Banjir dan Longsor di Sumut
DAFTAR Kabupaten/Kota di Sumut Terdampak Banjir dan Longsor, Berikut Jumlah Korban Tewas dan Hilang
Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengeluarkan data sementara korban jiwa, maupun hilang akibat bencana alam yang terjadi di Sumut sejak 24 November
Daftar Kabupaten/Kota di Sumut yang Terdampak Banjir dan Longsor:
Ringkasan Berita:
- Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 34 orang per Kamis (27/11/2025).
- Sebanyak 52 orang masih hilang, dan 11 orang luka berat, dan 77 orang luka ringan.
- Untuk korban jiwa terbanyak dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sebanyak 17 orang.
- Disusul Kota Sibolga sebanyak 8 orang meninggal dunia.
- Korban tersebar di 12 Kabupaten/Kota di Sumut.
TRIBUN-MEDAN.COM - Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, stidaknya ada 15 kabupaten/kota yang terkena dampak banjir bandang, sungai meluap, tanah longsor, puting beliung, dan pohon tumbang ke bahu jalan, hingga Kamis (27/11/2025) hari ini, yaitu:
1. Kota Medan
2. Kabupaten Langkat
3. Kota Tebing Tinggi
4. Kabupaten Tapanuli Selatan
5. Kabupaten Tapanuli Tengah
6. Kabupaten Tapanuli Utara
7. Kabupaten Humbang Hasundutan
8. Kota Sibolga
9. Kabupaten Mandailing Natal
10. Kabupaten Deliserdang
11. Kabupaten Pakpak Bharat
12. Kabupaten Serdangbedagai
13. Kota Padang Sidempuan
14. Kabupaten Nias
15. Kabupaten Nias Selatan
Sebanyak 34 Orang Meninggal Dunia, 52 Lainnya Masih Hilang
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) telah mengeluarkan data sementara korban jiwa, maupun hilang akibat bencana alam yang terjadi di Sumut sejak 24 November hingga 26 November 2025.
Data ini berdasarkan hasil pengumpulan Polres-polres daerah yang ada di lokasi.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, untuk data korban meninggal dunia sementara ada 34 orang.
Kemudian 52 orang masih hilang, dan 11 orang luka berat, dan 77 orang luka ringan.
Untuk korban jiwa terbanyak dari Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 17 orang.
Kemudian disusul Kota Sibolga, sebanyak 8 orang meninggal dunia.
"Data sementara korban jiwa 54 orang. Kabupaten Tapanuli Selatan 17 orang,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Kamis (27/10/2025).
Untuk jenis bencana alam yang terjadi mulai dari tanah longsor sebanyak 86, banjir 53 kejadian, pohon tumbang 7, dan puting beliung 2 kejadian.
Akibat bencana alam banjir dan longsor ini, sebanyak 1.168 mengungsi ke tenda darurat dan berbagai tempat.
Data ini merupakan data sementara dari 12 Kabupaten Kota terdampak bencana terhitung sejak 24 November dan 26 November.
Namun, belum termasuk dari Kota Medan, Tebing Tinggi, dan Deliserdang.
Sebanyak 1.168 orang mengungsi
Untuk membantu menangani bencana alam, Polda Sumut mengerahkan 1.030 personel. Sampai saat ini Polisi dan tim gabungan berjibaku di lokasi mulai dari evakuasi korban, membersihkan material dan sebagainya.
"Kami melanjutkan pencarian bersama BPBD / stake holder kepada korban yang belum ditemukan. Melaksanakan koordinasi dengan Pemda setempat untuk menyediakan tempat pengungsian bagi warga terdampak bencana alam,"ujarnya.
Berikut data korban jiwa dan luka di 12 Kabupaten/Kota di Sumut:
1. Mandailing Natal
Di wilayah Kabupaten Mandailing Natal ada 10 kejadian, longsor 3 kejadian, angin puting beliung 1 kejadian. Untuk korban jiwa, luka, maupun menghilang sejauh ini tidak ada. Namun untuk jumlah yang mengungsi sebanyak 400 orang. Sebanyak 34 personel berada di lokasi membantu evakuasi dan sebagainya.
2. Padang Sidempuan
Di Kabupaten Padangsidimpuan ada 13 kejadian dengan rincian 3 longsor, banjir 6, dan pohon tumbang 4 kejadian. Untuk korban jiwa, luka, maupun menghilang sejauh ini tidak ada. Namun untuk jumlah yang mengungsi sebanyak 120 orang.
3. Pakpak Bharat
Di Kabupaten Pakpak Bharat ada 22 kejadian longsor yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.
4. Tapanuli Selatan
Di Kabupaten Tapanuli Selatan ada 22 bencana dengan rincian 10 longsor dan 11 banjir, lalu pohon tumbang 1, yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia. Kemudian, 4 orang luka berat, 69 luka ringan, dan sebanyak 500 orang mengungsi.
5. Tapanuli Tengah
Kabupaten Tapanuli Tengah ada 19 bencana alam dengan rincian 9 longsor, dan 10 banjir. Akibatnya, sebanyak 4 orang warga meninggal dunia.
6. Tapanuli Utara
Di Tapanuli Utara ada 23 bencana alam meliputi longsor 11, banjir 11, dan pohon tumbang 1 kejadian. Tak ada korban jiwa, namun 5 orang luka ringan dan 134 warga mengungsi.
7. Humbang Hasundutan
Di Kabupaten Humbang Hasundutan ada 20 bencana alam meliputi longsor 18 kejadian, dan banjir 2 kejadian. Akibatnya, 2 orang meninggal dunia, luka berat 4 orang, belum ditemukan 5 orang.
8. Nias Selatan
Di Nias Selatan tercatat hanya ada 1 bencana alam, yaitu pohon tumbang yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia.
9. Nias
Untuk di Kabupaten Nias, ada 2 bencana alam meliputi longsor tanpa korban jiwa dan luka.
10. Sibolga
Di Kota Sibolga, ada 6 bencana alam meliputi longsor 6 kejadian. Akibatnya, 8 orang meninggal dunia, luka berat 3 orang dan luka ringan 2 orang, dan yang belum ditemukan sebanyak 46 orang.
11. Serdang Bedagai
Di Kabupaten Serdang Bedagai hanya ada 1 kejadian, yaitu angin puting beliung. Tak ada korban jiwa, maupun luka. Namun sebanyak 5 orang mengungsi.
12. Langkat
Wilayah Kabupaten Langkat tercatat ada 7 kejadian banjir yang mengakibatkan sekitar 750 orang mengungsi.
Banjir di Kota Medan:
Daftar 15 Titik atau lokasi banjir berdasarkan pantauan Tribun Medan:
1. Simpang Kampung Lalang tenggelam, air setinggi pinggul orang dewasa.
2. Simpang Manhattan terendam, arus deras dari arah drainase.
3. Jalan Dr Mansyur – USU, air dari Sungai Babura meluber ke badan jalan.
4. Gaharu – Bambu, genangan hingga lutut.
5. Jalan Bhayangkara – Pancing, sepeda motor tidak bisa melintas.
6. Pintu Tol Bandar Selamat – Letda Sujono, tergenang setinggi lutut.
7. Depan UNIMED–UIN, lumpuh total.
8. Yos Sudarso – Brayan, air menutupi sebagian badan jalan.
9. Simpang Kantor, lalu lintas macet total.
10. Simpang Canang – Belawan, air naik hingga dada orang dewasa, terutama saat air laut pasang.
11. Marelan Raya Pasar 3, 4, dan 5, banjir setinggi lutut.
12. Jalan Danau Singkarak, tak bisa dilewati sepeda motor.
13. Jalan SM Raja depan TAMORA, arus air deras melintas ke jalan utama.
14. Gatot Subroto depan RS Advent, jalan tak dapat dilalui.
15. Jalan Ayahanda, sepinggang orang dewasa.
Hingga berita ini diturunkan, beberapa ruas jalan masih tak bisa dilalui, terutama di Medan Johor, Medan Marelan, Medan Sunggal, dan Medan Helvetia.
Menurut informasi BPBD yang dihimpun Tribun, banjir meluas akibat meluapnya tiga sungai besar yakni Sungai Deli meluap di kawasan pusat kota dan Medan Labuhan.
Kemudian, Sungai Babura meluap di daerah Medan Sunggal dan sekitar kampus USU serta Sungai Belawan meluap ke arah Marelan, Belawan, Canang dan sekitarnya.
Fenomena ini diperparah hujan intensitas tinggi dan air laut pasang, terutama di Medan Utara. Banyak laporan warga masuk ke redaksi Tribun yang meminta bantuan evakuasi, terutama lansia dan anak kecil yang masih terjebak di rumah masing-masing.
“Arus deras, kami tidak bisa keluar. Tolong bantuan perahu,” kata seorang ibu di Marelan melalui pesan suara.
Kondisi cuaca masih mendung dan dikhawatirkan hujan susulan terjadi hingga siang ini.
Basarnas Medan membuka layanan call center khusus untuk penanganan dan evakuasi warga terdampak. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Call Center Penanganan Evakuasi Banjir Basarnas Medan di nomor 0851-9179-5579.
(cr26/Cr25/tribun-medan.com)
Baca juga: Banjir Meluas di Medan, Basarnas Siapkan Call Center Penanganan Evakuasi 085191795579
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
bencana alam di sumut
Banjir dan Longsor di Sumut
Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor di Sumut
Data Korban Tewas dan Hilang
Jumlah Korban Banjir di Sumut
Meaningful
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Banjir-di-Medan-Kecamatan-Medan-Maimun_.jpg)