Sumut Terkini
Pegawai Honorer Tewas Tersedot Arus Air Saat Perbaiki Pipa di Laguboti
Terkait hal ini, Polsek Laguboti menyampaikan, pihaknya turut membantu mengevakuasi jasad seorang lelaki yang mengapung pada aliran sungai.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Akibat kecelakaan kerja, seorang pegawai honorer PDAM dinyatakan meninggal dunia.
Polsek Laguboti mengatakan, pihaknya turut membantu mengevakuasi jasad seorang lelaki yang mengapung pada aliran sungai.
TKP berada di Sampuran Aek Siduadua, Dusun I Lumban Ginabean, Desa Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba kemarin, Minggu (4/1/2026) malam.
Identitas korban adalah pria inisial DH (39), warga Desa Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak Polsek Laguboti menuju lokasi.
Kapolsek Laguboti Iptu David Pangaribuan menjelaskan, pada hari Minggu (4/1/2026) sekira pukul 09.00 WIB, korban bersama para saksi dihubungi oleh pihak PDAM untuk bekerja memperbaiki pipa tranmisi.
"Pada saat korban hendak menutup pintu air di sumber mata air, kaki korban terhisap atau tersedot arus air yang cukup deras," ujar Iptu David Pangaribuan, Senin (5/1/2026).
Pukul 11.00 WIB, korban bersama keempat saksi; SP (29), PH (37), R (24), dan RDA (24) telah berkumpul di rumah korban.
Korban bersama para saksi tiba di lokasi pada pukul 13.20 WIB. Lalu, korban pergi menutup air dari sumber yang berjarak sekira 1 kilometer dari lokasi mereka bekerja.
"Korban menolak ketika para saksi menawarkan bantuan agar bersama sama pergi menutup sumber air tersebut," terangnya, Senin (5/1/2026).
Ketika tiga saksi selesai melakukan penyambungan pipa sekira pukul 16.30 WIB, mereka melihat korban tak kunjung datang.
Dua diantara saksi yakni SP dan RDA mengecek ke sumber air yang korban tutup.
Pukul 17.00 WIB, kedua saksi itu melihat DH telah tersedot air yang awalnya harus ia tutup.
"Dan saat itu, RDA langsung turun mencari sinyal agar dapat menghubungi PH dan R agar memberitahukan bahwa DH telah meninggal dunia serta meminta bantuan mengevakuasi korban," terangnya.
Selanjutnya, pukul 19.00 WIB, masyarakat yang telah dihubungi para saksi tiba di lokasi dan mengevakuasi korban.
"Selanjutnya, korban dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Porsea," sambungnya.
Ia juga menambahkan, istri dan pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap mayat korban.
(cr3/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Daftar Nama 14 Guru Besar yang Dilantik UINSU beserta Bidangnya |
|
|---|
| Literasi Sumut Masuk 10 Besar Nasional untuk IPLM dan Kegemaran Membaca, Ini Kata Kadis |
|
|---|
| Bupati Langkat Sebut Musrenbang RKPD Miliki Peran Penting, Wadah Selaraskan Kebijakan |
|
|---|
| Timsel KI Sumut Mulai Verifikasi 112 Berkas, Diumumkan Paling Lambat 30 April |
|
|---|
| Demo di Kejari Gunungsitoli Ricuh, Kuasa Hukum: Aksi Arogan Jaksa Tak Seharusnya Terjadi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Seorang-pegawai-PDAM-di-Toba-meninggal-dunia-akibat.jpg)