Makan Bergizi Gratis
SPPG di Citamiang Sukabumi Ditutup Sementara, Imbas Temuan Bangkai Cicak di Menu MBG
Menu MBG untuk siswa SD di wilayah Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, sempat viral di media sosial (medsos).
TRIBUN-MEDAN.com - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, sempat viral di media sosial (medsos).
Para wali murid SDN CBM Pakujajar, Kecamatan Citamiang, menilai menu MBG yang diberikan tidak layak konsumsi, seperti buah yang tidak lagi segar hingga adanya bangkai cicak di makanan yang disajikan kepada siswa.
Imbas temuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya menghentikan sementara operasional dapur MBG di wilayah Citamiang.
Penghentian tersebut tertuang dalam surat bernomor 1025/D.TWS/03/2026 yang diterbitkan pada Kamis, 19 Maret 2026.
Dalam surat itu disebutkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citamiang belum memenuhi standar kelayakan, khususnya dalam penyajian makanan kepada penerima manfaat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai risiko, mulai dari kualitas produksi, mutu kandungan gizi, hingga aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Kasatgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, membenarkan adanya penghentian operasional sementara tersebut.
“Betul, diberhentikan operasional sementara,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa keputusan ini harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG.
“Ini menjadi pembelajaran bagi semua SPPG, mitra, dan yayasan agar tetap menjaga amanah demi suksesnya program MBG,” katanya.
Baca juga: Rezim Prabowo Ogah Potong Anggaran MBG dan Kopdes di Tengah Ancaman Defisit APBN
Di sisi lain, polemik ini juga memunculkan isu dugaan keterkaitan dapur SPPG dengan Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Djuanda.
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyebut berdasarkan informasi sementara dapur tersebut diduga milik Wawan.
Namun, Wawan Djuanda membantah keterlibatannya sebagai pemilik maupun mitra.
Ia menegaskan dapur tersebut dimiliki oleh Ernawati dan Agus Juniar, sementara dirinya hanya memiliki hubungan pertemanan dan sempat membantu pada tahap awal program.
“Sebatas pertemanan saja, termasuk membantu dalam mencari penerima manfaat di awal program,” ujarnya.
Wawan juga menegaskan tidak terlibat sebagai investor, meski mengakui pernah memberikan bantuan finansial dalam bentuk pinjaman kepada pihak mitra.
Dalam surat BGN disebutkan, penghentian operasional berlaku sejak tanggal diterbitkan.
Dapur SPPG Citamiang baru dapat kembali beroperasi setelah dilakukan perbaikan serta verifikasi ulang. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id
| Anggaran BGN Sudah Habis Rp75 Triliun hingga April, Menkeu Purbaya: Jangan Menyalahkan MBG Lagi! |
|
|---|
| Nasihat Pigai Saat Jenguk Siswa Keracunan MBG, 'Sekolah yang Rajin Supaya Jadi Menteri Seperti Saya' |
|
|---|
| Tanggapan BGN Setelah Ratusan Siswa dari 12 Sekolah Keracunan MBG di Surabaya |
|
|---|
| 500 Siswa Keracunan MBG di Klaten, SPPG Ditutup Sementara, Ditemukan Bakteri Bacillus SP dan E Coli |
|
|---|
| Ratusan Siswa SD di Jakarta Timur Diduga Keracunan Usai Santap Pangsit Tahu MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/MENU-MBG-Tangkap-layar-video-temuan-cacing-dalam-menu-MBG.jpg)