Tapanuli Tengah Terkini
Setelah Menjerit, Warga Sibulan Didatangi BNPB Tapteng, Dipastikan Terdata Menerima Jadup
Setelah menjerit minta bantuan, warga Sibuluan Indah, Tapanuli Tengah (Tapteng) akhirnya mendapat kepastian penerima jaminan hidup (jadup).
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TAPTENG - Setelah menjerit minta bantuan, warga Sibuluan Indah, Tapanuli Tengah (Tapteng) akhirnya mendapat kepastian penerima jaminan hidup (jadup).
Sebelumnya, para warga di Sibuluan Indah menjerit karena selama bencana tidak pernah mendapatkan bantuan, bahkan ada yang menyebut sebutir nasi pun tak ada mereka terima. Kini, harapan akan hadirnya kejelasan soal jadup sudah menemukan titik terang.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) Erwansjah bersama BPBD Tapteng dan Camat Pandan Toemboer Rajagukguk sudah datang menemui warga.
"Karena memang ini sudah menjadi sorotan publik, maka saya datang membantu untuk memverifikasi dan memastikan data warga yang benar-benar terdampak namun belum terakomodir," ucapnya Erwansjah di Pondok Saro, Kecamatan Pandan, Rabu (15/4/26).
Ia berjanji akan mengawal data warga Sibuluan Indah yang tedaftar sebagai penerima jadup sampai langsung ke meja Bupati Masinton Pasaribu.
"Kami pastikan dan kami jamin, tidak akan ada yang tertinggal. Semua warga Sibuluan Indah yang benar-benar terdampak dan berhak menerima bantuan jadup, namanya akan masuk dan terdaftar," ujarnya.
Ia kemudian menyebut akan ada biaya bantuan jadup yang seharusnya diterima atas bencana ini, termasuk perabotan yang rusak akibat banjir.
"Selain jadup akan ada biaya sebesar Rp 3 juta untuk perabotan seperti kulkas, sofa yang rusak," terangnya.
Plt BPBD Tapteng Ardiansyah menegaskan pihaknya tetap berkoordinasi dengan Camat, Lurah serta Kepling soal pendataan warga untuk didaftarkan sebagai penerima jadup.
"Saya selaku Kepala Pelaksana BPBD Tapteng, siap untuk menerima aduan dan keluhan warga secara langsung," kata Ardiansyah.
Camat Pandan Toemboer Rajagukguk menyampaikan dirinya turut berempati dengan kesusahan warganya pascabanjir.
"Saya juga korban bencana, tapi saya lebih prioritaskan warga saya," ungkapnya.
Untuk itu, Camat Pandan Toemboer terus mewarning Lurah dan Kepling agar pendataan warga terus dilengkapi.
"Kami memastikan negara hadir untuk bapak ibu jadi jangan merasa dianaktirikan," pungkasnya.
(ase/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Korlantas Polri Ikuti Gebrakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Pertama Berlaku Nasional |
|
|---|
| Kapal Tanker China Putar Balik ke Selat Hormuz, Gagal Tembus Blokade Kapal Perang AS |
|
|---|
| Buntut Siswa SMP Tewas Akibat Ledakan Senapan Saat Praktik Sains, Guru IP Ditetapkan Tersangka |
|
|---|
| Gubsu Bobby Beberkan Alasan Marahi Camat di Tapteng dan Viral di Sosmed |
|
|---|
| Hari Pertama ASN Deli Serdang Dilarang Bawa Mobil, Sekda Jalan Kaki untuk Rapat ke Kantor Bappeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-Sibulan-Indah-didata-Badan-Nasional-Penanggulangan-Bencana.jpg)