Perang AS dan Israel vs Iran
Dirumorkan Tewas, PM Israel Benjamin Netanyahu Muncul ke Publik, Tebar Ancaman ke Mojtaba Khamenei
Setelah dirumorkan terluka parah hingga tewas akibat serangan rudal, PM Israel Benjamin Netanyahu kini muncul ke publik.
TRIBUN-MEDAN.com - Setelah sempat dirumorkan terluka parah hingga tewas akibat serangan rudal, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kini muncul ke publik.
Rumor mengejutkan itu muncul dari Kantor Berita Tasnim di Teheran dan langsung memicu spekulasi luas di media internasional.
Namun, kabar terbaru dilansir dari The Guardian, Kamis (12/3/2026) waktu setempat, Benjamin Netanyahu menggelar konferensi pers.
Ini menjadi konpres pertama Netanyahu sejak dimulainya perang bersama dengan AS terhadap Iran.
Dalam pernyataannya sebagaimana dilansir dari The Guardian, Kamis (12/3/2026) waktu setempat, Netanyahu menebar ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.
Selain itu, Netanyahu juga memberi peringatan keras terhadap pemimpin Hizbullah Naim Qassem.
Pernyataan itu disampaikan ketika Netanyahu ditanya tentang tindakan apa yang mungkin diambil Israel terhadap Ayatollah Mojtaba Khamenei dari Iran dan pemimpin Hezbollah Naim Qassem.
Netanyahu beri sinyal bahwa pemimpin Iran tidak akan mendapatkan "jaminan keselamatan" dari Israel.
"Saya tidak akan memberikan asuransi jiwa kepada para pemimpin organisasi radikal," ucap Netanyahu.
Meski begitu, Netanyahu enggan memberi tahu secara rinci langkah apa yang akan diambil Israel ke depan.
"Saya tidak bermaksud memberikan pesan yang pasti di sini mengenai apa yang sedang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," kata Netanyahu.
Ia pun secara terang-terangan melontarkan kritik tajam terhadap Mojtaba Khamenei.
Netanyahu menyebut Mojtaba Khamenei sebagai “boneka" Pasukan Garda Revolusi.
Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei memegang jabatan sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Putra kedua Ali Khamenei ditunjuk oleh Majelis Ahli Iran tak lama setelah ayahnya wafat di tengah eskalasi militer AS-Iran yang pecah akhir Februari lalu.
Mengutip dari Al Jazeera, Minggu (8/3/2026), Mojtaba Khamenei merupakan figur yang disebut cenderung 'low profile', meski namanya telah lama terdengar sebagai sosok potensial di elit teokratis.
Tak sedikit warga Iran yang belum pernah mendengar suaranya. Mojtaba Khamenei tidak muncul untuk memberikan ceramah publik, khotbah Jumat, atau pidato politik.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir namanya memang sering disebut sebagai calon pengganti ayahnya.
Peringatan ke Hizbullah
Selain itu, Netanyahu juga melontarkan peringatan terhadap Hizbullah.
Pemimpin Israel itu menyatakan akan terus menyerang Hizbullah.
Netanyahu menuntut harga yang mahal atas serangan yang terjadi awal Maret ke Israel.
"Kami akan menuntut harga yang mahal dari Hizbullah, dan lebih baik bagi pemerintah Lebanon untuk bergerak lebih dulu dan ikut serta dalam langkah ini," kata Netanyahu.
Hingga kini, eskalasi konflik di Timur Tengah masih memanas sejak AS-Israel meluncurkan serangannya terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Di tengah serangan udara yang sudah berlangsung hampir dua pekan tersebut, Netanyahu mengatakan bahwa Iran “tidak lagi sama”.
Menurutnya, operasi militer terhadap Iran mampu memukul dua pilar utama pertahanan rezim Iran, yakni Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan pasukan paramiliter Basij.
Ia juga menyinggung bahwa beberapa serangan Israel telah menewaskan ilmuwan nuklir Iran terkemuka.
Netanyahu juga menyebut bahwa Israel bertujuan untuk menghentikan Iran memindahkan proyek nuklir dan balistiknya ke bawah tanah.
Dalam pandangannya, Teheran dan Hizbullah tidak lagi menimbulkan ancaman yang sama seperti dulu.
Lebih lanjut, Netanyahu mengulang pernyataan bahwa operasi militer tersebut dapat membuka peluang terjadinya perubahan rezim.
Namun, PM Israel menegaskan perubahan kepemimpinan di Iran pada akhirnya bergantung pada rakyat Iran sendiri.
"Pada akhirnya, itu tergantung pada kalian. Itu ada di tangan kalian,” katanya.
Sementara itu, Netanyahu turut menambahkan bahwa dirinya dan Presiden AS Donald Trump menjalin komunikasi setiap hari. (*)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
perang AS dan Israel vs Iran
perang Iran terkini
Perang Israel Iran
perang Amerika terkini
Iran Vs Israel
| Di Tengah Protes Keras Iran soal Blokade AS, Trump Malah Tambah Kapal Induk di Timur Tengah |
|
|---|
| Respons Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu, Tapi Tetap Blokade Pelabuhan |
|
|---|
| Masa Gencatan Senjata Berakhir Besok, Trump Sebut Tidak Akan Cabut Blokade Pelabuhan Iran |
|
|---|
| Kapal Kargo Iran Gagal Tembus Blokade AS, Ditembaki Meriam dan Disita |
|
|---|
| TERBARU Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Tuding AS Melanggar Janji Negosiasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahus.jpg)