Berita Nasional
Dikritik Terlalu Sering ke Luar Negeri, Prabowo: Pasti Ada Saja yang Nyinyir
Menurut Prabowo, apa pun yang dilakukan seorang presiden akan selalu mendapat komentar dari berbagai pihak.
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut dirinya terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri.
Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Munas XVIII Hipmi di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Menurut Prabowo, apa pun yang dilakukan seorang presiden akan selalu mendapat komentar dari berbagai pihak.
Prabowo mencontohkan saat Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang lebih sering turun menyapa rakyat dan jarang melakukan kunjungan luar negeri, tetap ada yang mengkritik.
Sebaliknya, ketika dirinya aktif melakukan kunjungan ke sejumlah negara, kritik serupa juga masih muncul.
"Jadi ada presiden seperti Pak Jokowi yang jarang keluar negeri turun menyala rakyat disalahkan. Saya sering ke luar negeri juga disalahkan ada saja yang nyinyir," kata Prabowo.
Prabowo menilai kritik maupun komentar miring merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan politik.
Menurutnya, pasti akan selalu ada pihak yang "nyinyir" terhadap setiap kebijakan maupun aktivitas presiden.
Meski demikian, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut dan memilih tetap fokus bekerja untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.
"Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan. Tapi tidak ada masalah. Noise selalu ada. Yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin bekerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia, saya tidak ragu-ragu. Saya siap mati untuk bangsa ini," tegas Prabowo.
Prabowo menjelaskan, kunjungan ke luar negeri yang dilakukannya merupakan bagian dari upaya menjalankan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.
Menurutnya, Indonesia harus menjalin hubungan baik dengan semua negara tanpa memihak blok mana pun.
"Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," ujarnya.
Dia juga merasa beruntung karena telah mewarisi Indonesia yang diterima semua negara.
"Saya diundang ke Amerika, ke India, ke China. Saya akrab sama semua pemimpin negara luar. Hari ini Indonesia paling aman. Banyak negara kaya tapi dalam kondisi perang. Kita masih damai," tutur Prabowo lagi.
Presiden Sudah 49 kali ke Luar Negeri
Seperti diketahui, Dino Patti Djalal sempat memberikan kritikan pada Presiden Prabowo yang dinilainya terlalu sering melakukan kunjungan luar negeri.
Dalam masa jabatan Prabowo yang baru 1,5 tahun sebagai presiden, ia tercatat sudah melakukan kunjungan kerja luar negeri sebanyak 49 kali.
Dari 49 kunjungan luar negeri tersebut, terdapat 28 negara yang menjadi tujuan Prabowo yang bahkan didatangi lebih dari sekali sehingga total durasi kunjungan ke luar negeri tersebut mencapai akumulasi sekitar 95 hari.
Menurut Dino perjalanan dinas seorang kepala negara memakan biaya yang sangat fantastis.
Anggaran ini mencakup banyak hal, mulai dari tim pendahulu (advance), sewa pesawat, hotel, logistik, konsumsi, pengamanan, hingga uang harian delegasi.
Bahkan kunjungan luar negeri presiden itu bisa menghabiskan anggaran puluhan hingga ratusan miliar.
"Satu perjalanan ke luar negeri, bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," ungkap Dino dalam video unggahannya.
Kritikan Dino Patti Djalal itu kemudian ditanggapi Teddy dengan penegasan bahwa Prabowo berkomitmen penuh untuk menggunakan dana pribadi jika terdapat pengeluaran yang melebihi pagu anggaran negara.
"Jadi yang pertama masalah biaya bila ke luar negeri ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy, dalam keterangan videonya yang diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).
Agenda ke Rusia Lagi
Presiden RI, Prabowo Subianto, kembali agendakan kunjungan ke luar negeri ke Rusia pada Rabu (17/6/2026) pekan depan.
Keberangkatan kali ini difokuskan untuk mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) peringatan kerja sama ASEAN-Rusia yang diselenggarakan di kota Kazan.
Lawatan ini menjadi sorotan mengingat Prabowo baru saja merampungkan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow hanya dalam jeda waktu dua bulan sebelumnya.
Kepastian mengenai jadwal lawatan Prabowo itu dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026).
"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya tanggal 17," ujar Havas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Ajang di Kazan nanti tidak hanya dihadiri oleh Prabowo.
Akan tetapi nantinya juga akan mempertemukan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara secara langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Meski tanggal dan lokasi sudah dikunci, Havas mengaku masih meramu rincian kegiatan Presiden selama berada di sana.
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Majalah di Inggris Kritik Tajam Pemerintahan Prabowo, Demokrasi dan Ekonomi Potensi Berisiko |
|
|---|
| Prabowo Agendakan Kunker ke Luar Negeri Lagi Pekan Depan, Bertemu Putin Wakili KTT ASEAN-Rusia |
|
|---|
| Minta Kejagung Jelaskan Alasan Tak Periksa Nanik, Mahfud MD: Bisa Jadi Terlibat, Tapi Diselamatkan |
|
|---|
| Dipanggil Prabowo ke Istana, Chatib Basri dan Budi Gunadi Bantah Isu Gantikan Purbaya Jadi Menkeu |
|
|---|
| Alasan Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax Rp 16.250 per 10 Juni 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Prabowo-soal-copo-dandan-bgn.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.