Breaking News

Sumut Terkini

Bantuan dari Relawan Malang untuk Korban Bencana Aceh Dipersulit di Sumut, Ini Kata Kepala BPBD

Dijelaskannya, ia bersama timnya adalah relawan, semua biaya dilakukan dengan gotong royong.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
IST/Screenshot IG MedancoverId
creenshot foto Salah seorang relawan Gimbal Alas sedang menceritakan kronologi kejadian bantuan logistik dari Malang dipersulit di Medan viral,Senin (29/30/2025). Namun, BPBD Sumut bantah hal tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sebuah video yang menarasikan barang bantuan milik Relawan Posko Malang Bersatu Gimbal Alas Indonesia dipersulit di Sumut viral di sosial media.

Dalam video yang beredar di sosial media terlihat sejumlah orang sedang memindahkan barang barang bantuan ke dalam truk tersebut.

Kemudian dalam video itu salah satu relawan menjelaskan kronologi dipersulitnya bantuan yang mereka kirim sebanyak 2 kontainer.

"Ketika kami mau mengambil barang itu masih ada kendala biaya pemindahan barang dari Pelabuhan Belawan ke Kota Medan," jelas seorang relawan dalam video itu 

Dijelaskannya, ia bersama timnya adalah relawan, semua biaya dilakukan dengan gotong royong.

"Kami ini relawan semua biaya operasional dilakukan dengan gotong royong. Dan akadnya (bantuan logistik untuk korban bencana di Aceh) akadnya di Pelabuhan Belawan,"jelasnya. 

Sementara dalam narasi yang beredar di sosial media, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan PT Pelni Cabang Medan membebankan biaya pengangkutan sebesar Rp 2,4 juta Per kontainer untuk pengantaran ke gudang logistik pemprov Sumut yang diperbantukan di Gedung Serbaguna.

Menanggapi itu, Kepala BPBD Sumut Tuahta Saragih membantah hal tersebut. Dijelaskannya juga saat ini, ia bersama Pihak PT Pelni sedang melakukan rapat untuk membahas hal tersebut.

Dijelaskan Tuahta, BPBD Sumut tak pernah mempersulit atau memperlambat bantuan untuk korban bencana dari pihak manapun.

"Pemprov Sumut tidak pernah menahan bantuan dari pihak manapun, termasuk bantuan yang dikirim dari Malang, Jawa Timur bernama Gimbal Alas. Dan saat ini rapat (soal Masalah itu dengan Pelni) masih berlangsung," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Senin (29/12/2025).

Dikatakannya, yang menjadi persoalan kontainer tersebut diangkut bersamaan dengan bantuan yang dikirim oleh Pemprov Jawa Timur.

"Jadi koordinasi kami antar Pemprov Akan datang 10 kontainer. Namun sampai di Medan ada 12 kontainer. Nah dua kontainer itu ternyata milik relawan Gimbal Alas yang mau disalurkan ke Aceh Tamiang," jelasnya.

Tuahta menerangkan, PT Pelni memiliki aturan tersendiri dan meminta agar 12 kontainer diterima Pemprov Sumut serta dibayarkan administrasinya.

"Jadi baik Jatim dan Sumut tidak tau ada dua kontainer tersebut. Karena yang akan dikirim hanya 10 kontainer. Pun begitu saya inisiatif mau bayar administrasinya, agar bisa segera dikeluarkan dari pelabuhan dan disalurkan. Tapi PT Pelni punya pandangan dan aturannya sendiri," jelasnya. 

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved