Sumut Terkini
Saat Pedagang Takjil Muncul, Pengutip Parkir Liar Bikin Resah Momen Ramadan di Siantar
Hal itu terjadi di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara dalam beberapa hari awal Ramadan.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026 M yang harusnya menjadi momen mengejar amal baik justru diperparah dengan kemunculan juru parkir liar.
Hal itu terjadi di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara dalam beberapa hari awal Ramadan.
Setelah memasuki hari kedua puasa, para pemungut parkir liar ini bermunculan seiring meningkatnya pedagang takjil musiman di pinggir jalan. Jukir liar itu tersebar di setiap keramaian mulai dari Jalan Adam Malik, Jalan Kartini, Jalan Rajamin, dan beberapa titik lain.
Sewajarnya jukir liar, mereka pun tak memakai badge parkir resmi, tanpa karcis, dan tanpa memakai rompi pada umumnya. Kehadiran mereka pun dikesali oleh pedagang setempat hingga pengguna jalan.
"Entah lah. Pas ngga bulan puasa nggak ada parkir. Kok tibanya bulan puasa di sini ada dikutip parkir. Mentang-mentang di sini ada jualan," ujar pedagang sayur di Jalan Adam Malik Ujung.
Kekesalan terhadap jukir liar juga disampaikan warga yang ada di sekitaran Jalan Kartini. Setahu mereka objek parkir tak terlalu panjang. Namun yang terjadi selama Ramadan, sepanjang jalan penuh petugas parkir.
"Harusnya ditertibkan lah ini. Jangan bikin emosi orang yang sedang berpuasa. Kok mereka baru muncul saat pedagang baru buka jualan sore, kan nggak betul lagi," ujar D Damanik, warga Siantar.
Warga pun meminta ketegasan Pemko Pematangsiantar dan Polres Pematangsiantar untuk menindak orang-orang yang mengais rezeki dengan cara haram seperti jukir liar di bulan Ramadan.
Warga juga meminta Satpol-PP memberikan imbauan terukur agar pedagang musiman selama Ramadan tak memakai bahu jalan sehingga mengakibatkan penyempitan lajur lalu lintas.
"Ayolah Pemko dan Polres Siantar. Janganlah ada jukir musiman. Ini bulan puasa, semua harusnya mencari rezeki yang halal-halal saja. Kalau memang lahan parkir ya kita bayar. Kalau selama ini nggak ada jadi ada, kan bikin kita kesal," ujar D Damanik.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar Daniel Siregar meminta peran serta masyarakat untuk terus melaporkan titik-titik yang menjadi pungli parkir baru selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.
"Kepada masyarakat yang tahu di mana titiknya bisa beri informasi. Dan kami akan segera melakukan patroli penertiban jukir liar ini," pungkasnya.
(alj/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kendaraan Melintas di Tol Kisaran Tembus 9.981 Unit |
|
|---|
| Bisker Sinaga Dieksekusi ke Lapas Labuhanruku, Terpidana Penipuan Gadai Tanah Rp 170 Juta |
|
|---|
| Profil Kombes Bayu Wicaksono, Dirressiber Polda Sumut yang Bongkar Markas Judol di Royal Condominium |
|
|---|
| Pastikan Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenag Binjai Evaluasi Kepesertaan Tenaga Pendidik |
|
|---|
| Tabrak Ruko di Pasar Kaget Binjai, Mobil Putih Hancur hingga Velg Pecah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Satpol-PP-Pematangsiantar-Pantau-Penyempitan-Jalan.jpg)