Berita Viral

Cinta Segitiga Berujung Maut, Istri Berbagi Kasih dengan Pria Lain di FB, Chat Rindu dan Bertemu

Sebuah kisah cinta segitiga di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, berakhir dengan tragedi berdarah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Tribunsumsel.com/Sahri Romadhon
PELAKU PEMBUNUHAN: Idham Dermawan (35) tersangka pelaku pembunuhan berencana di Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo, Empat Lawang, Sumatera Selatan, saat dihadirkan di Polres Empat Lawang, Jumat (29/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tragedi cinta segitiga di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, berakhir dengan maut.

Kasus ini melibatkan Idham Dermawan (35), istrinya Pipin Desmini, dan korban Agmi (35). 

Polisi menyebut kecemburuan menjadi pemicu utama, setelah pelaku menduga istrinya menjalin komunikasi intens dengan korban melalui Facebook Messenger.

Idham mulai curiga ketika melihat istrinya kerap sibuk dengan ponsel.

Ia mencoba membuka percakapan antara Pipin dan Agmi, namun terhalang sistem keamanan/PIN aplikasi. 

Pipin mengaku tidak mengetahui PIN pengaman tersebut. Kecurigaan semakin memuncak.

Akhirnya Idham sendiri mengirim pesan kepada Agmi menggunakan ponsel istrinya.

Tak lama, Agmi menelepon Pipin dan mengaku ingin datang ke rumah karena rindu. 

Bahkan, korban sempat melakukan panggilan video yang diangkat Pipin atas perintah Idham.

Dari sinilah, pelaku mulai merencanakan aksi yang berujung maut.

Malam Berdarah di Desa Gunung Meraksa Lama

Pada Kamis (28/5/2026), Idham memancing Agmi datang ke rumahnya.

Pipin diminta membuka pintu belakang dapur.

Begitu masuk, korban langsung diserang dengan tombak.

Agmi sempat melawan dengan senjata tajam miliknya.

Namun, Idham lebih dulu menikam tubuhnya berkali-kali dengan pisau.

Korban tewas di tempat dengan luka parah.

Darah bercecarah di lokasi kejadian.

Setelah memastikan nyawa Agmi melayang, Idham melarikan diri ke arah Kota Lubuklinggau.

Penyerahan Diri dan Motif

Keesokan harinya, polisi berhasil membujuk keluarga pelaku agar menyerahkannya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah aksi balas dendam dari keluarga korban.

Idham akhirnya menyerahkan diri ke Polres Empat Lawang.

Menurut Kabag Ops Polres Empat Lawang, Kompol Nusirwan, motif pembunuhan ini jelas, karena kecemburuan.

Pelaku merasa istrinya menjalin kedekatan dengan korban.

Sehingga, pelaku memancingnya datang, lalu menghabisi nyawanya dengan senjata tajam.

Sudah Berteman Akrab

Pelaku dan korban ternyata sudah sempat berteman akrab. Hal tersebut disampaikan oleh pelaku Idham Dermawan (35) saat diwawancarai wartawan di Polres Empat Lawang, Jumat (29/5/2026).

Ia mengakui jika dirinya kenal dan dekat dengan korban Agmi (35) sejak berteman dari Facebook.  “Kenal malah dekat dia itu teman saya sudah dari lama, pernah tidur di rumah,” katanya.

Saat ditanyakan apakah dia menyesal karena telah membunuh temannya, ia mengaku menyesal akan tetapi ada rasa puas hati. “Puas hari karena tidak ada lagi rasa penasaran, tapi saya mengakui jika saya salah membunuh itu salah, tidak sengaja saya melakukan itu,” ucapnya.

PELAKU PEMBUNUHAN Idham Dermawan
PELAKU PEMBUNUHAN: Idham Dermawan (35) tersangka pelaku pembunuhan berencana di Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo, Empat Lawang, Sumatera Selatan, saat dihadirkan di Polres Empat Lawang, Jumat (29/5/2026).

Fakta-fakta dan Kronologi Cinta Segitiga di Empat Lawang Berujung Maut

Kasus cinta segitiga yang berujung pada pembunuhan di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, berawal dari kecemburuan dan kecurigaan pelaku terhadap komunikasi istrinya dengan korban melalui aplikasi Facebook Messenger.

  • Kecurigaan pelaku muncul ketika Idham menduga istrinya sering bertukar pesan dengan Agmi.
  • Ia sempat mengambil handphone istrinya untuk membuka percakapan, namun gagal karena aplikasi meminta PIN keamanan.
  • Pipin mengaku tidak mengetahui PIN tersebut, sehingga pelaku tidak bisa mengakses isi chat.
  • Idham kemudian mengirim pesan kepada Agmi menggunakan handphone istrinya.
  • Tak lama, Agmi menelepon Pipin dan mengaku ingin datang ke rumah karena rindu.
  • Bahkan, korban sempat melakukan panggilan video yang diangkat Pipin atas perintah Idham.
  • Setelah itu, pelaku memancing korban agar segera datang ke rumahnya di Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo.
  • Saat korban tiba, Pipin diminta membuka pintu belakang dapur.
  • Begitu masuk, Agmi langsung ditombak oleh Idham.
  • Korban sempat melawan dengan senjata tajam miliknya, tetapi Idham lebih dulu menikam tubuh korban berkali-kali dengan pisau.
  • Setelah memastikan korban tewas, pelaku melarikan diri ke Kota Lubuklinggau.
  • Keesokan harinya, polisi berhasil membujuk keluarga pelaku agar menyerahkannya.
  • Hal ini dilakukan untuk mencegah aksi balas dendam dari keluarga korban.
  • Idham akhirnya menyerahkan diri dan ditahan oleh Polres Empat Lawang.
  • Menurut Kabag Ops Polres Empat Lawang, Kompol Nusirwan, motif pembunuhan ini jelas: kecemburuan dan kecurigaan terhadap hubungan istrinya dengan korban.
  • Pelaku sengaja memancing korban datang dengan menggunakan handphone istrinya, lalu menyiapkan senjata berupa tombak dan pisau untuk menghabisi nyawa Agmi.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved