Sumut Terkini

Imigrasi Tanjungbalai Perketat Paspor PMI Tujuan Kamboja

Penertiban ini dilakukan khusus untuk PMI keberangkatan menuju negara Kamboja.

Tayang:
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
Humas Kanim Tanjungbalai, Okka Prasya mengaku mulai perketat penerbitan paspor calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang memiliki tujuan ke Kamboja.  

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI- Kantor imigrasi Klas IIB Tanjungbalai mulai memperketat pengawasan proses penerbitan paspor calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Penertiban ini dilakukan khusus untuk PMI keberangkatan menuju negara Kamboja.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan. Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang bermodus pengiriman pekerja migran Indonesia secara non prosedur.

Hal tersebut diungkapkan Humas Kanim Tanjungbalai, Okka Prasya, menurutnya, setiap pemohon paspor dengan tujuan kerja luar negeri.

"Terkhusus Kamboja, kami akan melakukan pemeriksaan dan wawancara yang lebih mendalam. Petugas akan memastikan kelengkapan dokumen, kejelasan tujuan keberangkatan, serta legalitas perusahaan atau pihak-pihak yang merekrut CPMI," kata Humas Kanim Tanjungbalai, Okka Prasya, Jumat (23/1/2026).

Katanya, apabila ada ditemukan indikasi mengarah ketidak sesuaian prosedur, maka penerbitan paspor akan ditunda hingga di tolak.

Katanya, masyarakat perlu diedukasi agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming gaji tinggi tanpa kejelasan legalitas dari perusahaan.

Jelasnya, ada beberapa deteksi dini yang dilakukan oleh petugas dengan beberapa indikator. Mulai dari latar belakang pemohon, tujuan, alasan pengajuan kantor, dokumen, ketergantungan pada pihak ketiga.

"Disamping itu, petugas juga harus berpedoman kepada surat edaran Direktorat Jendral Imigrasi nomor IMI-1308.GR.01.01 tanggal 20 Desember 2024 tentang pencegahan tindak pidana perdagangan orang," katanya.

Ia berpesan agar masyarakat tetap waspada kepada segala bentuk tawaran kerja atau kegiatan-kegiatan yang tidak jelas diluar negeri.

"Jangan hanya iming-iming dengan janji pendapatan besar, tawan tersebut diterima dari sumber yang tidak kredibel," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved