Ramadan 2026
Niat Puasa Ramadan Arab, Latin dan Artinya, Beserta Kapan Harus Dibaca
Para ulama sepakat bahwa niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari, sejak setelah Magrib hingga sebelum Subuh.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Memasuki bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan memahami pentingnya bacaan niat puasa Ramadhan sebelum menjalankan ibadah puasa.
Niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa.
Tanpa niat, puasa yang dijalankan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari tidak memiliki nilai ibadah di sisi Allah SWT.
Karena itu, memahami makna dan kedudukan niat menjadi hal yang sangat penting bagi setiap Muslim.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah 1 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 19 Februari 2026
Dalam sejumlah riwayat berdasarkan hadis Rasulullah SAW disebutkan, “Innamal a’malu binniyat” yang artinya setiap amal perbuatan bergantung pada niatnya.
Hadis ini menegaskan bahwa sah atau tidaknya suatu ibadah sangat ditentukan oleh niat yang ada di dalam hati. Para ulama sepakat bahwa niat merupakan rukun puasa.
Artinya, tanpa adanya niat di dalam hati, maka puasa tidak sah meskipun seseorang menahan lapar dan haus seharian penuh.
Adapun melafalkan bacaan niat puasa Ramadan secara lisan, hukumnya adalah sunnah.
Membaca niat dengan ucapan bukanlah syarat sah puasa, melainkan anjuran.
Baca juga: 90 Ucapan Maaf Sebelum Ramadan 2026, untuk Orang Tua, Teman, Rekan Kerja
Tujuannya agar hati menjadi lebih mantap, fokus, dan semakin sadar bahwa ia sedang menjalankan ibadah puasa karena Allah SWT.
Dengan melafalkan niat, seseorang juga lebih terhindar dari keraguan atau lupa dalam menetapkan niat puasanya.
Oleh karena itu, sebelum memasuki waktu Subuh, setiap Muslim hendaknya memastikan niat puasa telah tertanam di dalam hati.
Melafalkannya secara lisan dapat menjadi bentuk ikhtiar untuk memperkuat keyakinan dan kesungguhan dalam beribadah.
Dengan niat yang tulus dan benar, puasa Ramadan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai pahala dan membawa keberkahan.
Baca juga: Hasil Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan, Pemerintah 19 Februari 2026, Naqsabandiyah 17 Februari 2026
Dalil Beserta Waktu yang Tepat Membaca Niat Puasa Ramadhan
Niat Puasa Ramadhan menjadi salah satu yang sering diucapkan di bulan Ramadan.
Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang sangat ditunggu oleh umat Islam.
Karena, di bulan Ramadhan, para umat Islam dapat menjalankan salah satu dari Rukun Islam.
Untuk menyempurnakan salah satu ibadah wajib ini, perlu diketahui apa niat puasa Ramadhan ini dan kapan waktu yang paling tepat untuk membaca niat puasa Ramadhan.
Baca juga: Resep Pepes Ayam Pedas, Menu Sahur Puasa Ramadan yang Menggoda Selera
Para ulama menyebut waktu yang tepat untuk niat puasa Ramadhan adalah di malam hari, sebelum fajar (Subuh) tiba. Dalam konteks ini, “malam” diartikan sebagai waktu antara Maghrib hingga sebelum terbit fajar (Subuh).
Berdasarkan Hadits Niat Puasa Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. An-Nasa i dan Abu Dawud)
Dalil lain yang memperkuat argumen ini adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban:
“Sesungguhnya niat (puasa) adalah pada malam hari, barangsiapa yang berbuka sebelum meniatkan (puasa) pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Ibnu Hibban).
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa Puasa Arab, Latin dan Artinya
Sehingga dapat disimpulkan bahwa waktu yang tepat untuk mengucapkan niat puasa Ramadhan adalah di malam hari, sebelum waktu Subuh tiba.
Dan sebaiknya, orang yang akan berpuasa, mengucapkan dalam hati bahwa dirinya akan berpuasa sepanjang bulan Ramadan ini, qurbatan ilallah ta ala (untuk mendekatkan diri dengan Allah).
Disarankan untuk menghadap ke arah Kakbah atau Kiblat, mengangkat tangan ke langit, lalu mengucapkan doa niat puasa ramadhan.
Sementara itu, Ustaz Tajul Muluk menjelaskan bahwa setiap ibadah bergantung pada niat.
Hal tersebut sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW, “Innamal a’malu binniyat”, yang berarti setiap amal tergantung pada niatnya.
Baca juga: Arab Saudi dan UEA Diperkirakan Serentak Awali Ramadhan 19 Februari 2026
Jadi, sah atau tidaknya suatu ibadah ditentukan oleh ada atau tidaknya niat.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk berniat puasa?
Ternyata, aturan niat puasa sunah dan puasa wajib seperti Ramadan itu berbeda.
Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Hal ini mencontoh praktik Rasulullah SAW. Dikisahkan, ketika pagi hari tidak ada makanan, beliau memutuskan untuk berpuasa dan berniat saat itu juga.
Namun, untuk puasa wajib Ramadan, niat tidak boleh dilakukan pada pagi hari. Para ulama sepakat bahwa niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari, sejak setelah Magrib hingga sebelum Subuh. Artinya, niat tersebut harus sudah ada sebelum masuk waktu puasa.
Selanjutnya, muncul pertanyaan lain: apakah niat puasa Ramadan cukup dilakukan satu kali untuk sebulan penuh, atau harus setiap malam?
Ada dua pendapat ulama mengenai hal ini:
Pendapat pertama, niat boleh dilakukan sekali di awal Ramadan untuk satu bulan penuh. Jadi, jika suatu hari seseorang lupa melafalkan niat di malam hari karena tertidur atau kesiangan sahur, puasanya tetap sah karena sudah berniat sejak awal bulan.
Pendapat kedua, niat harus dilakukan setiap malam. Alasannya, puasa setiap hari dianggap sebagai ibadah yang berdiri sendiri. Jadi, puasa hari pertama sah dengan niat hari pertama, puasa hari kedua dengan niat hari kedua, dan seterusnya.
Ustaz Tajul Muluk menyampaikan bahwa umat Islam boleh mengikuti salah satu dari dua pendapat tersebut sesuai dengan keyakinan mazhab yang dianut. Kedua pandangan ini sama-sama bertujuan memudahkan umat dalam menjalankan ibadah puasa tanpa mencari-cari alasan untuk meninggalkannya.
Intinya, yang terpenting adalah memastikan niat sudah ada sebelum menjalankan puasa Ramadan, karena niat menjadi dasar sahnya ibadah.
Doa Niat Puasa
Bila Anda lupa, berikut ini bacaan niat puasa Ramadan 1444 H.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu Shauma Ghodin 'An Adaa'i Fardhi Syahri Romadhoona Haadzihis Sanati Lillahi Ta'ala
"Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Selain bacaan niat puasa Ramadan masih ada serangkaian amalan bacaan doa lainnya.
(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-sahur-puasa-Ramadan-bersama-keluarga-tercinta.jpg)