Sumut Terkini
Pasutri Bawa Anak Curi Tabung Gas di Tebingtinggi, Pelaku Diamuk Massa
Warga Kota Tebingtinggi dihebohkan dengan adanya video yang menunjukkan dua orang yang diduga merupakan pasutri diamuk massa.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Warga Kota Tebingtinggi dihebohkan dengan adanya video yang menunjukkan dua orang yang diduga merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri) diamuk massa.
Pasutri tersebut, dikabarkan diamuk karena diduga tertangkap tangan melakukan aksi pencurian tabung gas LPG berukuran 3Kg dari rumah salah satu warga.
Terkait hal ini, Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Mulyono menjelaskan pihaknya awalnya mendapatkan informasi terkait penangkapan pelaku pencurian ini pada Sabtu (7/2/2026) kemarin sekira pukul 14.00 WIB.
Ia menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan oleh pasutri tersebut terjadi di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Rambung, Kota Tebingtinggi.
"Awalnya kita dapat informasi dari call center, selanjutnya personel langsung menuju ke TKP untuk mengecek laporan ini," ujar Mulyono, Senin (16/2/2026).
Setibanya di TKP, Mulyono menjelaskan pihaknya mendapati seorang perempuan yang diduga sebagai pelaku pencurian tabung gas elpiji 3 Kg milik warga. Berdasarkan keterangan pelapor, pelaku diketahui berinisial JL.
"Petugas kemudian membawa pelapor dan pelaku ke SPKT Polres Tebing Tinggi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," katanya.
Setibanya di Polres, dirinya menjelaskan pihaknya memfasilitasi kedua belah pihak untuk melakukan mediasi. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Pelapor menyatakan tidak akan menuntut terduga pelaku di kemudian hari, sehingga perkara diselesaikan secara damai.
"Semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.
Diduga Sudah Sering Beraksi
Terkait tindakan masyarakat yang menghakimi Pasutri pencuri tabung gas yang membawa anak ini, diduga sudah sering meresahkan. Berdasarkan keterangan yang didapat dari salah satu saksi mata bernama Putri, menjelaskan jika kedua Pasturi tersebut sudah sering keluar masuk penjara dengan kasus pencurian.
"Sudah sering keluar masuk penjara, memang kegiatan mereka itu mencuri dan bukan sekali dua kali. Ada yang bilang sebelum daru tempat kami mereka habis ambil gas di tempat lain juga," ujar Putri.
Terkait aksi massa yang menghakimi keduanya di depan anaknya, ia menjelaskan jika awalnya masyarakat sudah ada yang ingin mengambil anak yang masih balita itu. Namun, salah satu terduga pelaku yaitu ibu dari anak tersebut tak mau melepaskan anaknya.
"Kenapa enggak diambil, kenapa dipukulin di depan anaknya, itu sudah sempat banyak yang mau ambil anaknya tapi enggak dikasih sama si perempuan," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan aksi pencurian keduanya diduga memang sudah sering dilakukan dengan turut serta membawa anaknya. Dimana, hal itu ditujukan agar anaknya dijadikan tameng sehingga saat tertangkap masyarakat merasa iba dan tak dihajar oleh massa.
(mns/tribun-medan.com)
| Ketum Hipmi Akbar Buchari Disebut Kutip Uang Rp 3,5 Milliar dari Proyek DJKA untuk Pilkada |
|
|---|
| BNI Tuntaskan Pengembalian Dana CU Paroki Aek Nabara |
|
|---|
| Instruksi Mendagri, Pemko Siantar Hibahkan Rp 25 Miliar Untuk Bener Meriah |
|
|---|
| Babak Baru, Polda Sumut Segera Naikan Penyidikan Kasus Jaksa Todong Pistol ke Sekuriti di Medan |
|
|---|
| Penggelapan Uang Gereja Rp 28 Miliar, Istri Eks Kepala Kas Bank Plat Merah Belum Jadi Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Terduga-maling-tabung-gas-di-Kota-Tebingtinggi-diamuk-massa.jpg)