Fenomena Langit
Hujan Meteor dan Beberapa Fenomena Langit di Tahun 2026
Ada 10 fenomena langit yang bakal terjadi sepanjang tahun 2026. Mulai dari hujan meteor hingga Saturnus tertutup bulan.
Ringkasan Berita:
- Pada tahun 2026 terdapat sejumlah fenomena langit, seperti hujan meteor
- Januari 2026, terdapat hujan meteor Quadrantids
- Hujan meteor Quadrantids berlangsung setiap tahun antara tanggal 1 hingga 5 Januari
- Pada Agustus 2026, ada pula hujan meteor Perseid
- Lalu pada Desember 2026, ada hujan meteor Geminid
TRIBUN-MEDAN.COM,- Pada tahun 2026, terdapat sejumlah fenomena langit yang dapat disaksikan oleh masyarakat dunia.
Misalnya saja fenomena langit hujan meteor.
Dari beberapa sumber menyebutkan, hujan meteor bisa dilihat pada Januari 2026.
Baca juga: Fenomena Langit Supermoon 4 Desember 2025, Simak Penjelasannya Berikut Ini
Dilansir dari Kompas TV, hujan meteor yang terjadi pada Januari 2026 adalah hujan meteor Quadrantids.
Kemudian, beberapa bulan selanjutnya, masih ada fenomena langit hujan meteor perseid.
Untuk memudahkan pembaca memahami beragam fenomena langit ini, berikut akan kami sajikan data terbarunya yang dilansir dari berbagai sumber.
Daftar Fenomena Langit Tahun 2026
Fenomena langit merujuk pada berbagai kejadian alam yang terjadi di atmosfer atau ruang angkasa yang dapat diamati dari Bumi.
Fenomena ini sering kali menampilkan pertunjukan cahaya alami yang memukau, seperti perubahan warna langit atau gerakan benda langit.
Baca juga: Daftar Fenomena Langit yang Terjadi pada Bulan Desember 2025, Ada Hujan Meteor yang Indah
Fenomena langit mencakup aurora, di mana partikel matahari berinteraksi dengan atmosfer Bumi menghasilkan cahaya berwarna di kutub.
Hujan meteor terjadi saat Bumi melewati sisa debu komet, menciptakan garis cahaya cepat di langit malam
Pada Januari 2026, pengamat di Indonesia dapat menyaksikan Bintang Segitiga Musim (Sirius, Betelgeuse, Procyon) setiap malam sekitar pukul 20.00 WIB, serta hujan meteor Quadrantids.
Supermoon dan hujan meteor lain juga diprediksi sepanjang tahun.
Baca juga: Apa Itu Kabut Adveksi, Fenomena Alam yang Menyelimuti Bali, Simak Penjelasannya
1. Gerhana Bulan Total / Blood Moon
3 Maret 2026
Gerhana Bulan Total akan tampak sangat jelas di wilayah Pasifik, Australia, dan sebagian besar Asia Timur.
Pada peristiwa ini, seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi sehingga Bulan berubah warna menjadi merah tembaga yang gelap.
Wilayah Australia bagian timur dan kepulauan di sekitarnya menjadi lokasi terbaik karena dapat menyaksikan seluruh proses gerhana, mulai dari awal hingga akhir.
Baca juga: 21 Desember Memperingati Hari Apa? Ternyata Ada Peringatan Soal Fenomena Alam
2. Hujan Meteor Quadrantids
Puncak: 3–4 Januari 2026
Hujan meteor Quadrantids berlangsung setiap tahun antara tanggal 1 hingga 5 Januari. Pada tahun 2026, puncaknya diperkirakan terjadi pada 3–4 Januari.
Saat kondisi terbaik, fenomena ini dapat menghasilkan hingga sekitar 40 meteor per jam.
Quadrantids berasal dari sisa debu komet 2003 EH1 yang sudah tidak aktif.
Meski titik radiasinya berada di rasi Bootes, meteor dapat terlihat melintas di berbagai bagian langit.
3. Jupiter pada Posisi Oposisi
10 Januari 2026
Jupiter akan berada pada posisi oposisi, yaitu saat Bumi berada tepat di antara Jupiter dan Matahari.
Pada kondisi ini, Jupiter tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya karena jaraknya lebih dekat ke Bumi.
Planet ini dapat diamati di langit timur setelah Matahari terbenam dan berada di rasi Gemini.
Jupiter juga akan terlihat sepanjang malam.
Baca juga: Fenomena Alam Langka Mirip Tornado Terjadi di Tengah Danau Toba, BMKG Silangit Berikan Penjelasan
4. Galaksi NGC 2403 Tampak Paling Jelas
15 Januari 2025
NGC 2403 merupakan galaksi spiral yang terletak di rasi Camelopardalis.
Pada tanggal 15 Januari, galaksi ini berada di posisi tertinggi di langit sekitar tengah malam.
Pada hari-hari berikutnya, waktu puncaknya akan maju sekitar empat menit lebih awal setiap malam.
Karena letaknya jauh di utara, galaksi ini tidak pernah berada lebih dari 18 derajat di atas cakrawala.
Baca juga: Tembagapura Papua Turun Hujan Salju, BMKG Sebut Ini Fenomena Alam Langka yang Terjadi di Indonesia
NGC 2403 paling mudah diamati dari belahan Bumi utara dan tidak dapat dilihat dari wilayah lintang selatan.
Dengan magnitudo 8,9, galaksi ini terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang dan memerlukan alat bantu optik.
5. Okultasi Bulan terhadap Beta Tauri
29 Januari 2026
Pada tanggal ini, Bulan akan melintas tepat di depan Beta Tauri (Elnath), bintang paling terang kedua di rasi Taurus.
Peristiwa ini disebut okultasi Bulan.
Fenomena tersebut dapat diamati dari beberapa wilayah, termasuk Indonesia bagian timur, Papua Nugini, Filipina bagian tenggara, dan Kepulauan Solomon.
6. Saturnus Tertutup oleh Bulan
1 Februari 2026
Peristiwa langka ini terjadi saat Bulan menutupi planet Saturnus, sehingga Saturnus tampak menghilang sementara di balik piringan Bulan.
Wilayah Asia Tenggara dan Australia bagian utara menjadi lokasi terbaik untuk mengamatinya menggunakan teleskop kecil atau teropong.
Selain okultasi, konjungsi dekat antara Bulan dan Saturnus juga dapat disaksikan di wilayah yang lebih luas.
Fenomena ini diawali dengan menghilangnya Beta Tauri pada pukul 15.55 WIB dan muncul kembali pada pukul 16.58 WIB.
7. Hujan Meteor Perseid
12–13 Agustus 2026
Hujan meteor Perseid merupakan salah satu yang paling populer, terutama di belahan Bumi utara Asia, meskipun masih dapat diamati dari Australia bagian utara.
Pada puncaknya, pengamat di lokasi yang gelap dapat melihat puluhan meteor per jam. Meteor-meteor ini berasal dari sisa debu Komet Swift–Tuttle yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
8. Oposisi Planet Saturnus
21 September 2026
Saturnus akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi sehingga tampak sangat terang dan besar di langit malam wilayah Asia dan Australia.
Dengan teleskop, cincin Saturnus dapat terlihat jelas karena seluruh permukaan planet menghadap langsung ke Matahari.
9. Konjungsi Dekat Mars dan Jupiter
16 November 2026
Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit timur menjelang fajar.
Fenomena konjungsi ini dapat dilihat dengan mata telanjang di seluruh wilayah Asia dan Australia.
Keduanya akan terlihat seperti dua titik terang berdampingan, menampilkan perbedaan warna antara Mars yang kemerahan dan Jupiter yang putih terang.
10. Hujan Meteor Geminid
13–14 Desember 2026
Sebagai penutup tahun, hujan meteor Geminid akan menghiasi langit dengan intensitas tinggi.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak relatif lambat dan kadang tampak berwarna-warni.
Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik dari wilayah Asia Tenggara hingga Australia bagian selatan, selama langit dalam kondisi cerah.
Doa saat Melihat Hujan Meteor
Hujan meteor dalam pandangan Islam tidak hanya dianggap sebagai fenomena langit biasa.
Peristiwa hujan meteor dianggap sebagai bagian dari kuasa Allah S.W.T.
Oleh karena itu, ketika fenomena langit ini terjadi, umat Islam selalu memanjatkan doa kepada Allah.
kekuasaan Allah SWT.
Melansir laman NU Online, berikut doa yang dapat dibaca ketika melihat hujan meteor.
مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.
Maa syaa Allah laa quwwata illaa billaah.
Artinya : "Apa yang dikehendaki Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah."
Selain doa di atas, terdapat doa lain yang dapat dilafalkan ketika hujan meteor terjadi. Doa pertama adalah mengucapkan tasbih, tahmid, dan takbir sebagai kekaguman pada keagungan kekuasaan Allah SWT
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya : Maha suci bagi Allah dan segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.
Usai membaca tasbih, tahmid, dan takbir, umat Islam juga dianjurkan membaca doa berikut ini sebanyak tiga kali:
اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ
Allâhumma ahillahu 'alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.
Artinya : "Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk."
Hujan Meteor Dalam Ajaran Islam
Melansir buku Ensiklopedia Al-Quran dan Hadis Per Tema yang disusun M Yusni Amru Ghazali Lc dkk, Al-Qur'an menyebutkan Allah SWT menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan menjadikannya pelindung dari setan yang mencoba mendengar rahasia langit. Dalam QS. Ash-Shaffat ayat 6-10 Allah berfirman:
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةِ الْكَوَاكِبِ وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang. Dan (Kami jadikan bintang-bintang itu) untuk menjaga langit dari setiap setan yang durhaka. Mereka tidak dapat mendengar apa yang dibicarakan para malaikat, dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka dan bagi mereka azab yang terus-menerus. Kecuali setan yang ingin menangkap suatu berita, maka dia dikejar oleh suluh api (meteor) yang menembus."
Ayat ini menunjukkan bahwa meteor merupakan panah api yang Allah kirimkan untuk menghalangi setan saat berusaha mencuri berita dari langit. Hal ini juga ditegaskan dalam QS. Al-Hijr ayat 18:
إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُّبِينٌ
Artinya: "Kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita), maka ia dikejar oleh semburan api yang terang."
Penjelasan ayat-ayat ini ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas. Rasulullah Muhammad saw bersabda ketika para sahabat melihat fenomena meteor:
"Rasulullah saw pernah keluar bersama sekelompok sahabat menuju Pasar 'Ukazh. Saat itu para setan dihalangi untuk mencuri berita langit dan dilempari dengan bintang (meteor). Mereka pun kembali dan berkata, 'Kami telah dihalangi untuk mencuri berita langit dan dilempari dengan bintang.' Maka mereka mencari tahu sebabnya hingga menemukan Rasulullah saw yang sedang sholat Subuh dan membaca Al-Qur'an. Mereka pun berkata, 'Inilah yang menghalangi kami dari berita langit.'" (HR. Ahmad)(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hujan-meteor-januari-2026.jpg)