Hasil Survei Harga Bappanas di Balige, Harga Ayam Ras Melambung

Tim dari Badan Pangan Nasional (Bappanas) dipimpin oleh Dina sitorus Kordinator Kelompok Kerja Substansi

Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Hasil Survei Harga Bappanas di Balige, Harga Ayam Ras Melambung 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Tim dari Badan Pangan Nasional (Bappanas) dipimpin oleh Dina sitorus Kordinator Kelompok Kerja Substansi Neraca Pangan dari Badan Pangan Nasional mengunjungi pasar tradisional Balige di Kabupaten Toba pada Jumat (27/2/2026) pagi. Tim dari Bappanas didampingi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Bagian Ekonomi dan juga petugas kepolisian dari Polres Toba

Dalam kunjungan tersebut, mereka berkomunikasi dengan sejumlah pedagang untuk memastikan harga jual beberapa bahan pokok strategis, terutama beras, minyak goreng, gula dan daging. 

Hasil Survei Harga Bappanas di Balige, Harga Ayam Ras Melambung
Hasil Survei Harga Bappanas di Balige, Harga Ayam Ras Melambung (TRIBUN MEDAN)

Dari hasil kunjungan ditemukan harga yang terbilang stabil meski ada beberapa produk yang mengalami kenaikan seperti gula dan daging ayam ras. "Kita menemukan sejumlah harga yang relatif stabil. Namun untuk harga gula dan ayam ras terlihat naik," kata Dina Sitorus kepada awak media. 

Dalam kunjungan itu ditemukan harga beras premium Rp 16 ribu/Kg, telor Rp 54 ribu/papan, gula Rp 19 ribu/Kg sementara harga ayam ras
mencapai hingga Rp 55 ribu/ekor. 

Hasil Survei Harga Bappanas di Balige, Harga Ayam
Hasil Survei Harga Bappanas di Balige, Harga Ayam Ras Melambung

Kasat Reskrim Polres Toba AKP David Hutauruk yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan komitmen akan terus terlibat dalam pemantauan harga sembako agar dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk menekan harga supaya tetap stabil. "Kami akan terus siap untuk hal ini agar harga tetap stabil," kata beliau. 

 

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Darwin Sianipar menyampaikan bahwa pada prinsipnya perbedaan harga, terutama harga daging disebabkan oleh ongkos kirim, sebab tidak ada produsen ayam di Kabupaten Toba. "Selain itu kita pemerintah juga sudah sampaikan surat edaran kepada semua SPPG agar tidak belanja ke pasar lokal, sehingga harga tetap stabil," sebut Darwin Sianipar.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved