Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 Terancam Batal, 3 Penyebab Ini Buat Amerika Dihantui Masalah Politik Global

Seruan untuk memboikot Piala Dunia FIFA 2026 juga semakin kencang didengungkan di media sosial.

IST
PIALA DUNIA 2026 - Bola resmi Piala Dunia 2026 Trionda dan trofi Piala Dunia 2026. Pertandingan sengit ajang Piala Dunia 2026 akan ditayangkan oleh TVRI selaku pemegang hak siarnya. Pemerintah dan warga bisa gelar nonton bareng (nobar). 

TRIBUN-MEDAN.com - Ajang Piala Dunia FIFA 2026 terancam batal atau ditunda yang akan diselenggarakan pada 11 Juni sampai 19 Juli 2026 mendatang.

Pada edisi Piala Dunia 2026 kali ini tiga negara menjadi tuan rumah, yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Sejumlah faktor menjadi penyebab ajang olahraga sepak bola terbesar di dunia itu.

Selain karena faktor harga tiket dan keamanan, masalah politik global juga menghantui.

Seruan untuk memboikot Piala Dunia FIFA 2026 juga semakin kencang didengungkan di media sosial.

Baca juga: JADWAL Siaran Championship Hari Ini, PSS Sleman Vs PSIS, Garudayaksa FC Vs Bekasi City Live Vidio

1.Masalah Imigrasi di Amerika Serikat

Seruan untuk memboikot Piala Dunia 2026 muncul karena meningkatnya keresahan, kekhawatiran masalah imigrasi.

Pasalnya saat ini dan ke depannya, pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus melakukan razia terhadap para pendatang ilegal dari daratan Amerika latin.

Hal ini jadi masalah karena mayoritas penggemar sepak bola dan  terutama tim yang akan bertanding di Piala Dunia 2026 mayoritas datang dari daratan Amerika tengah dan selatan seperti Meksiko, Kanada, Brasil, Argentina, dan lainnya.

Beberapa waktu lalu pemerintah Amerika Serikat bahkan berencana menggerebek tim-tim dari Amerika Tengah dan Selatan.

Baca juga: Real Madrid vs Barcelona Final Piala Super Spanyol, Mbappe dkk Singkirkan Atc Madrid di Semifinal

Pemimpin White House's World Cup 2026 Andrew Giuliani bilang kalau Presiden Donald Trump tidak akan melonggarkan kebijakan soal imigrasi.

Apalagi  AS diprediksi akan kedatangan 5-7 juta pengunjung selama Piala Dunia 2026 nanti.

"Saya membatalkan tiket Piala Dunia saya," kata Mohamad Safa, Direktur Eksekutif Organisasi Non-pemerintah Patriotic Vision, yang memiliki hampir 500.000 pengikut di X seperti dikutip dari Newsweek.

"ICE (petugas imigrasi AS) mungkin memutuskan bahwa saya adalah anggota geng dan saya akan dikurung di penjara selama setahun tanpa dakwaan tanpa sidang, tanpa pengadilan, tanpa hak untuk berkonsultasi dengan pengacara, tanpa panggilan telepon. AS tidak aman untuk dikunjungi."

"Jika AS memutuskan hubungan dengan dunia, mengapa dunia tidak boleh memutuskan hubungan dengan AS, dimulai dari Piala Dunia, terutama karena pembunuhan oleh ICE di Minnesota menegaskan bahwa AS bukanlah tempat yang aman bagi pengunjung dan imigran," tulis Ajamu Baraka, seorang aktivis sayap kiri dan mantan kandidat Partai Hijau di X.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved