Breaking News

Sumut Terkini

Bupati Tapsel Malam-malam Datangi Huntap Batangtoru, Akui Sudah Siap 80 Persen

Gus Irawan tiba di huntap untuk warga korban banjir daerah aliran sungai Batangtoru sekitar pukul 20.15 WIB. 

Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
DATANGI HUNTAP - Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu malam-malam datang ke hunian tetap warga korban banjir Batangtoru di Desa Hapesong Baru, Minggu (15/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU- Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu malam-malam datang ke hunian tetap (huntap) di Desa Hapesong Baru, Batangtoru, Minggu (15/3/2026).

Gus Irawan tiba di huntap untuk warga korban banjir daerah aliran sungai Batangtoru sekitar pukul 20.15 WIB. 

Ia datang usai melaksanakan Safari Ramadan dan berbuka puasa bersama warga Garoga di hunian sementara (huntara) Desa Napa.

Gus Irawan menjelaskan, kedatangannya malam-malam sesuai jadwal peresmian bangunan huntap yang dikerjakan oleh Yayasan Tzu Chi Indonesia.

"Tadinya kami coba siap, memang tidak seluruhnya bisa siap. Karena memang sebetulnya kontraknya sampai dengan 5 Mei 2026," kata Gus Irawan.

Ada sebanyak 227 huntap yang sedang dibangun untuk warga di lokasi ini. Sebanyak 150, kata Gus Irawan, sudah bisa siap huni.

"Tapi kami berkomitmen untuk mengejarkan supaya kalaupun tidak secara total bisa digunakan oleh masyarakat penerima manfaat sebelum lebaran. Ya, seberapa yang bisa dikejar," ujarnya.

Menurut Gus Irawan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat korban banjir umumnya bersuku Jawa tidak baik masuk rumah saat bulan puasa.

"Ada rupanya di semacam di kepercayaan di Jawa itu di hari besar. Apa namanya, punggahan puasa itu kurang baik katanya untuk mereka masuk rumah.Tapi mereka sudah diundi nomor rumah. Mereka datang juga ke sini untuk membersihkan, untuk menata perabotan itu kan ada sofa, ada meja tamu, ada meja makan, ada dua tempat tidur kasur," jelasnya.

Ditanya soal kendala pembangunan huntap, Gus Irawa menyebut Tapsel merupakan kabupaten tercepat dalam proses pemulihan pascabencana di Sumatera Utara.

"Saya kira Tapsel ini tercepat. Kalau mau dipersentasekan mungkin sudah hampir 80 persen sudah selesai. Sementara kita kan start sama-sama itu dengan Sibolga, Tapteng, Taput. Yang tercepat itu adalah di Tarsel. Maka tadinya ini mau diresmikan," ujarnya.

Gus Irawan tidak memungkiri kendala lain adalah pasokan bahan bangunan yang sempat tersendat karena bencana ini. Pihaknya terpaksa mencari seperti batu bata dari luar Tapsel.

"Jadi kendala sebetulnya di awal waktu Januari itu, material memang sudah ada. Ya ini saya tahu ini lintang pukang juga yang kerja di sini mendatangkan material itu dari mana-mana gitu. Batu-batu aja ada dari Tebingtinggi," katanya seraya menyebut Pemkab Tapsel tidak akan menyerah dengan keadaan tersebut.

(ase/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved