Berita Viral
UCAPAN AKBP Adri Desas Hadapi Bus Mahasiswa UI, Sebut Pendemo Keras Kepala: Silakan Tabrak Kami
Ia menegaskan tidak akan mundur selangkah pun dan siap menanggung risiko fisik di jalur jalan tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com - Ucapan AKBP Adri Desas Hadapi bus mahasiswa Universitas Indonesia (UI).
AKBP Adri Desas sebut pendemo keras kepala.
Bus rombongan mahasiswa UI sempat tertahan di depan Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Hamil 7 Bulan, Wanita Tak Sengaja Temukan Bukti Perselingkuhan Suami saat Nginap di Rumah Sahabatnya
Langkah mereka menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) diadang oleh Kabag Perencanaan Polres Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto.
Dalam ketegangan itu, Adri melontarkan kalimat menohok dengan menyebut mahasiswa keras kepala.
Ia bahkan menyatakan siap ditabrak jika bus dipaksa melintas.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Gundaling Berastagi yang Dipopulerkan oleh Hendri Ginting
Aparat kepolisian menghentikan laju bus rombongan mahasiswa UI bukan tanpa alasan.
AKBP Adri Desas Furyanto menegaskan bahwa Bundaran HI steril dari kegiatan unjuk rasa.
Kawasan tersebut merupakan jalan penghubung yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat luas.
Baca juga: Tolak Berhubungan saat Hamil, Istri Syok Suami Diam-diam Jalin Hubungan Terlarang dengan Wanita Lain
Menurut Adri, pihaknya sudah menyampaikan larangan itu sejak awal.
Polisi meminta massa untuk menyampaikan aspirasi di lokasi yang sudah ditentukan.
Lokasi yang dialokasikan adalah di depan Gedung DPR/MPR serta kawasan Patung Kuda.
Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan oleh rombongan mahasiswa.
"Semua massa kalian yang akan menyampaikan pendapat akan dialokasikan di DPR ini untuk melaksanakan upaya penyampaian pendapat," kata Adri di lokasi, Jumat (12/6/2026).
Pihak kepolisian tetap berdiri tegak menutup akses jalan. Adri menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga kelancaran lalu lintas publik di ibu kota.
"Bundaran HI dilarang, itu jalan penghubung masyarakat. Jadi kami tidak mengizinkan untuk melaksanakan demo di sana," ucap Adri lagi.
Perdebatan antara petugas dan mahasiswa tidak dapat dihindarkan.
Rombongan mahasiswa tetap bersikeras agar bus mereka diizinkan melintas menuju titik aksi semula.
Melihat sikap tersebut, Adri menilai para mahasiswa tidak mau bekerja sama dengan petugas yang berjaga.
Baca juga: Tolak Berhubungan saat Hamil, Istri Syok Suami Diam-diam Jalin Hubungan Terlarang dengan Wanita Lain
"Sebetulnya komunikasi kalian sama anggota sudah mulai awal, cuma kalian yang keras kepala," ujar Adri di hadapan para pendemo.
Situasi di depan Kompleks Parlemen sempat memanas ketika bus tetap mencoba merangsek maju.
Adri yang mengawal langsung pengamanan itu langsung mengeluarkan tantangan keras.
Ia menegaskan tidak akan mundur selangkah pun dan siap menanggung risiko fisik di jalur jalan tersebut.
"Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak kami. Kalau kalian ke titik sini (demo di DPR), tidak akan dihalangi," tegas Adri.
Siapa Sebenarnya AKBP Adri Desas Furyanto?
Sikap tegas yang ditunjukkan Adri di lapangan membuat publik penasaran dengan rekam jejaknya.
AKBP Adri Desas Furyanto merupakan seorang perwira menengah kepolisian yang memiliki latar belakang pendidikan hukum yang kuat.
Ia memiliki dua gelar akademik di belakang namanya, yaitu Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.).
Adri merupakan lulusan dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK/STIK).
Berkat keahlian hukumnya, ia sering diundang menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan edukasi.
Pada 19 November 2021, Adri pernah menjadi pembicara dalam program Harmoni Hukum untuk mengupas masalah pinjaman online.
Selain itu, pada Juli 2022, ia diundang oleh DPC Peradi Jakarta Barat dalam talkshow mengenai mekanisme penyelesaian perkara melalui keadilan restoratif (restorative justice).
Sebelum menjabat sebagai Kabag Perencanaan Polres Jakarta Pusat, Adri sempat memegang beberapa tongkat komando di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Saat masih berpangkat Kompol, ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah itu, ia digeser menjadi Kapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat.
Baca juga: Tolak Berhubungan saat Hamil, Istri Syok Suami Diam-diam Jalin Hubungan Terlarang dengan Wanita Lain
Adri juga pernah bertugas sebagai Kasubbid Sunluhukum di Polda Metro Jaya. Pada pelaksanaan Pemilu 2024 lalu, ia dipercaya mengemban tugas penting sebagai Perwira Pengendali di Kantor KPU RI.
Di sisi lain, nama Adri juga pernah muncul dalam pemberitaan media Project Multatuli.
Ia tercatat terlibat dalam penangkapan jurnalis sekaligus sutradara film dokumenter, Dandhy Dwi Laksono, pada September 2019.
Penangkapan itu berkaitan dengan unggahan Dandhy di media sosial X mengenai kondisi di Papua.
Di Balik Seruan Aksi "Menuju Indonesia Bangkrut"
Pengadangan bus mahasiswa UI ini berkaitan erat dengan rencana aksi unjuk rasa besar-besaran hari itu.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI sebelumnya telah menyerukan aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut".
Seruan itu disebarkan secara masif melalui akun Instagram resmi @bemui_official pada Kamis (11/6/2026).
Melalui pernyataan sikapnya, BEM UI menyoroti kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai sedang runtuh.
Mereka mengkritik kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil.
"Belakangan ini, ekonomi Indonesia runtuh, namun sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh," tulis BEM UI.
Mahasiswa juga mengkritik gaya komunikasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak merakyat.
"Kebijakan fiskal bocor, independensi direbut, tak lupa komunikasi yang arogan dari pemerintah kepada publik, justru jauh dari kata rakyat," lanjut pernyataan BEM UI.
Faktor pemicu lain dari aksi ini adalah melonjaknya harga berbagai bahan kebutuhan pokok di pasar.
BEM UI menilai runtuhnya perekonomian saat ini terjadi karena kebijakan negara disusun oleh para pemimpin yang tidak kompeten di bidangnya.
"Sudah terlalu lama masyarakat menahan amarah dan penindasan yang terus mencekik, harga bahan pokok yang terus meningkat, serta seluruh permasalahan ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemimpin yang tidak berkompeten," papar BEM UI.
Gerakan unjuk rasa ini ternyata melibatkan aliansi yang cukup besar.
Aksi ini merupakan hasil dari konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di kampus UI Depok, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026) malam.
Sejumlah kampus di wilayah Jabodetabek sepakat untuk turun ke jalan bersama.
Elemen yang terlibat di antaranya adalah BEM UI, BEM se-fakultas UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).
Ketua FMN, Symphati Dimas, memaparkan bahwa massa awalnya berencana untuk berkumpul dan melaksanakan ibadah bersama terlebih dahulu di kawasan pusat kota.
"Besok kumpul sebelum Jumatan, rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai," kata Dimas pada Kamis (11/6/2026).
Dalam aksi bersama tersebut, aliansi mahasiswa membawa lima tuntutan utama untuk disampaikan kepada pemerintah:
- Mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok serta harga bahan bakar minyak (BBM).
- Menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.
- Meminta Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang saat ini terjadi di tengah masyarakat.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
(Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/UCAPAN-AKBP-Adri-Desas-Hadapi-Bus-Mahasiswa-UI-Sebut-Pendemo-Keras-Kepala-Silakan-Tabrak-Kami.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.