Berita Nasional
Peringatan Dini BMKG, Catat Daftar Sejumlah Wilayah Berpotensi Terdampak Siklon Tropis Jelang Nataru
Peringatan dini tersebut dikeluarkan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika dalam rapat kordinasi
TRIBUN-MEDAN.com - Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bibit siklon hingga siklon tropis selama periode Natal dan Tahan Baru (Nataru) 2025-2026.
Peringatan dini tersebut dikeluarkan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika dalam rapat kordinasi dan Daerah yang dihadiri seluruh kepala daerah secara Hybrid pada Senin (1/12/2025).
Melansir dari Tribunnews.com, Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa periode musim hujan November–April merupakan masa tumbuhnya bibit siklon tropis di selatan Indonesia.
“Wilayah yang perlu kita waspadai terhadap tumbuhnya bibit siklon dan menjadi siklon yaitu Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Bali, NTB, NTT, Maluku, serta Papua Selatan dan Tengah,” ujar Faisal.
Ia menegaskan bahwa siklon tak selalu terbentuk. Namun, bibit siklon yang muncul dapat berkembang menjadi fenomena dewasa dan memicu hujan ekstrem maupun angin kencang.
“Kadang kala bibit siklon ini muncul kemudian hilang, tapi dalam beberapa kasus dia muncul kemudian berkembang menjadi dewasa yang kita sebut jadi siklon,” katanya.
Faisal juga mengingatkan bahwa sejumlah kejadian sebelumnya seperti Siklon Seroja yang terjadi NTT pada 2021, Siklon Cempaka 2017 hingga Siklon Senyar di Selat Malaka yang menjadi bukti bahwa Indonesia tidak lagi sepenuhnya aman dari badai tropis.
BMKG meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memantau peringatan dini hingga 8 hari sebelum pembentukan siklon.
Posko-posko pemantauan cuaca juga sudah diaktifkan di tingkat pusat, provinsi, hingga bandara dan pelabuhan.
“Mohon kita mulai sekarang bersiap-siap bahwa Indonesia tidak lagi menjadi negara yang aman terhadap terjadinya siklon tropis,” tegasnya.
Dalam paparannya, Faisal menyebutkan bibit siklon diprediksi mulai tumbuh di wilayah selatan Indonesia pada periode Nataru.
Nantinya, dampaknya bisa bersifat langsung maupun tidak langsung terhadap daerah di sekitarnya.
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Alasan Pemerintah Bakal Bangun Tempat Latihan Perang Taraf Internasional di Morotai |
|
|---|
| Menku Purbaya Ungkap 3 Skenario Pahit Buat Ekonomi RI Imbas Selat Hormuz Terganggu |
|
|---|
| Ikuti Jejak Eggy Sudjana, Rismon Sianipar Ajukan RJ, Akui Ada Temuan Baru Soal Ijazah Jokowi |
|
|---|
| Profil Japto Soerjosoemarno, Ketua Pemuda Pancasila yang Diperiksa KPK Terima Setoran Tambang |
|
|---|
| Jadwal KPK Periksa Yaqut Cholil Sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji 2023-2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Curah-hujan-yang-tinggi-menyebabkan-volume-air-Sungai.jpg)