Berita Viral

CURHAT Prabowo Begitu Sedih Terpaksa Copot Dadan Hindayana Cs: Saya Sangat Sayang Mereka

Prabowo mengaku begitu sedih setelah mencopot eks pejabat BGN yakni Dadan Hindayana dan dua wakilnya. Ia juga mengaku begitu sayang kepada keiganya

Tayang:
TRIBUNNEWS/Jeprima
KORUPSI MBG - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengenakan rompi merah muda saat meninggalkan Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026) 

TRIBUN-MEDAN.COM – Curhat Presiden Prabowo yang mengaku sedih setelah copot Dadan Hindayana Cs.

Prabowo mengaku begitu sedih setelah mencopot eks pejabat BGN yakni Dadan Hindayana dan dua wakilnya.

Ia juga mengaku begitu sayang pada  ketiganya.

Dalam sebuah acara yang dihadiri ribuan penggerak MBG di Sentul, Bogor, Prabowo mengaku keputusan mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) bukanlah langkah yang mudah.

Di balik ketegasan pemerintah memberantas dugaan penyimpangan dalam program strategis nasional tersebut, tersimpan rasa kecewa dan kesedihan mendalam dari seorang presiden yang merasa harus berpisah dengan orang-orang yang selama ini ia percaya untuk menjalankan amanah negara.

Pernyataan itu disampaikan setelah mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Baca juga: Menjadi Chef dengan Visa Kunjungan, Imigrasi Medan Deportasi WN Pakistan

Saat berdiri di hadapan sekitar 12.000 penggerak Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo tidak menutupi perasaan yang sedang dirasakannya.

Ia mengakui bahwa keputusan mencopot para pimpinan BGN merupakan salah satu keputusan berat yang harus diambil sebagai kepala negara.


Menurut Prabowo, orang-orang yang kini harus diberhentikan dari jabatannya adalah sosok yang selama ini ia percaya dan ia beri tanggung jawab besar untuk menjalankan program penting bagi bangsa.

"Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih.

Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara, yang sangat berat," ujar Prabowo di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa keputusan yang diambil pemerintah bukan semata-mata persoalan administratif, tetapi juga menyangkut hubungan kepercayaan yang selama ini telah dibangun dalam menjalankan tugas negara.

 

Baca juga: AKHIRNYA Menantu Akui Kirim Sate Diduga Tewaskan Mertua di Boyolali dan Tinggal Tunggu Hasil Autopsi


Meski mengaku sedih, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin terlalu jauh memberikan komentar mengenai kasus hukum yang kini menjerat Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

Ia memilih menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan seluruh penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Presiden juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi atau mempengaruhi jalannya proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

Baginya, hukum harus berjalan secara independen dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat.

UCAPAN Lama Dadan Hindayana, Dulu Pastikan MBG tak akan Jadi Ladang Korupsi, Ternyata Jadi Pelaku

Dulu Dadan menyebut tak bakal ada korupsi di MBG, ternyata jadi pelaku.

Diberitakan sebelumnya, Dadan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung pada Rabu (3/6/2026) kemarin bersama dengan dua mantan pejabat lainnya yakni eks Wakil BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Penangkapan Dadan itu dilakukan usai ia dicopot dari jabatannya sebagai  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Dadan ditetapkan sebagai tersangka karena dirinya diduga mengatur proses verifikasi pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca juga: MENKEU Purbaya Terkejut Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG: Sudah Ya? Kasihan Amat

SPPG tersebut justru berasal dari yayasan yang terafiliasi dengan Dadan dkk.

Padahal, seharusnya, yayasan yang dimaksud dikelola oleh setiap sekolah.

"Bahwa program MBG tersebut seharusnya dikelola oleh yayasan-yayasan pada setiap sekolah, namun pada faktanya yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG merupakan yayasan dan dijadikan sarana untuk kejahatan dan terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman, dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu malam.

Di sisi lain, penetapan tersangka khususnya terhadap Dadan menimbulkan ironi.

Sebelumnya Dadan pernah menyampaikan bahwa program MBG ini tidak akan menjadi ladang korupsi.

Pernyataannya ini disampaikannya pada 5 Agustus 2024 lalu atau dua pekan sebelum dilantik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sebagai Kepala BGN. 

Dadan dilantik Jokowi pada 19 Agustus 2024 di Istana Negara, Jakarta.

Selengkapnya berikut pernyataan Dadan soal tidak mungkinnya program MBG menjadi ladang untuk korupsi.

Dadan meyakini bahwa program MBG tidak mungkin menjadi lahan korupsi bagi siapapun. Keyakinannya ini mengacu pada sistem pelaksanaan hingga pengawasan yang diklaimnya telah dilakukan secara ketat.

Hal itu mengacu pada proses pembayaran dari BGN ke pengelola SPPG atau dapur MBG melalui virtual account.

Selain itu, Dadan juga menyatakan pengadaan harus disepakati dua pihak yaitu BGN dan mitra pelaksanaan MBG.

"Nggak mungkin ada korupsi di Makan Bergizi (Gratis), karena kita sudah bikin virtual account. Virtual account harus ditandatangani oleh berdua, oleh mitra dan oleh Badan Gizi," ungkap Dadan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, pada 5 Agustus 2024 lalu.

Tak cuma itu, Dadan juga menjelaskan terkait biaya operasional soal bahan baku menu MBG yang bersifat add cost, serta insentif yang boleh di-mark up.

Dirinya juga mengingatkan proses belanja bahan baku wajib mengacu pada referensi harga pasar.

"Jadi ada beberapa SPPG yang coba mitranya membuat mark up, itu dalam waktu sebentar saja langsung kita ketahui, dan sudah langsung diaudit oleh BPKP dan harus mengembalikan uangnya," ujarnya.

Dadan kembali menegaskan bahwa dana MBG tidak disimpan dalam rekening BGN, tetapi dikirimkan langsung oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke virtual account SPPG.

Dengan cara seperti itu, dia mengeklaim proses aliran dana tidak bakal bisa dikorupsi.

*tribun-medan.com

sebagian artikel ini telah tayang di Tribuntrends

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved