15 Daerah di Sumut Ajukan SK Pembangunan Rumah Korban Bencana
Bobby mengatakan, pihaknya akan memproses dan segera menerbitkan SK pengajuan rumah terdampak bencana banjir dan longsor.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, dari 19 daerah, ada 15 kabupaten/kota yang telah mengajukan penerbitan Surat Keputusan (SK) pembangunan rumah korban bencana banjir dan longsor ke Pemerintah Provinsi.
Dirincikannya, dua daerah masih dalam proses pengajuan yaitu Kabupaten Tebingtinggi dan Kota Medan, kemudian dua daerah lainnya yakni Asahan dan Batubara, tidak mengajukannya.
Bobby mengatakan, pihaknya akan memproses dan segera menerbitkan SK pengajuan rumah terdampak bencana banjir dan longsor.
“Kami akan menerbitkan SK Gubernur hari ini (kemarin) untuk mempercepat penyaluran bantuan ke masyarakat, sisanya akan disempurnakan, karena menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) data boleh diperbaiki ke depannya,” ucapnya saat Rakor Pendataan Pascabencana secara virtual dengan Kemendagri, Selasa (6/1/2025).
Baca juga: Warga Benteng Batangtoru Minta Bantu Alat Berat, Rumah Jadi Aliran Sungai
Percepatan penerbitan SK ini satu diantaranya agar masyarakat yang tinggal di pengungsian akan berkurang, terutama untuk yang kondisi rumahnya rusak ringan dan sedang.
“Masyarakat kita ingin kembali ke rumah, membersihkan rumah mereka, kembali beraktivitas butuh bantuan dan saat ini sedang disiapkan Kementerian Sosial dan BNPB, sehingga bisa mengurangi jumlah warga di pengungsian,” jelasnya.
Diketahui, berdasarkan data Kementerian Sosial, pihaknya menyiapkan bantuan uang tunai Rp 3 juta per keluarga untuk kebutuhan perabotan dan peralatan rumah tangga.
Kemudian juga menyiapkan jaminan hidup Rp 450 ribu per orang selama tiga bulan, serta bantuan modal Rp 5 juta per keluarga untuk rintisan usaha.
Selain itu, Kemensos juga menyiapkan santunan korban meninggal Rp 15 juta per korban dan luka berat Rp 5 juta per korban.
Berdasarkan data BPBD Sumut per pukul 08.00 WIB, Selasa (6/1/2025) jumlah korban meninggal dunia mencapai 371 jiwa. Kemudian yang hilang masih 58 jiwa.
Dalam laporan BPBD Sumut, korban meninggal dunia paling banyak berada di Kabupaten Tapteng 128 jiwa dan hilang 35 orang.
Kemudian diikuti Kabupaten Tapsel meninggal 93 orang dan hilang 20 orang. Terakhir daerah dengan korban terbanyak meninggal dunia dari Kota Sibolga 55 tewas dan tidak ada yang hilang.
| 15 Daerah Ajukan SK Pembangunan Rumah untuk Korban Bencana, Gubsu Bobby: Diproses Hari Ini |
|
|---|
| Personel Brimob dari Lima Polda Tiba di Kualanamu, Perkuat Penanggulangan Bencana di Sumut dan Aceh |
|
|---|
| Dari Sekolah hingga Posko Pengungsi, Polda Sumut Hadir Menguatkan Warga Tapteng Pascabencana |
|
|---|
| Dahsyatnya Bencana Sumatera, Sudah 1.129 Korban Meninggal Dunia, Hilang 174 Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-saat-Rakor-Pendataan.jpg)