PSMS Medan
PSMS Medan Amankan Tiga Poin, Ari Maring Jadi Pembeda Saat Hadapi Adhyaksa FC
Sejak awal pertandingan, PSMS Medan tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– PSMS Medan sukses mengamankan tiga poin penting saat menjamu Adhyaksa FC pada lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026 di Stadion Utama Sumatra Utara, Minggu (11/1/2026).
Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim berjuluk Ayam Kinantan itu menang tipis dengan skor 1-0 berkat gol cepat Ari Maring di babak pertama.
Sejak awal pertandingan, PSMS Medan tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan.
Tekanan yang diberikan membuahkan hasil ketika Ari Maring berhasil mencetak gol pembuka yang sekaligus menjadi satu-satunya gol dalam laga tersebut.
Keunggulan 1-0 membuat PSMS lebih percaya diri dalam mengontrol jalannya pertandingan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Adhyaksa FC melakukan perubahan dengan memasukkan Rahmad Dandi dan Roy Sandi untuk menggantikan Satrio dan Hartono.
Pergantian ini bertujuan menambah daya gedor tim tamu.
Namun, baru satu menit berjalan, Roy Sandi sudah harus menerima kartu kuning setelah melanggar Dani Saputra pada menit ke-46.
Wasit lapangan Yoko Suprianto sempat berkomunikasi dengan wasit VAR, tetapi keputusan kartu kuning tetap dipertahankan.
Lima menit awal babak kedua berjalan cukup seimbang. Kedua tim saling mencoba membangun serangan, meski belum ada peluang bersih yang membahayakan gawang masing-masing.
Adhyaksa FC mulai meningkatkan intensitas permainan dan pada menit ke-53 sempat mendapatkan peluang melalui situasi sepak pojok.
Bola muntah di dalam kemelut jatuh ke kaki Abdillah, namun wasit lebih dulu meniup peluit karena menganggap sang pemain berada dalam posisi offside.
Memasuki menit ke-60, permainan PSMS Medan terlihat sedikit menurun. Mereka mulai lebih banyak ditekan oleh Adhyaksa FC yang berusaha keras menyamakan kedudukan.
Menyikapi kondisi tersebut, PSMS melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Ichlasul Qadri untuk menggantikan Adlin Cahya pada menit ke-60.
Tekanan Adhyaksa kembali membuahkan peluang pada menit ke-65. Abdillah mengirimkan umpan silang dari sisi kanan lapangan yang berhasil disambut tandukan Adilson di dalam kotak penalti.
Namun, penjaga gawang PSMS Medan, Reky Rahayu, tampil gemilang dengan mengamankan bola dan menggagalkan peluang emas tersebut.
PSMS Medan tidak tinggal diam. Satu menit berselang, tepatnya pada menit ke-66, tuan rumah mendapat peluang melalui skema serangan dari sisi kiri.
Dani Saputra berhasil melewati hadangan pemain bertahan Adhyaksa sebelum mengirimkan bola kepada Ari Maring.
Maring kemudian menggiring bola masuk ke kotak penalti dan melepaskan sepakan kaki kanan, namun kiper Adhyaksa FC, Jefri, masih sigap menepis bola.
Pada menit ke-70, Adhyaksa kembali melakukan pergantian pemain dengan menarik keluar Fayrushi dan memasukkan Kadir Toyo.
Tak lama kemudian, PSMS Medan harus menerima kartu kuning setelah Nazaruddin melakukan tekel keras terhadap Kadir Toyo pada menit ke-71. Pelanggaran tersebut menghadiahkan tendangan bebas di sisi kanan kotak penalti untuk Adhyaksa.
Konate yang bertindak sebagai eksekutor mengirimkan bola ke tiang jauh, tetapi masih mampu dihalau oleh lini pertahanan PSMS.
Tekanan Adhyaksa semakin meningkat. Pada menit ke-77, Konate kembali mengancam lewat tembakan keras dari luar kotak penalti.
Reky Rahayu kembali menunjukkan kelasnya dengan menepis bola, yang berujung pada sepak pojok untuk tim tamu.
Di menit yang sama, PSMS Medan melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Reyki Fariz dan Lastori, menggantikan Dani Saputra dan Wadil.
Menjelang akhir laga, Adhyaksa FC kembali memperoleh peluang melalui tendangan bebas di depan kotak penalti setelah Reyki Fariz melakukan pelanggaran pada menit ke-85.
Rahmad Dandi dipercaya sebagai eksekutor, namun sepakan yang dilepaskannya masih melenceng ke sisi kanan gawang PSMS Medan.
Wasit memberikan tambahan waktu empat menit. Pada sisa waktu tersebut, Adhyaksa terus mencoba menekan, namun pertahanan PSMS Medan tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.
Skor 1-0 untuk kemenangan PSMS Medan pun bertahan hingga akhir laga.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi PSMS Medan untuk menatap pertandingan selanjutnya, sekaligus menjaga asa bersaing di papan klasemen Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Sebelumnya di babak pertama, Tim berjuluk Ayam Kinantan mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu demi mengamankan keunggulan cepat.
Peluang pertama PSMS Medan hadir pada menit ke-4.
Dani Saputra dijatuhkan lawan di sisi kanan kotak penalti, sehingga PSMS mendapat tendangan bebas.
Dani yang menjadi eksekutor mengirimkan bola ke dalam kotak penalti, namun belum mampu dimaksimalkan oleh rekan-rekannya.
Bola hanya berbuah sepak pojok bagi PSMS Medan.
Tekanan PSMS Medan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-9. Gol pembuka lahir melalui Ari Maring.
Serangan dibangun rapi dari sisi kanan, saat Rudiyana mengirimkan umpan matang ke arah Ari Maring yang berdiri bebas tanpa pengawalan ketat.
Tanpa melakukan kontrol, Ari Maring langsung melepaskan tembakan placing menggunakan kaki kanan.
Bola meluncur deras ke tiang jauh dan gagal diantisipasi oleh kiper Adhyaksa FC. Gol tersebut membuat PSMS Medan unggul sementara 1-0.
Tertinggal satu gol, Adhyaksa FC berusaha bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, mereka nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-11.
Kesalahan antisipasi di lini pertahanan PSMS membuat bola liar jatuh ke kaki penyerang Adhyaksa, Adilson.
Kiper PSMS, Reky Rahayu, yang keluar dari sarangnya berhasil dilewati Adilson.
Namun, penyelamatan krusial dilakukan oleh Kim yang memotong bola tepat di depan gawang dan menggagalkan peluang emas Adhyaksa.
Situasi tersebut hanya menghasilkan sepak pojok bagi tim tamu.
Setelah itu, permainan berjalan lebih berimbang.
Kedua tim saling melakukan jual beli serangan, namun belum ada peluang yang benar-benar membahayakan gawang masing-masing.
Adhyaksa FC kembali mengancam pada menit ke-20. Serangan dari sisi kanan membuat Dedi berhasil menusuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan umpan silang.
Namun, bola masih mampu dipotong oleh barisan pertahanan PSMS Medan sebelum akhirnya diamankan oleh kiper Reky Rahayu.
PSMS Medan tak tinggal diam. Pada menit ke-29, peluang kembali diciptakan melalui Wadil.
Gelandang PSMS tersebut mendapatkan ruang tembak di luar kotak penalti dan langsung melepaskan tendangan keras kaki kiri.
Sayangnya, kiper Adhyaksa FC, Jefri, masih sigap menepis bola sehingga hanya menghasilkan sepak pojok bagi PSMS Medan.
Petaka kemudian terjadi pada menit ke-36. Insiden benturan keras melibatkan pemain PSMS Medan Saddam Hi Tenang dan pemain Adhyaksa FC Galuh.
Benturan tersebut membuat Saddam terkapar di lapangan dalam kondisi serius.
Tim medis langsung memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan.
Bahkan, sebuah ambulans harus masuk ke area lapangan karena kondisi Saddam dinilai tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan.
Saddam Hi Tenang akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans. Sementara itu, Galuh yang juga mengalami cedera tampak pincang dan ditandu keluar lapangan.
Kedua tim pun melakukan pergantian pemain. PSMS Medan menggantikan Saddam Hi Tenang dengan Arif Setiawan, sedangkan Adhyaksa FC memasukkan Rangga untuk menggantikan Galuh.
Lamanya penanganan cedera membuat wasit memberikan waktu tambahan hingga 11 menit pada babak pertama.
Namun, meski waktu tambahan cukup panjang, kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Permainan berjalan lebih hati-hati hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan.
Skor 1-0 untuk keunggulan PSMS Medan pun bertahan hingga turun minum, dengan gol tunggal Ari Maring menjadi pembeda sementara dalam duel sengit tersebut.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Fendi Jonathan Enjoy Jalani Satu Musim Jadi Presiden PSMS Medan, Bertekad Bidik Promosi Musim Depan |
|
|---|
| RESMI Legimin Rahardjo Jadi Direktur PSMS Medan U-19, Fokus Manfaatkan Pemain Lokal Sumut |
|
|---|
| PSMS Medan Sebut Minimnya Persiapan Jadi Faktor Utama Kegagalan di EPA Championship |
|
|---|
| SMeCK Hooligan Dukung Pemulangan Rachmad Hidayat ke PSMS Medan Musim Depan |
|
|---|
| Presiden PSMS Fendi Jonathan Benarkan Negosiasi Pemulangan Rachmad Hidayat ke Ayam Kinantan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemain-PSMS-Medan-merayakan-gol-yang.jpg)