Ramadan 2026

Doa Berbuka Puasa Ramadan, Minum atau Baca Doa Lebih Dulu?

bacaan doa berbuka puasa Ramadan yang umum adalah Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Puput Pratiwi
BERBUKA PUASA- Ilustrasi sejumlah umat muslim saat melaksanakan buka puasa bersama di masjid dengan suasana yang begitu hangat. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Bagi Anda yang lupa atau tidak ingat akan doa berbuka puasa Ramadhan tidak perlu khawatir.

Pada ulasan kali ini, kami akan suguhkan doa berbuka puasa Ramadan dalam tulusan Arab, latin dan juga artinya. 

Ustaz Adi Hidayat (UAH) di kanal Youtube Adi Hidayat Official pernah menjelaskan doa berbuka puasa Ramadan yang benar.

Baca juga: Kapan THR PNS Cair? Benarkah di Awal Puasa Ramadan 2026? Ini Penjelasannya

Dalam video berjudul "Tentang Doa Berbuka Puasa (Part 1)" itu, UAH bilang bahwa masyarakat bisa mengamalkan doa berikut ini.

Rayakan Ramadan dengan Triple ALL Accor Reward Points, Pengalaman Berbuka Puasa di Seluruh Indonesia
Rayakan Ramadan dengan Triple ALL Accor Reward Points, Pengalaman Berbuka Puasa di Seluruh Indonesia (TRIBUN MEDAN)

Doa Berbuka Puasa yang Benar

Adapun bacaan doa berbuka puasa Ramadhan diamalkan Rasulullah menurut UAH adalah:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'

Baca juga: Acara TV Sahur 2026, Beserta Tayangan Religi Hiburan Sebelum Buka Puasa

Artinya:

"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."

Bacaan doa ini berdasarkan hadist riwayat At Tirmidzi nomor 2537 yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

Saat berbuka puasa, Rasulullah membaca doa tersebut.

Setelah membaca doa itu, ada juga doa lain yang dibaca oleh umat Islam.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah 1 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 19 Februari 2026

Gubernur Sumut saat buka puasa bersama warga di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapteng, Kamis (19/2/2026). Dalam kunjungan itu, bobby memastikan penyintas banjir bakal dapat hunian baru.
Gubernur Sumut saat buka puasa bersama warga di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapteng, Kamis (19/2/2026). Dalam kunjungan itu, bobby memastikan penyintas banjir bakal dapat hunian baru. (IST)

Doa tersebut adalah doa sebagaimana yang sudah sering kita lafalkan selama ini.

Adapun bacaan doa tersebut yakni;

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"

Baca juga: Link Download Jadwal Sahur Ramadan 2026 atau Imsakiyah di Kota Medan

Artinya :

"Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih".

Lantas, kapan doa tersebut dibaca?

Apakah setelah minum atau sebelum minum.

Baca juga: Kurma yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes saat Ramadan, Ini Rekomendasi Penjual

Penjelasan Tentang Kapan Doa Berbuka Puasa Dibaca

UAH bilang, bahwa dalam praktiknya, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai waktu membaca doa berbuka puasa.

Sebagian ulama berpendapat bahwa doa tersebut dibaca setelah seseorang benar-benar membatalkan puasanya.

Sementara sebagian lainnya beranggapan doa itu justru dibaca sebelum berbuka.

Kelompok pertama memahami teks doa secara apa adanya.

Baca juga: 5 Kuliner Minang yang Dapat Ditemui di Medan, Jadi Obat Rindu Kampung Halaman saat Ramadan

BUKA PUASA- Ilustrasi sebuah keluarga saat melaksanakan buka puasa dengan penuh kesederhanaan.
BUKA PUASA- Ilustrasi sebuah keluarga saat melaksanakan buka puasa dengan penuh kesederhanaan. (Pinterest/PNGTree)

Dalam doa tersebut terdapat kalimat yang berarti “telah hilang dahaga”.

Karena kalimatnya menunjukkan sesuatu yang sudah terjadi, mereka menyimpulkan bahwa doa sebaiknya dibaca setelah minum atau makan, yakni setelah puasa benar-benar batal.

Adapun kelompok kedua melihat kalimat tersebut dalam makna yang lebih luas.

Mereka menafsirkannya sebagai ungkapan harapan atau sesuatu yang akan terjadi.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan 2026 Kota Medan, Lengkap Selama Sebulan

Dengan pemahaman ini, mereka berpendapat doa boleh dibaca sebelum berbuka sebagai bentuk permohonan dan keyakinan bahwa dahaga akan segera hilang.

Meski ada perbedaan pandangan, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa hal ini tidak perlu menjadi perdebatan yang berlebihan.

Umat Islam tetap bisa mengamalkan doa tersebut, baik sebelum maupun sesudah berbuka puasa, tanpa perlu merasa khawatir.

Sementara itu, Ustad Abdul Somad juga pernah menjelaskan, bahwa boleh menggunakan kedua doa tersebut.

Baca juga: Doa Awal Ramadan yang Biasa Dibaca oleh Rasulullah Beserta Keutamaannya

"Kedua-duanya boleh dipakai. Yang ngomong bukan Ustadz Somad, tapi Syaikh Ibn 'Utsaimin, ulama Saudi Arabia" ujar Ustad Somad dalam ceramahnya yang diunggah di Facebook Tanya Jawab Ustadz Abdul Somad 19 Mei 2018, seperti dikutip dari Serambinews.com (17/4/2021).

"Tapi status hadisnya? Hadist Dhaif tetap bisa dipakai, kalau cukup 5 syarat. Pertama Bukan masalah aqidah tauhid, kedua bukan masalah halal haram, ketiga tidak terkait riwayat pendusta, keempat masih bernaung di bawah hadist sahih, kelima untuk motivasi beramal," lanjutnya.

Pendapat Ulama Aceh

Pimpinan Dayah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga, Kabupaten Bireuen, Abu Syekh H Hasanoel Basri H atau yang akrab disapa Abu Mudi pernah memberikan pendapatnya.

Dalam tayangan di akun Youtube Mudi TV seperti dilansir dari Serambinews.com, Abu Mudi menegaskan bahwa meneguk segelas air dan memakan sebiji kurma adalah hal yang harus didahulukan dalam berbuka puasa.

Ini karena dalam doa berbuka puasa, ada kalimat ‘Wa’ala rizqika afthartu’ yang memiliki arti ‘Atas rezeki pemberian-Mu aku telah berbuka’.

“Kalau duluan kita baca doa (berbuka puasa), maka sudah berbohong di situ,” jelas Abu Mudi.

"Karena dalam doa berbuka puasa yang berbunyi ‘Wa’ala rizqika afthartu’, memiliki arti ‘Atas rezeki pemberian-Mu aku telah berbuka’.

“Kenyataannya kan belum (meneguk segelas air),” kata Abu Mudi.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam hal berbuka puasa, meminum dulu sedikit air dan memakan beberapa biji kurma barulah kemudian membaca doa berbuka puasa.

“Jadi, dalam berbuka puasa didahulukan berbuka baru kemudian berdoa. Setelah itu langsung mendirikan shalat, apakah itu sendiri atau berjamaah,” jelas Abu Mudi.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved