Ramadan 2026
Niat Sholat Tarawih dan Witir Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Ada tiga bacaan niat sholat tarawih yang bisa diamalkan oleh pembaca. Tiga bacaan ini bergantung pada kondisi sebelum sholat.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Di bulan suci Ramadan, hal yang paling banyak dicari adalah bacaan niat sholat tarawih dan juga witir.
Selepas salat Isya berjemaah, umat muslim akan melaksanakan shalat tarawih dan witir di masjid.
Salat tarawih adalah sholat sunnah muakkad yang dikerjakan pada malam-malam Ramadhan setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh.
Baca juga: Acara TV Sahur 2026, Beserta Tayangan Religi Hiburan Sebelum Buka Puasa
Kata "tarawih" berasal dari bahasa Arab "tarwihah" yang berarti istirahat, karena dahulu para sahabat beristirahat sejenak setiap dua atau empat rakaat.
Secara terminologi, ini adalah qiyamul lail khusus Ramadhan, bisa dilakukan sendirian atau berjemaah di masjid maupun rumah.
Barang siapa yang mengerjakannya dengan hati ikhlas, maka akan mendapat ganjaran pahala yang sangat besar di sisi Allah S.W.T.
Namun, pelaksanaan salat tarawih ini ada dua versi.
Baca juga: Link Download Jadwal Sahur Ramadan 2026 atau Imsakiyah di Kota Medan
Ada yang mengerjakannya 23 rakaat ditambah witir, ada yang 11 rakaat ditambah witir.
Kalangan Muhammadiyah, mengerjakan salat tarawih sebanyak 11 rakaat.
Hal itu bersandar pada hadis sahih dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh dua imam hadis terkemuka, Bukhari dan Muslim.
Dikutip dari laman Muhammadiyah, dalam hadis tersebut, ketika Abu Salamah Ibn Abd ar-Rahman bertanya kepada Aisyah tentang salat malam Rasulullah SAW di bulan Ramadan, Aisyah menjawab bahwa Nabi tidak pernah melakukannya lebih dari 11 rakaat.
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا
Baca juga: Daftar Lagu Sahur 2026, Mulai dari Religi, Melayu Hingga Dangdut Koplo
“Dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman (diriwayatkan) bahwa dia bertanya kepada ‘Aisyah r.a.: Bagaimana tata cara shalat Nabi saw pada bulan Ramadhan? ‘Aisyah r.a. menjawab: Beliau shalat (sunah qiyamul–lail) pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau shalat tiga rakaat.” (HR. al-Bukhari Nomor 3304).
Berdasarkan keterangan ini, Rasulullah SAW menjalankan salat malamnya dengan pola empat rakaat salam, dilanjutkan empat rakaat salam, dan ditutup dengan witir tiga rakaat.
Inilah yang kemudian menjadi dasar Muhammadiyah dalam menentukan jumlah rakaat salat tarawih yang lebih sesuai dengan tuntunan Nabi S.A.W.
Baca juga: BMKG Prakirakan Cuaca Sumut Hari Ini 20 Februari 2026 Berpotensi Hujan di Pakpak Bharat
Dua Cara Tarawih Muhammadiyah
Dilansir dari muhammadiyah.or.id, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Tri Sundani menjelaskan bahwa pada prinsipnya shalat tarawih sama halnya dengan shalat malam, sehingga umat Islam wajib berlapang dada dengan perbedaan cara yang ada.
Imam mazhab seperti Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hambal misalnya melakukan shalat tarawih dengan 20 rakaat dengan satu witir.
Baca juga: Resep Nila Goreng Balado, Ide Menu Sahur yang Menggugah Selera
Sementara itu Imam Malik melakukan 36 rakaat dengan ditutup shalat witir.
Menurut Agus, beberapa ulama atsar dan sahabat Nabi bahkan ada yang tidak membatasi jumlah rakaat shalat tarawih.
“Shalat tarawih itu kan disebut sebagai Shalat lail (Shalat malam), atau kalau bangun tidur disebut sebagai shalat tahajud, kalau dilaksanakan di bulan Ramadan disebut dengan tarawih karena ada jeda istirahatnya,” terang Agus.
Muhammadiyah sendiri menurut Agus memilih mengikuti tata cara yang dilakukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam yakni shalat tarawih dengan dua macam pilihan caranya.
Baca juga: Resep Pepes Jamur Ampela, Hidangan Sahur atau Berbuka Puasa
Tarawih 4-4-3
Pilihan pertama, Muhammadiyah menggunakan formasi 4-4-3 berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang berbunyi,
“Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah melakukan shalat sunah pada Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian, beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat lagi tiga rakaat (witir).”
“Rakaat pertama witir baca Surat Al-A’la, rakaat kedua Al-Kafirun, dan rakaat ketiga baca Al-Ikhlas. Atau bisa tiga qul itu (Al Ikhlas, Al Falaq, An-Nas),” jelas Agus.
Tarawih 2-2-2-2-2-1
Sedangkan pilihan kedua, Muhammadiyah menurut Agus memakai formasi 2-2-2-2-2 ditambah satu witir berdasarkan hadis riwayat Muslim dari sahabat Ibn Abbas yang berbunyi,
“Aku berdiri di samping Rasulullah, kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah shalat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah ahalat Witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai Bilal menyerukan azan. Maka bangunlah Rasulullah dan shalat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan salat subuh.”
“Nah karena Muhammadiyah memperbandingkan hadis-hadis itu, maka pilihan yang dipilih oleh Tarjih Muhammadiyah adalah dua tadi. Jadi warga Muhammadiyah bisa memilih salah satu dari dua tadi karena itu tanawu’ ibadah. Pilihan dalam ibadah,” ungkapnya.
Bacaan niat sholat tarawih
Bagi Anda yang terbiasa melafadzkan niat, berikut niat Shalat Tarawih selengkapnya.
Adapun niat sholat tarawih Muhamamdiyah sama saja dengan yang lainnya.
1. Bacaan niat sholat tarawih sendiri
Berikut ini lafadz niat Shalat Tarawih berikut latin dan artinya :
اُصَلّى سٌنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatat taraawihi rok’ataini lillaahi ta’alaa
Artinya : Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’alaa.
2. Bacaan niat sholat tarawih berjemaah
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'alaa
Artinya : Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat sebagai makmum (mengikut) karena Allah Ta’alaa.
3. Bacaan niat sholat tarawih sebagai imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta'alaa
Artinya : Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’alaa.
Salat Witir
Salat witir adalah sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil, sebagai penutup ibadah malam seperti tarawih atau tahajjud.
Salat witir berasal dari kata Arab "witr" yang artinya ganjil, dikerjakan setelah Isya hingga sebelum Subuh.
Hukumnya sunnah muakkad, sangat dianjurkan karena Rasulullah SAW tak pernah meninggalkannya seumur hidup.
Sholat ini menyempurnakan qiyamul lail, bisa dilakukan sendirian atau berjamaah.
Tata Cara Salat Witir
Ada dua cara untuk melakukan salat witir dengan tiga rakaat.
Baca juga: Panduan Niat dan Bacaan Sholat Tarawih di Rumah, Lengkap Sebagai Imam, Berjemaah hingga Salat Witir
Cara pertama yakni tiga rakaat dengan dua salam.
Pada metode pertama ini, salat witir terdiri dari 2 rakaat dan salam.
Kemudian dilanjutkan dengan 1 rakaat lagi yang diakhiri dengan salam.
Cara kedua yaitu salat witir dilakukan dalam 3 rakaat yang digabungkan sekaligus dengan satu salam.
Cara ini dikerjakan dengan tiga rakaat tanpa tasyahud awal dan diakhiri dengan salam.
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai anjuran tata cara shalat tiga rakaat shalat witir ini, namun keduanya didasarkan pada dalil yang kuat.
Niat Shalat Witir 1 Rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat sholat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa”
Niat Salat Witir 3 Rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”
Doa Kamilin
Setelah selesai menunaikan sholat Tarawih, dianjurkan untuk membaca doa sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyu, ilmu yang bermanfaat, ketetapan keyakinan yang benar, amal yang saleh, tetap dalam agama Islam, kebaikan yang melimpah-limpah, memperoleh apapun dan kesehatan yang sempurna, mensyukuri atas kesehatan kami dan kami memohon kepada-Mu kecukupan.
Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah salat kami, puasa kami, ruku kami, khusyuk kami, ketundukan kami dan pengabdian kami dan sempurnakanlah kealpaan kami.
Ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang, semoga Allah memberi Rahmat atas kebaikan-kebaikan makhluk-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW, keluarga dan semua sahabatnya dan segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam.”
(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/niat-sholat-tarawih-dan-witir-menurut-Muhammadiyah.jpg)