Banjir dan Longsor di Taput
Pemkab Humbahas Data Rumah Korban Bencana, Begini Keterangan Bupati Oloan Nababan
Data kerusakan rumah dilaporkan/ diinventarisasi secara berjenjang, mulai tingkat masyarakat - desa - kabupaten/kota - provinsi hingga pusat.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, DOLOKSANGGUL- Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan Nababan mengikuti sosialisasi proses pendataan rumah rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
Sosialisasi berlangsung kemarin, Senin (15/12/2025) di Ruang Rapat Perkantoran Bukit Inspirasi, Doloksanggul.
Dalam presentasi Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah menyampaikan, pendataan rumah rusak merupakan instrumen kebijakan strategis dalam penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Data kerusakan rumah dilaporkan/ diinventarisasi secara berjenjang, mulai tingkat masyarakat - desa - kabupaten/kota - provinsi hingga pusat.
"Hasil akhir pendataan disajikan dalam suatu lampiran tabel pendataan kerusakan rumah dengan mengikuti proses pendataan yang terukur, akurat dan transparan dilakukan melalui proses verifikasi (lapangan dan administrasi) serta validasi," ujar Jarwansah.
"Tabel tersebut menggunakan format penilaian kerusakan rumah sebagaimana tercantum dalam Petunjuk Pelaksanaan Pengkajian Kebutuhan Pasca bencana (Juklak Jitupasna) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan BNPB Nomor 5 Tahun 2017," sambungnya.
Dan data akhir ini akan menjadi calon penerima bantuan rumah akibat bencana menjadi dasar pengusulan pembiayaan melalui berbagai sumber pendanaan; APBN, APBD, CSR Dunia Usaha maupun sumber lain sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Ia tuturkan, ada 17 kabupaten/ kota di Provinsi Sumatera Utara terdapat kerusakan rumah, satu diantar Kabupaten Humbang Hasundutan.
Sebelumnya, Bupati Humbahas Oloan Nababan tuturkan Sebanyak 427 unit rumah di 18 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Humbahas dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor.
Data terbaru itu ia sampaikan saat menerima kunjungan monitoring dari Direktur Jenderal Tata Kelola dan Risiko Kementerian PKP RI, Brigjen Pol Azis Andriansyah, Sabtu (6/12/2025) lalu.
Ia tuturkan, ada sebanyak 24 unit rumah hanyut maupun tertimbun, 69 unit rusak berat, 41 unit rusak sedang,1 09 unit rusak ringan, 89 unit tergenang lumpur atau air, dan 95 unit berada di zona rawan bencana.
Dari total kerusakan tersebut, pemerintah daerah merencanakan rekonstruksi 161 unit rumah dan relokasi 177 unit guna menjamin keselamatan warga.
“Kami berharap dukungan Kementerian PKP RI agar penanganan rumah terdampak bencana dapat segera direalisasikan demi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat,” ujar Oloan.
(cr3/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Dedi Mulyadi Bantu Relokasi 58 Rumah Korban Bencana di Tapanuli Utara |
|
|---|
| Tinjau Pembangunan Jembatan Pascabencana di Purbatua, Bupati Taput Jonius Hutabarat Sampaikan Ini |
|
|---|
| Didukung Anggaran Rp 200 Miliar, Bupati: Pemulihan Sungai Pascabencana di Tapanuli Utara Dipercepat |
|
|---|
| Rayakan Natal dan Tahun Baru Tanpa Ayah dan Adik, Korban Bencana Alam di Taput Tasya: Hampa |
|
|---|
| Masa Tanggap Darurat Berakhir, Bupati Humbahas Oloan Nababan Siapkan SK Transisi Tanggap Darurat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bupati-Oloan-Nababan-turut-serta-dalam-sosialisasi-proses.jpg)