Catatan Piala Dunia

Sementara Kita Nonton Saja Dulu

Piala Dunia 2026 baru saja bergulir. Menjadi penonton bagi kita merupakan perkara yang sangat biasa. Kita sudah mengakrabinya beratus-ratus tahun.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PIALA DUNIA 2026 - Bola resmi Piala Dunia 2026 Trionda dan trofi Piala Dunia 2026. 

SEJAK wasit Wilton Pereira Sampaio meniupkan pluitnya di Stadion Banorte –nama lamanya yang legendaris adalah Azteca– Piala Dunia edisi 2026 bergulir, dan kita di negeri terkasih ini, untuk kali kesekian, hanya jadi penonton. Meksiko versus Afrika Selatan, lalu Korea Selatan kontra Republik Ceko, lalu 102 laga lainnya dari fase penyisihan hingga final, dan kita, tentu saja memang hanya akan jadi penonton.

Apa boleh buat, perjalanan panjang Tim Nasional Indonesia, dari Stadion Gelora Bung Karno, 12 Oktober 2023 ke King Abdullah Sports City, 11 October 2025, dari Brunei Darussalam di putaran pertama sampai Irak di ronde empat, berkesudahan dengan kegagalan.  Iya, setelah hampir persis dua tahun, mimpi untuk menonton Piala Dunia dengan kita di dalamnya, harus dikubur.

Namun pada dasarnya ini bukanlah masalah besar. Terlepas dari masifnya penjelasan-penjelasan para petinggi PSSI; bahwa 2026 tidak dapat disebut kegagalan lantaran target sebenarnya adalah 2030, menjadi penonton bagi kita merupakan perkara yang sangat biasa. Kita sudah mengakrabinya beratus-ratus tahun. Saking terbiasanya, tatkala sesekali menjadi pemain, kita dengan segera akan merasa inferior. Tidak percaya diri, merasa kecil, merasa inlander. Kita tidak saja menerima dan puas sebagai penonton, tapi bahkan kerap merayakannya dengan serba gegap gempita.

Tengoklah, sekali pun tanpa kita di dalamnya, institusi negara seperti Polri dan TNI sampai merasa perlu untuk menggelar nonton bareng. Memfasilitasi acara ini di kantor-kantor mereka. Kepala polisi bilang, nonton bareng ini diharapkan dapat membantu pedagang-pedagang kecil –selain meminimalisir pergerakan para penjudi. Sementara dari pihak korps berbaju hijau, nonton bareng mereka laksanakan untuk memperkuat nasionalisme dan semangat persatuan dan kesatuan.

Ah! Nasionalisme siapa? Amerika Serikat? Persatuan dan kesatuan siapa? Kongo? Haiti? Lalu apa pula korelasi nonton bareng di kantor polisi dengan judi? Apakah dengan menonton bola di sana judi dengan serta-merta bisa diminimalisir?

Kita sama sekali memang tak perlu menelaah tingkat kekonyolan dari alasan-alasan yang dikemukakan ini. Jadi penonton, ya, jadi penonton saja. Nikmati suara dan tarian Shakira. Setelah serangkaian hujat terhadap sejumlah lagu yang ditawarkan FIFA sebagai ofisial edisi 2026, Shakira datang dengan ‘Dai Dai’, yang dalam bahasa [sebenarnya istilah slang] Italia bermakna ‘Ayo’, atau ‘terus’ atawa ‘maju’.

Jadi mari menari dan bernyanyi bersama Shakira. Dai dai, iko, dale, allez, lets go… Eh, jangan lupa ada Kim Eun-jae alias EJAE, dan Pranpriya ‘Lalisa’ Manobal, selebritas yang lebih dikenal dunia sebagai Lisa Blackpink.  EJAE tampil bersama penyanyi tenor paling tenar di kolong langit, Andrea Bocelli. Ada pun Lisa menggelegar dengan ‘Goal’s’, lagu yang menyajikan keseksian menggetarkan.

Apalagi? Tentu, nikmati bagaimana bola-bola mengalir. Bola yang kadang melambat kadang melesat, lantas terlambung-lambung dengan indah dan menghujam menggetarkan jala gawang. Nikmati drama-drama di lapangan. Ada marah, ada kecewa, ada senyum, ada seringai, ada protes, ada hardik ada maki, ada ringis ada tangis. 

Sir Terry Pratchett, novelis berkebangsaan Inggris, menyebut yang terpenting [dan sekaligus paling menarik] dari sepak bola adalah hal-hal yang seringkali datang dari luar urusan sepak-menyepak si kulit bundar.

Oleh sebab itu nikmatilah juga romansa perjalanan pamungkas tiga superstar paling gemilang di abad milenial. Lionel Messi telah memberi isyarat betapa dia tidak akan berada di Maroko, Portugal, dan Spanyol empat tahun mendatang. Pun Cristiano Ronaldo. Ia mengakui, keinginan bermain bersama anaknya di Piala Dunia hanya lelucon. Usia barangkali saja bisa jadi angka tanpa makna, tapi –setidaknya sampai sejauh ini– belum ada seorang manusia pun dapat melawan garis takdir. Di Brasil, “perpisahan” Neymar sudah lebih dulu dirayakan. Saat Carlo Ancelotti mengumumkan namanya masuk skuat final Seleccao, rakyat seantero Brasil menyambut dengan sorak-sorai meriah, seolah mereka telah meraih tropi Piala Dunia.

Maka sampai di sini muncul pertanyaan. Apakah sepak bola sebenar-benarnya berhenti pada sekadar tontonan? Apakah kita memang cuma penonton? Sepak bola, di balik segenap kegegap-gempitaannya, menyisakan misteri-misteri yang mustahil untuk sepenuhnya dipahami. Sepak bola bisa dengan mudah menghadirkan ambiguitas di satu sisi dan nisbiah di sisi yang lain. Betapa kekalahan bisa lebih banyak bercerita ketimbang kemenangan. Sepak bola bahkan bisa berkaitpaut erat dengan religiositas, kultur, dan budaya sekaligus.

Walau tak dapat dikatakan serius, di Argentina, persisnya di Rosario, pernah didirikan gereja bernama Iglesia Maradoniana. Para pengikut gereja ini “menuhankan” Diego Armando Maradona, dan belakangan, menahbiskan Messi sebagai nabi. Sementara di Indonesia, terutama di Ambon, Ternate, juga sebagian Papua, tiap kali Tim Nasional Belanda turun bertanding, kota-kota di sana akan mendadak berubah jadi lautan oranye.

Pertanyaan belum terjawab. Benarkah sepak bola hanya tontonan? Benarkah kita cuma penonton? Tidak mudah menjawabnya. Barangkali, untuk sementara, biarkan saja demikian. Kita nonton saja dulu. Nonton tanpa tendensi apa-apa selain menikmati dan menghibur diri. Terlalu banyak yang ruwet dan bikin kepala pening di negeri ini. Ekonomi remuk, politik kacau, serta pemimpin hampir pikun yang dianugerahi pemahaman astronomi level aduhai, hingga memastikan dapat gentayangan di langit tatkala nanti dipanggil Tuhan.(t agus khaidir)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved