Sumut Terkini
Kakanwil Kemenag Sumut: Data Jadi Dasar Penting Pemetaan Potensi Konflik Keagamaan
Dengan capaian tersebut, Sumatera Utara berada di peringkat ke-10 nasional dalam indeks kerukunan umat beragama.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Qosbi menegaskan pentingnya data yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan yang efektif dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber Podcast Paskalibah Pro di Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, data yang akurat membantu pemerintah maupun organisasi masyarakat dalam mengambil langkah preventif, mulai dari pemetaan situasi hingga penyusunan strategi sosialisasi yang tepat sasaran.
“Data memiliki peran krusial dalam merawat kerukunan antarumat beragama melalui penyediaan informasi akurat mengenai potensi konflik, peta kerukunan, dan kebutuhan dialog,” ujar Ahmad Qosbi.
Ia menjelaskan, pemerintah bersama organisasi masyarakat seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dapat memanfaatkan data tersebut untuk menyusun kebijakan yang optimal dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Qosbi juga memaparkan capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sumatera Utara tahun 2025 yang mencapai skor 81,56 atau meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, Sumatera Utara berada di peringkat ke-10 nasional dalam indeks kerukunan umat beragama.
“Artinya masyarakat kita yang beragam ini bisa saling berdampingan. Semoga data terus mengalami peningkatan seiring dengan program dan aksi yang dilakukan dalam merawat kerukunan di Sumatera Utara,” katanya.
Untuk mendukung peningkatan indeks tersebut, Kementerian Agama bersama pemerintah daerah dan FKUB telah membentuk Desa Sadar Kerukunan sejak tahun 2020 sebagai upaya memperkuat toleransi di tingkat masyarakat.
Selain itu, Kanwil Kemenag Sumut juga mengembangkan sistem Early Warning System (EWS) guna mendeteksi secara dini potensi konflik sosial berdimensi keagamaan.
“Sistem ini memfasilitasi pengumpulan data real-time dari KUA dan penyuluh agama untuk memetakan kerawanan, meredam eskalasi, serta memperkuat kerukunan umat,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Ahmad Qosbi menyampaikan apresiasi kepada BPS Sumatera Utara yang selama ini menjadi mitra strategis dalam penguatan validitas data.
Turut mendampingi Kakanwil Kemenag Sumut dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama dan Pelayanan Konghucu, Ibnu Mufid serta Ketua Tim Kerja Humas Komunikasi Publik Data dan Informasi, Imam Mukhair.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
BPS
| Jalan Kampung di Langkat Diduga Diserobot, Masyarakat Geruduk Kantor Desa Naman Jahe |
|
|---|
| Kedutaan Belanda Berkunjung ke Pemprov Sumut, Bobby Minta Perkuat Kerja Sama Ketahanan Pangan |
|
|---|
| RDP Dengan Mahasiswa, Pengurus Yayasan UNHKBP Nommensen Jawab Puluhan Keluhan |
|
|---|
| Polda Sumut Sita 3 Rumah dan 6 Usaha Diduga Hasil Gelapkan Rp 28 Miliar Dana Jemaat Gereja |
|
|---|
| 3 Rumah dan 6 Usaha Eks Pejabat Pelat Merah Disita, Diduga Hasil Penggelapan Uang Jemaat Aek Nabara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/VALIDITAS-DATA-Kepala-Kanwil-Kementerian-Agama.jpg)