Sumut Terkini

Kronologi Kecelakaan KA Sribilah Utama dengan Mobil di Tebing Tinggi

Kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan dengan sebuah minibus terjadi di perlintasan sebidang liar.

|
Freepik
LAKALANTAS - Ilustrasi kecelakaan. Kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan dengan sebuah minibus terjadi di perlintasan sebidang liar kilometer 83+300. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan dengan sebuah minibus terjadi di perlintasan sebidang liar kilometer 83+300, petak jalan antara Stasiun Laut Tador dan Stasiun Tebing Tinggi, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.24 WIB.

Peristiwa tersebut bermula saat KA Sribilah Utama melaju menuju Medan. Berdasarkan keterangan warga sekitar lokasi, masinis telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebagai tanda peringatan sebelum memasuki perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Namun, sebuah minibus tiba-tiba muncul dari arah samping dan langsung melintas tanpa berhenti.

Diduga, pengemudi tidak sempat memastikan kondisi jalur dengan menengok ke kanan dan kiri, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan insiden tersebut mengakibatkan lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.

“Akibat kejadian ini, lokomotif KA Sribilah Utama mengalami gangguan dan harus dibantu dengan lokomotif penolong yang dikirim dari Stasiun Tebing Tinggi,” ujar Anwar.

Meski demikian, Anwar memastikan masinis, seluruh kru kereta, serta para penumpang KA Sribilah Utama dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka-luka.

Sementara itu, delapan penumpang minibus yang terlibat kecelakaan segera dievakuasi oleh petugas KAI bersama pihak kepolisian dengan bantuan warga sekitar.

Para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan penanganan medis. Kendaraan minibus juga dievakuasi agar jalur kereta api dapat kembali diamankan.

Setelah lokomotif penolong tiba, KA Sribilah Utama ditarik menuju Stasiun Tebing Tinggi untuk dilakukan perbaikan.

Usai proses perbaikan selesai, kereta kembali diberangkatkan menuju Medan pada pukul 19.56 WIB atau mengalami kelambatan selama 84 menit dari jadwal semula.

“KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan KA Sribilah Utama atas keterlambatan perjalanan yang terjadi,” tambah Anwar.

Atas kejadian tersebut, KAI Divre I Sumatera Utara juga menyampaikan simpati dan duka cita kepada para korban, sekaligus mengingatkan seluruh pengguna jalan agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu.

“Tidak ada waktu yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Lebih baik kehilangan satu menit untuk berhenti dan memastikan aman, daripada kehilangan keselamatan,” pungkas Anwar.

KAI mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan selalu memastikan kondisi jalur benar-benar aman sebelum melintas di perlintasan kereta api.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved