Wakil Gubernur Jadi Inspektur Upacara, Maknai Harkitnas dengan Semangat Persatuan

Harkitnas dimaknai sebagai penguatan kolaborasi seluruh elemen bangsa demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
HARKITNAS KE-118- Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya saat menjadi Inspektur pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026, di Lapangan Astaka Dispora Provsu, Rabu (20/02/2026). Upacara ini berjalan dengan lancar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumut menggelar kegiatan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 di Lapangan Astaka, Medan. Dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menjadi Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Surya membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid. Dalam pidato yang dibacakan Surya, peringatan ini sekaligus menjadi refleksi atas lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang disebut sebagai ‘Fajar Menyingsing’ bagi kesadaran berbangsa.

Selain itu, kata Surya, Harkitnas dimaknai sebagai penguatan kolaborasi seluruh elemen bangsa demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan. Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa,” ujar Surya, membacakan pidato Menkomdigi.

Usai upacara, Surya mengatakan semangat Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai semangat persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Harkitnas 2026, Rico Waas Gaungkan Semangat Boedi Oetomo dan Literasi Digital

“Oleh karena itu, beda perjuangan tahun 1908 dengan sekarang. Kebangkitan dulu kan harus memotivasi para generasi muda, untuk persiapan dalam rangka merebut kemerdekaan. Kalau sekarang, kebangkitan itu sesuai dengan porsi dan tugas kita masing-masing,” katanya.

Sebagai bagian dari perjalanan bangsa, Surya menegaskan Pemerintah Provinsi Sumut memaknai kebangkitan sebagai upaya menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik. Hal-hal yang sudah baik, menurutnya, perlu terus ditingkatkan, sementara yang masih kurang harus diperbaiki.

“Untuk Sumatera Utara kita mengimbau kepada seluruh kabupaten/kota agar melaksanakan hal yang sama. Kolaborasi Sumut Berkah, itu ikatan kita, karena tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Surya juga mengajak seluruh masyarakat terus bangkit dan memperbaiki kualitas diri, perekonomian, serta sumber daya manusia (SDM).

"Hal tersebut sejalan dengan pidato Menkomdigi yang menyebut Kebangkitan Nasional sebagai proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yakni menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa," jelasnya.

Diketahui, dalam upacara Harkitnas, juga dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap, jajaran pimpinan perangkat daerah, unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, aparatur pemerintah, TNI/Polri, partai politik, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved