Bakal Di-sanksi, Bulog Ingatkan Penjualan MinyaKita Jangan di Atas HET
Minyak goreng MinyaKita umumnya diperoleh dari Bulog dengan harga beli antara Rp 14.500 hingga Rp 14.700 per liter
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pimpinan Cabang Bulog Pematangsiantar Berdian W Damanik memastikan ketersediaan MinyaKita dalam kondisi aman. Distribusi dilakukan secara bertahap melalui sejumlah titik penyaluran aktif. Oleh sebab itu, ia pun mengimbau agar pedagang tak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk Pasar Horas dan Pasar Dwikora, katanya, terdapat sekitar 18 titik penyaluran dengan total distribusi mencapai kurang lebih 540 kotak per minggu.
"Dalam satu bulan, kebutuhan Kota Pematangsiantar diperkirakan mencapai sekitar 2 ribu kotak atau lebih, tergantung tingkat permintaan," kata Berdian Damanik, Selasa (28/4/2026).
Pemko Pematangsiantar sendiri sempat mendeteksi adanya kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita sampai menyentuh angka Rp 18.000 pada pekan lalu. Oleh sebab itu masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan penjualan di atas HET.
Baca juga: Curhatan Pelaku Usaha Kue Basah di Siantar, Terjepit Harga LPG, Plastik hingga MinyaKita
Teranyar, Selasa (28/4/2026), berdasarkan monitoring di dua pasar utama Kota Pematangsiantar, yakni Pasar Horas dan Pasar Dwikora Parluasan, mayoritas pedagang menjual MinyaKita sesuai Harga HET yang telah ditetapkan, yakni Rp 15.700 per liter.
Minyak goreng MinyaKita umumnya diperoleh dari Bulog dengan harga beli antara Rp 14.500 hingga Rp 14.700 per liter. Sehingga masih berada dalam skema distribusi yang wajar.
Pihak Pemko Pematangsiantar pun menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap harga di lapangan. Pedagang diingatkan untuk tidak menjual di atas HET, karena dapat dikenakan sanksi, termasuk pencabutan status sebagai mitra distribusi.
“Apabila ditemukan penjualan di atas HET, kami akan berkoordinasi dengan Bulog untuk mengambil langkah tegas, termasuk pembatalan kemitraan!” kata Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbet Aruan.
| Sempat Dikabarkan Langka, Bulog Sebut Distribusi Minyakita Untuk Kota Siantar Aman |
|
|---|
| Alasan Menko Zulkifli Hasan soal Kenaikan Harga MinyakKita di Pasaran hingga Rp 22.500 |
|
|---|
| HATI-HATI Minyakita Palsu Ditemukan Lagi, Produsen Kemas Minyak Curah, Distribusi Sampai Kalimantan |
|
|---|
| Minyakita dan Beras SPHP Langka di Medan, Bulog Sebut Prioritas Stok untuk Bantuan Pangan |
|
|---|
| Sidak Pasar jelang Ramadan 2026, Pemko Siantar Temukan Harga Minyakita di Atas HET |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemko-dan-Bulog-Pematangsiantar-monitoring-di-dua-pasar-utama-Kota-1.jpg)