Indeks Kerukunan dan Demokrasi Sumut Meningkat 

Menurutnya, peningkatan tersebut dinilai menjadi satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan dan masuknya investasi ke daerah.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/ANISA
Kantor Gubernur Sumut jalan Pangeran Diponegoro, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut Mulyono mengeklaim, Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Dijelaskannya, pada tahun 2024, Indeks Kerukunan Umat Beragama Sumut tercatat sebesar 80,88 dan meningkat menjadi 81,2 pada tahun 2025. Sementara Indeks Demokrasi Indonesia Sumut naik dari 80,19 pada tahun 2024 menjadi 81,5 pada tahun 2025.

Menurutnya, peningkatan tersebut dinilai menjadi satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan dan masuknya investasi ke daerah.

“Beberapa pengukuran (indeks) ini sangat mendukung bagaimana program pembangunan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Menurut Mulyono, capaian tersebut menunjukkan kondisi sosial dan demokrasi di Sumut semakin baik, sehingga mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan.

Baca juga: Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Kapolres Labuhanbatu Kunjungi FKUB dan MUI

"Untuk terus meningkatkan capaian itu, kami Kesbangpol melaksanakan berbagai program, di antaranya edukasi dan pembekalan solidaritas ketahanan sosial serta wawasan kebangsaan bagi organisasi masyarakat dan kelompok masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Pemprov Sumut juga menggelar dialog yang melibatkan tokoh agama, pemimpin adat, dan masyarakat dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

"Program lainnya meliputi pemberantasan narkoba, sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme, hingga sosialisasi wawasan kebangsaan bagi pelajar," katanya.

Khusus dalam pemberantasan narkoba, lanjutnya, Kesbangpol menjalankan berbagai program sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Diterangkannya, Kesbangpol juga membentuk konselor adiksi untuk membantu penanganan masyarakat yang terpapar narkoba.

“Artinya konselor ini orang-orang yang memberikan bimbingan pada orang yang terpapar narkoba, rencana rehabilitasinya, mereka juga memberikan bimbingan pada masyarakat untuk deteksi dini,” ucapnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved