Liga Belanda
TARGET Baru Maarten Paes di Ajax Amsterdam, Bukan Cuma Jadi Kiper Utama, Joeri Heerkenz Cemburu
Dengan statusnya sebagai pemain berpengalaman, Paes ingin memimpin rekan-rekannya di dalam dan luar lapangan.
TRIBUN-MEDAN.com - Kiper Timnas Indonesia yang baru bergabung Ajax Amsterdam, Maarten Paes memiliki target baru bersama timnya bukan cuma jadi kiper utama saja.
Maarten Paes bergabung Ajax Amsterdam tepat pada deadlineday bursa transfer musim dingin 2026.
Dia didatangkan dengan biaya mencapai 1,25 juta euro atau setara 29,7 miliar rupiah dari klub Amerika Serikat, FC Dallas.
Kedatangannya ini tak lepas dari hengkangnya kiper gaek De Godenzonen, Remko Pasveer, ke Heracles Almelo.
Baca juga: Tak Masuk Kerja Berhari-Hari, Anak Kos Jaya Siburian Ditemukan Meninggal di Dalam Kos
Kepergian Pasveer membuka jalan bagi Paes bergabung Ajax Amsterdam dan kembali bermain di Belanda.
Meski begitu, kiper keturunan Kediri, Jawa Timur, tersebut tak serta-merta langsung menjadi pilihan utama.
Paes bahkan harus menunggu nyaris tiga pekan untuk mencatatkan debutnya bagi De Amsterdammers.
Usai bergabung dan melakoni debutnya, mantan kiper FC Utrecht itu buka-bukaan mengenai targetnya bersama klub ibu kota Belanda itu.
Baca juga: Juventus Tersingkir, Drawing 16 Liga Champions, Berpotensi Duel PSG vs Barcelona atau PSG vs Chelsea
Sebagai kiper, jelas jika target utama Paes di Ajax Amsterdamadalah menjadi penjaga gawang utama.
Namun kiper yang juga pernah membela NEC Nijmegen itu tak hanya ingin menjadi kiper utama saja, melainkan juga menjadi pemimpin bagi rekan-rekannya.
Hal ini tak lepas dari statusnya sebagai salah satu pemain veteran dan berpengalaman di kubu De Godenzonen.
Dengan statusnya sebagai pemain berpengalaman, Paes ingin memimpin rekan-rekannya di dalam dan luar lapangan.
Paes mengaku memiliki modal berharga untuk bisa menjadi pemimpin di skuad Ajax, yakni dengan pengalaman yang didapatnya bersama FC Dallas.
Baca juga: LIGA CHAMPIONS - Bagan 16 Besar UCL, Potensi Final Kepagian PSG Vs Barca, Real Madrid Vs Man City
Di klub MLS itu, dia sempat dipercaya sebagai kapten dan juga menjadi sosok yang dipercaya oleh rekan-rekannya.
"Sejak hari pertama, saya menunjukkan kehadiran saya dalam rapat, sesi latihan, dan bahkan selama pertandingan," buka Paes, dikutip BolaSport.com dari Ajax1.
"Di FC Dallas, saya banyak belajar, termasuk mengambil peran kepemimpinan. Saya bahkan menjadi kapten di sana."
"Saya pikir saya juga bisa menjadi pemimpin di Ajax. Tapi pertama-tama, Anda harus mendapatkan rasa hormat dari rekan satu tim Anda," pungkasnya.
Sementara itu, Maarten Paes telah mencatatkan debutnya bagi Ajax saat menghadapi mantan klubnya, NEC Nijmegen.
Di pertandingan tersebut, kiper berpostur 192 cm itu tampil solid dengan membuat 7 saves atau penyelamatan.
Sayangnya penampilan solidnya ternoda dengan sebiji gol dari kubu lawan yang dicetak oleh Darko Nejasmic.
Meski begitu, Paes tetap berhasil membawa Ajax meraih poin usai bermain imbang 1-1 kontra Nijmegen.
Joeri Heerkenz Cemburu
Kiper keturunan Belanda, Joeri Heerkenz marah dan kecewa usai posisinya diserobot Maarten Paes di laga melawan NEC Nijmegen dalam lanjutan Liga Belanda.
Joeri Heerkenz melepas kekesalannya saat posisi yang seharusnya ia isi 'direbut' Paes, kiper keturunan Belanda-Republik Ceska itu sangat kecewa.
Usianya baru 19 tahun, Joeri didatangkan Ajax pada Juli 2025 lalu dari Sparta Praha, namun ia kalah saing dengan penjaga gawang nomor satu Indonesia.
Heerkenz sebenarnya sangat berharap dirinya dipilih Fred Grim sebagai pengganti Vitezslav Jaros yang tengah mengalami cedera.
Namun sialnya, pelatih Ajax itu justru lebih memercayai Paes untuk bermain di laga melawan NEC Nijmegen pada akhir pekan lalu.
Sementara Heerkenz kembali bermain untuk Jong Ajax saat melawan FC Emmen pada Senin (23/2/2026) waktu setempat.
"Tentu saja, Anda kecewa karena tidak terpilih (melawan NEC Nijmegen)," kata Joeri Heerkenz kepada ESPN.
Meski begitu, Joeri tak mau hilang fokus dengan usianya yang masih sangat muda, ia ingin membuktikan kualitasnya.
Joeri mengaku sudah sering menelan kekecewaan, tapi karena itu ia bisa dengan mudah untuk mengatasi perasaan tersebut.
Ia menyadari tugasnya hanya satu, menampilkan kualitas terbaik sembari menunggu waktu untuk bersinar di skuad utama Ajax.
"Saya telah mengalami begitu banyak kekecewaan dalam karier saya sehingga saya bisa mengatasinya."
"Akan tetapi bagi saya, yang penting adalah melakukan apa yang telah saya lakukan bersama Jong Ajax.
"Kemudian kesempatan itu akan datang dengan sendirinya."
"Saya akan terus bekerja keras dan menunjukkannya kepada Jong Ajax," pungkas Joeri Heerkenz.
(tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Bolasport.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| JUSTIN Hubner Cetak Gol dan Bawa Fortuna Sittard Menang, Selebrasi Ala Ronaldo |
|
|---|
| Statistik Maarten Paes Debut di Ajax, Optimistis Finish di Peringkat ke-2 Eredivisie |
|
|---|
| Nasib Mees Hilgers Terbuang FC Twente, Terkini Pelatih Telstar Bersemangat Merekrut |
|
|---|
| Fortuna Sittard Vs Nijmegen - Bentrok Justin Hubner vs Verdonk Sebelum Bela Timnas Indonesia |
|
|---|
| Justin Hubner Debut di Liga Belanda, Duel dengan Dean James Berbagi Poin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Maarten-paes-ajax.jpg)