Breaking News

Polres Pelabuhan Belawan

Dari Mapolda Sumut, AKBP Wahyudi Rahman Wakili Alumni Akpol 2003 Kirim Bantuan ke Daerah Bencana

Kapolres AKBP Wahyudi Rahman berdiskusi dengan perwakilan Alumni Akpol 2003 sebelum konvoi truk berangkat membawa logistik

Tayang:
Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/HO
Kapolres Pelabuhan Belaawn AKBP Wahyudi Rahman SIK bersama perwakilan Alumni Akpol 2003 sebelum konvoi truk berangkat membawa logistik ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Kamis (4/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Gerimis masih membasahi halaman Mapolda Sumut ketika satu per satu dus bantuan dinaikkan ke dalam truk.

Di sela deru mesin dan bau solar yang pekat, deretan karton berisi beras, minyak goreng, susu bayi, hingga tikar terhampar bagai dinding kecil harapan.

Kamis pagi, 4 Desember 2025, Alumni Akpol 2003 Batalyon Tantya Sudhirajati melepas bantuan kemanusiaan untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, wilayah yang dalam sepekan terakhir dikepung banjir dan longsor.

Pelepasan dilakukan secara simbolis dari Mapolda Sumut oleh perwakilan alumni yang kini berdinas di berbagai satuan Polda Sumut.

Ketua Alumni, Kombes Pol DR Teuku Arsya, SIK, MH, yang berhalangan hadir, menitipkan pesan: olidaritas bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata.

“Kami berusaha hadir, sekecil apa pun kontribusinya,” ujar AKBP Wahyudi Rahman, SH, SIK, CPHR, di tengah kerumunan relawan berseragam.

“Bencana ini tidak hanya menghancurkan rumah dan harta, tapi juga menyisakan trauma. Tugas kita adalah memastikan saudara-saudara kita tidak merasa sendirian,"ujarnya lagi.

Bukan hanya karung beras dan kotak mie instan yang dimuat. Di antara bantuan itu ada kebutuhan tak terucap yang sering luput: pampers, susu bayi, tikar gulung, hingga obat-obatan.

Barang-barang yang kelak menyentuh kehidupan paling dasar para pengungsi yang kini tidur di lantai masjid atau tenda darurat.

Beberapa hari terakhir, kabar tentang rumah hanyut, jalan terputus, dan sekolah penuh lumpur datang bertubi-tubi dari Aceh Tamiang hingga Pasaman.

Di Sumut, desa-desa di kaki bukit masih berkutat dengan gelondongan kayu sisa longsor. Di Aceh, hujan tak juga reda.

“Harapan kami sederhana,” kata Wahyudi pelan, “bantuan ini bisa memberi sedikit napas lega, sekurang-kurangnya sampai kehidupan di sana kembali bergulir,"tambahnya.

Pengiriman bantuan itu mendapat sambutan hangat dari sejumlah pejabat dan relawan yang hadir.

Bukan hanya soal logistik, melainkan soal kebersamaan: bahwa dalam bencana, jarak antar manusia justru memendek.

Pada siang hari, konvoi truk berangkat. Suara klakson panjang mengiringi. Di belakang pagar, para anggota alumni saling merapatkan jabat tangan.

Truk-truk itu tak membawa keajaiban, tetapi membawa sesuatu yang sama pentingnya kepedulian.(Jun-tribun-medan.com).

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved