Bobby Sempat Kecewa soal Dana R3P, Langsung Menghadap Presiden
dari anggaran yang sudah ditetapkan pada tahun 2026, Pemprov Sumut kembali menyesuaikan anggaran untuk bencana.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution kembali curhat soal pihaknya yang sempat kecewa karena mendapat dana Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencna (R3P) Rp 2,3 triliun dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Di hadapan Wakil Komandan Sesko TNI, Mayor Jendral TNI Teguh Raharjo, Bobby awalnya menjelaskan jumlah dana TKD dan R3P yang didapat Pemprov Sumut.
Dijelaskannya, dari anggaran yang sudah ditetapkan pada tahun 2026, Pemprov Sumut kembali menyesuaikan anggaran untuk bencana.
"Dari Pak Presiden ditambah dengan dana yang dua minggu lalu sudah disahkan. Kami Pemprov Sumut akhirnya berhasil mendapat dana R3P. Sebesar Rp 23,33 triliun selama 3 tahun mulai dari 2026-2028," ucapnya saat sambutan di acara Pembekalan kepada Peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026, di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (9/6/2026).
Diterangkannya, pada saat pendataan, pihaknya sudah mencoba berkomunikasi agar dana R3P disesuaikan.
Baca juga: Pemulihan & Penguatan Masyarakat Sumut Pascabencana: UT Hadir melalui PkM Nasional Kebencanaan 2026
"Pada saat pendataannya, kami sedikit keberatan dengan menteri terkait karena kami di kasih Rp 2,3 triliun dan enggak ada direspon dan betul-betul diumumkan. Padahal kami mengajukan, besarannya tidak segitu," ucapnya.
Namun, ternyata komunikasi dengan pihak Kementerian tidak berhasil dan besaran dana R3P tetap diumumkan sebesar Rp 2,3 triliun.
"Akhirnya, Saya bilang tidak ada cara lain, saya lapor ke Presiden langsung. Alhamdulillah, direspon dan akhirnya kami mendapat Rp 23,33 triliun tapi dana dipegang oleh pihak Kementerian yang bekerja sama dengan Sumut," ucapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Medan, total dana Transfer ke Daerah (TKD) yang didapat Pemprov Sumut sebesar Rp 1,134 triliun. Sementara total dana R3P yang didapat Pemprov Sumut sebesar Rp 23,33 triliun. Semua anggaran tersebut diperuntukkan bagi pemulihan bencana.
Untuk dana TKD itu dirincikan penanganan pendidikan sebesar 16,81 persen atau Rp 190.539.048.060. Penanganan kesehatan sebesar 8,07 persen atau Rp 91.582.037.244.
Kemudian untuk penanganan infrastruktur sebesar 57,26 persen atau sebesar Rp 649.699.365.376. Selain itu penanganan pertanian sebesar 3,13 persen atau sebesar Rp 35.489.636.686. Terakhir untuk urusan penanganan bencana lainnya sebesar 14,72 persen atau sebesar Rp 166.809.097.634.
Pergeseran anggaran ini sudah selesai dengan diterbitkannnya Pergub no 17 taun 2026 tentang Pembagian Dana TKD.
Sementara untuk dana R3P sebesar Rp 23,33 triliun itu akan dipegang oleh pemerintah pusat yang membantu pembangunan pasca bencana di Sumut.
Kementerian tersebut terdiri dari Kementerian PUPR sebesar Rp 16,78 triliun, Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 1,34 triliun, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Rp 1,10 triliun, Kementerian Pertanian Rp 761,65 miliar, dan Kementerian Agama sebesar Rp 740,21 miliar.
| Pemulihan & Penguatan Masyarakat Sumut Pascabencana: UT Hadir melalui PkM Nasional Kebencanaan 2026 |
|
|---|
| Pascabencana, Pemprov Sumut Prioritaskan Perbaikan Lima Sektor |
|
|---|
| Anggaran Penanganan Pascabencana ke Sumut akan Ditambah, Gubsu Bobby: Angkanya Belum Terinfokan |
|
|---|
| Komisi VIII DPR RI Apresiasi Penanganan Pascabencana Pemkab Deli Serdang |
|
|---|
| Pemulihan Bencana, Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng Sudah Berlangsung Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-sentil-kepala-desa-yang-tidak-hadir-pelatihan-BPBD_.jpg)