Simalungun Terkini

Warga Simalungun Keluhkan Kenaikan Pertamax yang Mendadak, Khawatir BBM Subsidi Langka

Sejumlah warga Kabupaten Simalungun mengaku kesal dengan kebijakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax 92 yang naik tiba-tiba.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Alija Magribi
KENAIKAN BBM - Suasana kendaraan yang hendak mengantre BBM di SPBU 14.211.277 Jalan Sisingamangaraja Kota Pematangsiantar, Rabu (10/6/2026) tengah hari 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sejumlah warga Kabupaten Simalungun mengaku kesal dengan kebijakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax 92 yang naik tiba-tiba pada Rabu (10/6/2026) dini hari.

Pasalnya, pasokan BBM Subsidi jenis Solar dan Pertalite sendiri mulai jarang ditemukan. 

Warga asal Saribudolok, Kecamatan Silimakuta yakni P Simarmata adalah satu dari sekian warga yang mulai khawatir dengan pasokan BBM subsidi setelah tarif baru pada BBM Non-Subsidi Pertamax.

“Mendengar kabar ada kenaikan harga Pertamax 92, saya langsung turun ke Siantar untuk nyari BBM. Kebetulan di daerah kami pasokan BBM jarang tersedia sesuai stok,” kata P Simarmata. 

Ia sendiri berencana mengisi solar. Namun, setelah melintasi beberapa SPBU sepanjang jalan menuju Siantar, tak banyak solar yang ia temui hingga akhirnya mendapatkannya dengan antre ke SPBU 14.211.277 Jalan Sisingamangaraja Siantar. 

“Saya udah keliling-keliling juga tadi nyari Solar. Tadi ke SPBU Patuan Nagari Parluasan (14.211.209) tapi habis. Makanya akhirnya ke Jalan Sisingamangaraja ini,” kata Simarmata. 

Ia sendiri khawatir dengan adanya kenaikan harga BBM Pertamax 92 dari harga Rp 12.300 menjadi Rp 16.650 per liter diikuti dengan kenaikan harga pada jenis BBM Subsidi untuk Pertalite dan Solar.

Apalagi pengalaman yang terjadi saat ini, BBM Subsidi pun mulai sulit ia jumpai.

Senada dengan P Simarmata, warga asal Kabupaten Simalungun, Dedi Damanik pun mengaku khawatir dengan kemungkinan kenaikan harga ataupun melangkanya jenis BBM subsidi.

Pasalnya dengan ekonomi yang lesu, daya beli masyarakat bakal terganggu. 

“Kalau nggak naik BBM Subsidi kemungkinan bakal jadi langka. Khawatirnya arahnya ke sana. Karena seperti di Simalungun, jarak antar-pom bensin lumayan berjauhan. Makanya orang desa bakal makin berat daya belinya,” tutur Dedi Damanik.

Berdasarkan pantauan reporter Tribun-Medan.com di SPBU 14.211.277 Jalan Sisingamangaraja Siantar, tampak BBM Jenis Pertamax 92 dihargai Rp 16.650 (harga baru), dan Dexlite Rp 23.500.

Namun Pertamax Turbo dan Pertamina Dex sedang dalam kondisi kosong per Pukul 11.00 WIB. Adapun muatan Solar sedang dalam pengisian dari Truk Tangki. 

(alj/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved