Simalungun Terkini

Bupati Simalungun Anton Saragih Copot Sejumlah Pejabat, Berikut Daftarnya

 Bupati Anton Achmad Saragih memberi pil pahit sebagai kado Ramadan 1447 Hijriyah untuk sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
DOK/PEMKAB SIMALUNGUN
BUPATI SIMALUNGUN: Bupati Anton Achmad Saragih mencopot pejabat di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. 

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA – Bupati Anton Achmad Saragih memberikan "pil pahit" sebagai kado Ramadan 1447 Hijriyah bagi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Langkah berani ini diambil dengan mencopot sejumlah nama pejabat penting setingkat Eselon IIB serta jajaran Direksi Perumda Tirta Uli.

Keputusan ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah nuansa bulan suci Ramadan yang biasanya identik dengan stabilitas kerja dan kehangatan birokrasi.

Hingga saat ini, alasan mendalam di balik perombakan besar-besaran ini belum dipaparkan secara rinci oleh pihak istana pimpinan daerah.

 

Daftar Pejabat yang Dicopot, Mulai dari Kadis hingga Direktur PDAM

Pencopotan jabatan ini menyasar beberapa figur kunci yang selama ini memegang kendali di dinas-dinas strategis.

Nama-nama yang masuk dalam daftar pencopotan antara lain:

1. Andri Rahadian dari jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika

2. Edwin Tony SM Simanjuntak yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan.

3. Pahala Sinaga dicopot dari posisi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

4. Dodi R Mandalahi yang merupakan Direktur Utama PDAM Tirta Lihou.

 

Rotasi ini mencerminkan adanya evaluasi besar-besaran terhadap kinerja manajerial di instansi terkait selama masa kepemimpinan Bupati Anton.

 

Sorotan Khusus pada Esron Sinaga

Satu nama yang mencuri perhatian dalam daftar pencopotan ini adalah Esron Sinaga yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten II Sekdakab Simalungun.

Pencopotan ini menandai kali kedua Esron harus bergeser dari posisinya setelah sebelumnya pernah menduduki jabatan PNS tertinggi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda).

Perjalanan karier Esron di Simalungun dinilai penuh dinamika, mengingat posisinya yang sering berganti dalam waktu yang relatif singkat.

Belum ada keterangan resmi mengenai posisi baru atau status kepegawaian selanjutnya bagi para pejabat yang dibebastugaskan tersebut.

 

Terima Garis Nasib tanpa Perlawanan

Salah satu pejabat Eselon II yang terdampak mengonfirmasi bahwa dirinya telah resmi dicopot dari jabatannya sejak Jumat (6/3/2026) lalu.

Meskipun menyayangkan waktu pencopotan yang bertepatan dengan bulan Ramadan, yang bersangkutan memilih untuk bersikap kooperatif dan tidak melakukan pembelaan diri.

Hingga berita ini diturunkan, Sekda Kabupaten Simalungun, Mixnon A Simamora, belum memberikan respons atas upaya konfirmasi yang dilakukan awak media.

Kurangnya transparansi mengenai alasan pencopotan memicu spekulasi mengenai adanya penyegaran organisasi atau alasan politis lainnya.

“Iya saya sudah dicopot pada Jumat kemarin. Kalau untuk konfirmasi lain ke pejabat yang baru ya,” singkat seorang ASN Eselon II yang mengalami nasib tragis di bulan Ramadan ini.

 

(alj/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved