Berita Timnas

3 Target Timnas Indonesia Setelah Patrick Kluivert Dipecat, PSSI Berjanji . . .

Erick Thohir menegaskan pemutusan hubungan kerja ini bukan hanya Patrick Kluivert tapi juga tim kepelatihan

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
ERICK THOHIR - Ketum PSSI Erick Thohir 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah Patrick Kluivert dan tim kepelatihan dari Belanda dipecat, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkap 3 target Timnas Indonesia ke depan.

Di antara target tersebut yakni meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2030.

Seperti diberitakan, asisten Kluivert dalam tim kepelatihan termasuk Denny Landzaat, Alex Pastoor dan Gerald Vanenburg juga ikut dipecat.

PATRICK KLUIVERT - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan jajaran staf pelatih saat berada di bench
PATRICK KLUIVERT - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan jajaran staf pelatih saat berada di bench ((Timnas Indonesia))

Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 membuat Patrick Kluivert tidak melanjutkan pekerjaannya menukangi Timnas Indonesia meski dikontrak dua tahun. 

Baca juga: Jumlah Pesangon yang Harus Dibayarkan PSSI Usai Pecat Patrick Kluivert, Tembus Puluhan Miliar?

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberi pesan kepada Patrick Kluivert usai tak lagi menangani Timnas Indonesia.


Erick Thohir menegaskan pemutusan hubungan kerja ini bukan hanya Patrick Kluivert tapi juga tim kepelatihan. 

 

“Terima kasih atas kontribusi yang sudah diberikan Coach Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihan selama hampir 12 bulan untuk PSSI & Timnas Indonesia,” tulis Erick Thohir dalam akun Instagram pribadinya, Kamis (16/10/2025).

“Dengan penuh rasa hormat, PSSI dan Coach Patrick & Tim Kepelatihan sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini,”

“Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia dan berjuang bersama untuk Merah Putih,” sambungnya.


Erick Thohir juga mengucapkan terima kasih kepada suporter Timnas Indonesia yang selalu memberi dukungan terhadap skuad Garuda.

 

“Terima kasih juga untuk seluruh suporter, pemain beserta keluarga dan ofisial yang sudah berjuang dan memberikan dukungan untuk Timnas Indonesia yang bisa melaju hingga Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang merupakan sejarah dalam dunia sepak bola Indonesia,” terang Erick.

Erick Thohir berjanji pihaknya akan mengevaluasi dan meningkatkan pencapaian-pencapaian selanjutnya. 

Pasalnya Timnas Indonesia punya agenda besar di mana salah satunya menembus 100 besar ranking FIFA.

Timnas Indonesia memiliki banyak agenda penting yang harus dilakoni dan butuh pelatih mumpuni untuk mewujudkan target tersebut. 

Tiga target yang dimaksud adalah menembus ranking 100 besar FIFA, Piala Asia 2027, dan Piala Dunia 2030,

“Kita akan melakukan evaluasi dan menentukan target bagi Timnas Indonesia berikutnya untuk bisa masuk ranking 100 besar FIFA, Piala Asia 2027, dan Piala Dunia 2030,” pungkasnya.

Sumardji Minta Evaluasi Kluivert

Manajer Timnas Indonesia Sumardji mengatakan dari skala prioritas, evaluasi pertama yang harus dilakukan atas gagalnya Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2026 adalah tim pelatih yakni Patrick Kluivert dan kawan kawan.

Hal itu dikatakan Sumardji di tayangan Kompas TV, Senin (13/10/2025) saat ditanya evaluasi apa dan dibagian apa atas gagalnya Timnas Indonesia.

"Ya tim pelatih. Kalau saya. Pemain kan hanya menjalankan instruksi pelatih. Strategi apa yang disampaikan yang harus dijalankan oleh pemain itu kan dari pelatih. Saya kebetulan cukup lama sekali di tim ini dan berganti pelatih pun juga saya ada di situ," kata Sumardji.

Sumardji diketahui menjadi manajer timnas sejak Oktober 2023 saat mengawali ronde pertama kualifikasi Piala Dunia 2026, melawan Brunei Darussalam.

"Boleh dikatakan ibaratnya sejak lahir sampai dengan saat sekarang ini, saya selalu ada dan saya selalu melekat di tim, siang malam. Kalau tim TC saya juga tungguin anak-anak. Jadi saya tahu gitu," ujarnya.

"Jadi kalau ditanya evaluasi apa, ya pelatih yang harus dievaluasi, titik tidak ada lain," tegas Sumardji.

Apakah pendapatnya itu akan sama dengan PSSI, Sumardji mengatakan dirinya memilik kewajiban untuk menyampaikan dan melaporkan semua tentang perjalanan timnas, khususnya di round 4 ke PSSI.

"Nah, itu semua kan nanti kita sampaikan di rapat EXCO. Di situlah nanti saya akan paparkan semua, apa yang saya alami dan apa yang terjadi. Sehingga nanti semua biar tahu, biar mohon maaf, agar tidak salah dalam mengambil keputusan lagi begitu," kata Sumardji,

Sumardji mengatakan akan membuat laporan secara resmi ke ketua umum PSSI dan juga ke Exco PSSI.

"Karena kan memang pertanggung jawabannya ke situ. Saya selaku manajer dan saya selaku ketua BTN (Badan Tim Nasional). Itu kewajiban saya untuk melaporkan ini semua. Nanti keputusan selanjutnya itu ada di rapat EXCO. Seperti apa nanti harapannya kita harus berbenah, gak boleh seperti ini," papar Sumardji.

 

Baca juga: PEMBELAAN Dheninda Chaerunnisa Anggota DPRD Ejek Pendemo, Ngaku Bingung Bibirnya Semiring Itu

Sumardji menjelaskan usia laga Timnas Indonesia dikalahkan Irak 0-1, di hotel Ketum PSS Erick Thohir sudah bicara dengan para pemain dan official yang terpukul atas hasil mengecewakan ini.

"Pak Ketua Umum ngobrol dengan pemain dengan official secara keseluruhan. Dan momentum itu juga dipakai untuk pemain sekalian berpamitan," kata Sumardji,

Karena mayoritas kata dia para pemain bermain di Eropa sehingga harus kembali ke klub masing-masing.

"Dan momen itu juga dipakai untuk bertemu dengan keluarga pemain yang kebetulan ada semua di hotel. Sehingga momen itulah yang kita pakai untuk sekaligus perpisahan dan kita mengakhiri perjalanan timnas senior ini dengan hasil yang sangat menyedihkan, yang sangat betul-betul membuat hati kami semuanya sedih dan tidak bisa berkata apa-apa lagi," kata Sumardji.

Karena kata Sumardji semuana sudah berusaha dan berjuang, khususnya para pemain yang memberikan semuanya kepada timnas Indonesia.

Namun karena hasilnya juga tidak sesuai dengan harapan kita semua, itulah yang kami sangat menyesal," ujar Sumardji.

Sumardji menjelaskan perjalanan timnas senior ini cukup panjang mulai Oktober 2023.

"Artinya saya selalu bersama-sama dengan para pemain silih berganti, berdatangan ada promosi, degradasi antar pemain. Ini sudah 3 tahun lamanya. Tentu ini kan membuat kita semuanya benar-benar sangat kecewa, sangat sedih dengan hasil tragis ini," kata Sumardji.

Menurut Sumardji semua official dan para pemain tidak mengira bakal menerima hasil dua kali kalah dari Arab Saudi dan Irak di round ke 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini.

"Khususnya para pemain juga tidak percaya dengan hasil ini. Karena pemain hanya menjalankan tugas ya. Sekali lagi para pemain ini hanya menjalankan taktik, strategi yang disampaikan oleh pelatih. Sehingga pemain merasa dengan hasil ini sangat-sangat membuat hatinya hatinya benar-benar kecewa ya," ujarnya.

"Saya bisa menggambarkan kami semua menangis di ruang ganti. Jadi di ruang ganti kami semua menangis. Kami juga mengevaluasi diri kenapa kok bisa seperti ini. Padahal kami jujur dari kami datang, kami saling berbicara dan kami yakin bahwa kita akan bisa lolos di round 4 ini gitu," ujar Sumardji.


Tetapi, menurut Sumardji, kembali lagi bahwa yang harus dilihat para pemain hanya menjalankan strategi dan menjalankan apa yang disampaikan oleh pelatih.

"Saya kira pemain, sudah betul-betul bekerja sesuai dengan apa yang diinstrusikan pelatih. Terlepas hasilnya tidak bagus, saya minta semuanya untuk bisa mengerti dan saya kembali lagi tidak bisa mengungkapkan situasi ini. Para pemain yang belum kembali masih bertanya-tanya, kenapa kok sampai hasilnya sejelek ini," ujarnua.

Sehingga, kata Sumardji di official juga akan mengevaluasi diri untuk berbenah diri agar lebih baik lagi ke depannya.

Sumardji, mengatakan bahwa masa depan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif PSSI dalam waktu dekat.

"Sekali lagi ya, soal Patrick Kluivert, saya kira nanti akan diputuskan dalam rapat Exco. Sekali lagi, saya akan sampaikan apa adanya di rapat Exco. Saya tidak akan tutup-tutupi mana yang baik, mana yang tidak baik. Semua akan saya sampaikan apa adanya," kata Sumardji.
  
Sumardji menjadi sosok yang mengikuti perjalanan skuad Garuda sejak awal.

Ia mendampingi Rizky Ridho dan kawan-kawan sejak babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2023.

"Sekali lagi ini karena saya ini berada di tim mulai dari putaran pertama, Oktober 2023 sampai dengan sekarang, TC juga saya ada, semua saya ada di situ. Saya tidak pernah jauh-jauh dari anak-anak dari tim ini sehingga saya akan sampaikan apa adanya," katanya.

Karenanya Sumardji meminta agar dalam rapat Exco PSSI nanti semua anggota Exco harus berani mengambil sikap tegas.

Sumardji meminta Komite Eksekutif PSSI mengevaluasi, tak hanya Kluivert, tetapi juga kinerja tim kepelatihannya, seperti Alex Pastoor dan Denny Landzaat di kursi asisten pelatih.

Ya tentu, tentu. Tadi kan saya sampaikan. Laporan saya ini akan dipakai untuk evaluasi secara keseluruhan. Termasuk salah satunya adalah tim kepelatihan di bawah asuhan Patrick Kluivert," ucapnya.

Mengenai kekurangan yang dimiliki Kluivert dan tim kepelatihannya, Sumardji akan mengungkapnya dalam rapat exco.

"Ya, kalau saya ditanya soal itu, saya akan laporkan itu nanti ke rapat Exco. Saya akan laporkan terperinci kekurangan-kekurangannya apa, tentu nanti supaya itu diputuskan dalam rapat," tuturnya.

Seperti diketahui Indonesia gagal ke Piala Dunia 2026, setelah terhenti di putaran ke 4 kualifikasi.

Skuad Garuda menelan dua kekalahan di dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat.

Di laga pertama, Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi dan kemudian di laga kedua mereka kalah 0-1 dari Irak.

Baca juga: Daftar Nama Pejabat Sumut Penerima Uang Haram Proyek Korupsi Jalan, Hakim Buka-bukaan Puluhan Orang

 (*/TRIBUN-MEDAN.com)

Baca juga: AKHIRNYA Patrick Kluivert Dipecat, Begini Penjelasan Resmi PSSI

Sumber: wartakota/ tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved