Sumut Terkini

45 SPPG di Sumut Tak Beroperasi, KPPG Medan: karena Anggaran  

Tak beroperasinya SPPG itu disebabkan oleh belum masuknya anggaran operasional dari APBN  yang belum masuk.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
45 SPPG Berhenti Beroperasi- Proses persiapan makanan di Dapur SPPG Sidikalang untuk diberikan kepada siswa - siswi yang ada di Kabupaten Dairi, Jumat (13/6/2025). Sebanyak 45 SPPG berhenti beroperasi. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Medan, Donal Simanjuntak mengatakan, ada 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumut yang tak beroperasi hingga hari ini, Rabu (10/6/2026).  

Hal itu diketahui dari laporan yang masuk ke pihakknya.

Sejauh ini 45 SPPG itu terdiri dari 11 SPPG Asahan dan 34 SPPG Siantar. 

Menurutnya, tak beroperasinya SPPG itu disebabkan oleh belum masuknya anggaran operasional dari APBN yang belum masuk.

"Jadi ada laporan sporadis gitu, dana yang belum top up biasa begitu. Cuma tidak sebanyak yang sekarang. Asahan ada 11, di Pematang Siantar 34. Total 45 SPPG yang tak beroperasi," katanya.

Diterangkannya, sejauh ini belum ada laporan lagi dari 33 Kab/Kota SPPG yang berhenti beroperasi gara-gara anggarann operasionalnya belum masuk.

"Yang melapor dua kabupaten itu. Kita enggak punya data konkret hari ini. Ini yang melapor,  yang saya tahi kalaau enggak lapor artinya tidakk ada masalah," jelasnya.

Ia juga membeberkan penyebab 45 SPPG Sumut yang berhenti beroperasi. Diantaranya karena permasalahan pengelolaan data dari pemerintah pusat.

"Penyebabnya ini, kan ada transaksi di Jakarta. Pengelolaannya semua di Jakarta kalau namanya, Jakarta itu se Indonesia.

Maka memerlukan sumber daya yang cukup untuk melototin Virtual  Account seluruh Indonesia maka ini menjadi pekerjaan besar juga, setelah dari situ prosesnya  langung ke kementerian. Jadi memang  ada tahapan begitu,"ucapnya.

Namun di sisi lain, berdasarkan penilaian Donal, penyebab dari keterlambatan anggaran ini karena kepala dapur tidak konsisten membuat laporan harian sehingga terjadi keterlambatan pembayaran

"Indikasiinya ada kepala dapur yang tidak konsisten membuat laporan harian. Itu kalau meereka konsisten, bikin laporan harian. Setiap Rabu pusat mengecek seluruh rekening apanyang berkurang baru nanti di top up," ucapnya. 

Namun dari SPPG yang berhenti beroperasi,  lanjutnya sudah ada  laporan keuangan dari pusat sudah cair.

"Kami mendapat laporan kemarin sebagian sudah cair, data lengkapnya dari pusat. Sebagian ada yang belum cair. Karena, itu tadi perlu waktu," jelasnya.  

Ia juga tidak menjelaskan secara rinci siapa pemilik 45 SPPG yang berhenti beroperasi karena anggaran dari pusat belum cair. 

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved