yang dapat dinikmati oleh pengunjung keluarga maupun sahabat.

Berkenaan dengan Tarian Nandak Ondel-Ondel Betawi yang memecahkan Rekor MURI itu, tampak para penari melakukan gerakan yang menggabungkan langkah-langkah tarian tradisional Betawi dengan harmoni gerak massal, diiringi musik instrumental Ondel-Ondel.

Puluhan orang yang tergabung dalam gerakan lawan Ahok mendatangi kediaman pribadi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015).
Puluhan orang yang tergabung dalam gerakan lawan Ahok mendatangi kediaman pribadi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015). (Tribunnews/Wahyu Aji)

Baca juga: Detik-detik Sopir Ambulans Mendadak Meninggal Usai Antar Jenazah, Dikenal Ringan Tangan

Kostum penari pria dan wanita khas Betawi dipakai lengkap dengan aksesoris tradisional seperti kembang kelapa berbentuk bando bagi penari wanita dan baju koko, ikat kepala, dan celana boim bagi pria.

Tari ini melambangkan semangat budaya Betawi yang dipertahankan dan diperkenalkan secara modern melalui gerakan kolektif yang dinamis dan indah.

Tarian ini juga menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan pelestarian budaya yang menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur mereka.

Nandak Ondel-Ondel tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ekspresi identitas dan semangat komunitas Betawi yang terus hidup dan berkembang.

Baca juga: Profil Heru Pambudi, Sekjen Kemenkeu Hartanya Mentereng Dibanding Purbaya, Ternyata Lulusan Inggris

Ondel-ondel Betawi

Masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang tinggal di Jakarta tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ondel-ondel Betawi.

Ondel-Ondel Betawi adalah boneka raksasa khas budaya Betawi yang menjadi simbol kota Jakarta.

Boneka ini biasanya dipersembahkan berpasangan laki-laki dan perempuan, dengan ukuran sekitar 2,5 meter dan terbuat dari anyaman bambu yang dibalut kain atau pakaian tradisional Betawi.

Baca juga: 4 Tahun Menderita Stroke, Tukul Arwana Senang Dijenguk Vega saat Ultah, Bangga Punya Anak Berbakti

Ondel-Ondel dianggap sebagai bagian integral budaya Betawi dan sering tampil dalam berbagai acara seperti pesta rakyat, perayaan adat, penyambutan tamu, serta festival budaya.

Secara historis, ondol-ondel berasal dari tradisi yang sudah ada sebelum abad ke-17 dan awalnya digunakan dalam upacara adat sebagai media tolak bala untuk mengusir roh jahat dan penyakit.

Wajah laki-laki berwarna merah melambangkan kejahatan yang dikendalikan, sementara wajah perempuan berwarna putih melambangkan kebaikan, mencerminkan keseimbangan kekuatan baik dan jahat.

Baca juga: SOSOK Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, Putra Asal Manado Kini Jabat Komandan Pusterad

Selain berfungsi sebagai hiburan, ondol-ondel juga memiliki nilai filosofis dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Betawi, melambangkan keharmonisan, keseimbangan, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Dalam perkembangan modern, ondol-ondel tetap dipertahankan sebagai ikon budaya Jakarta dan menjadi objek wisata budaya yang penting.

Namun, tantangan seperti pengurangan minat generasi muda dan penyalahgunaan dalam bentuk pertunjukan yang tidak sesuai kaidah terus dihadapi untuk menjaga kelestariannya.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved