TRIBUN WIKI
Benarkah Kecoa Binatang Terbersih di Dunia? Ini Fakta Sebenarnya
Apakah kecoa binatang terbersih di dunia, tentu tidak. Kecoa adalah hewan pembawa penyakit .
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Kecoa bukan binatang terbersih. Serangga ini sering ditemukan di tempat kotor seperti got, septic tank, dan tumpukan sampah
- Hewan ini berpotensi membawa bakteri berbahaya, seperti Salmonella dan E. coli dari tempat kotor ke dalam rumah, sehingga berisiko mencemari makanan dan peralatan dapur
- Untuk menghindari kecoa, maka rajinlah membersihkan rumah, terutama sisa makanan
TRIBUN-MEDAN.COM,- Beberapa orang mungkin sering bertanya, apakah kecoa binatang terbersih di dunia?
Selama ini, kecoa seringkali ditemukan di tempat-tempat yang kotor, seperti got, septitank, ataupun tumpukan sampah.
Hewan dengan dua antena di kepala ini seringkali berkeliaran di toilet, ataupun dapur, khususnya di dekat tempat sampah.
Baca juga: VIRAL Pemboikotan Codeblu, William Masih Santai Pamer Temuan Kecoa di Makanan: Nikmati Saja
Lalu, apakah kecoa justru menjadi binatang paling jorok di dunia, mari kita simak penjelasannya berikut ini.
Fakta Tentang Kecoa
Kecoa dikenal sebagai salah satu serangga tertua yang pernah hidup di bumi.
Berdasarkan bukti fosil, seperti dilansir dari laman Environet Pest Control, perusahaan jasa pembasmi hama, hewan ini diperkirakan sudah ada setidaknya sejak 235 juta tahun lalu.
Baca juga: Sosok Pria Ngeluh Napasnya Bau Busuk Ternyata Ada Kecoa Bersarang di Tenggorokan, Begini Nasibnya
Artinya, kecoa telah hidup jauh sebelum manusia muncul.
Bahkan, mereka pernah hidup berdampingan dengan dinosaurus dan mampu bertahan melewati berbagai peristiwa kepunahan massal yang terjadi di planet ini.
Menurut laporan yang dikutip dari Science Daily, keberadaan kecoa sudah tercatat sekitar 95 juta tahun sebelum munculnya fosil kecoa modern yang berasal dari periode Cretaceous, sekitar 140 juta tahun lalu.
Baca juga: Sosok TikToker Bandung Makan Tikus Got Goreng Pakai Nasi, Dulu Pernah Makan Bakwan Cicak dan Kecoa
Masa tersebut juga terjadi sebelum benua besar Pangaea terpecah menjadi beberapa bagian seperti sekarang.
Fakta ini menunjukkan bahwa kecoa merupakan makhluk yang telah melewati perubahan besar dalam sejarah bumi.
Selain usianya yang sangat tua, kecoa juga dikenal memiliki ketahanan hidup yang luar biasa.
Salah satu alasan utamanya adalah sistem saraf mereka yang terdesentralisasi.
Baca juga: Bahan Alami Pengusir Kecoa Paling Ampuh yang Bisa Digunakan di Rumah
Hal ini membuat kecoa masih mampu bertahan hidup untuk waktu tertentu meskipun kehilangan kepalanya.
Bahkan, dalam beberapa kasus, kecoa dapat hidup selama beberapa hari hingga sekitar satu minggu tanpa kepala dan mampu bertahan hingga sebulan tanpa makanan.
Kemampuan tersebut terjadi karena kecoa tidak bernapas melalui mulut seperti manusia.
Baca juga: Detik-detik Seorang Wanita Keluarkan Kecoa Hidup dari Dalam Telinga, Rasanya Seperti Mau Copot!
Mereka bernapas melalui lubang-lubang kecil pada tubuh yang disebut spirakel, yang tersebar di beberapa segmen tubuhnya.
Sistem pernapasan ini memungkinkan tubuh kecoa tetap berfungsi meskipun bagian kepala sudah tidak ada.
Kecoa juga dikenal sebagai hewan omnivora, yaitu pemakan segala.
Mereka dapat mengonsumsi hampir semua jenis bahan organik, mulai dari makanan manusia, makanan hewan peliharaan, sampah, hingga materi yang sudah membusuk.
Baca juga: Ngeri, Taksi Online Ini Dipenuhi Kecoa sampai ke Langit-langit
Bahkan, kecoa juga diketahui bisa memakan bahan seperti kertas atau jilid buku.
Pola makan yang sangat beragam ini membuat mereka mampu bertahan hidup di berbagai lingkungan.
Selain itu, kecoa juga terkenal memiliki ketahanan terhadap radiasi yang cukup tinggi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecoa mampu bertahan pada tingkat radiasi yang bisa berbahaya bahkan mematikan bagi manusia.
Baca juga: Penumpang Pesawat Temukan Hewan Berkumis di Makanan, Maskapai: Itu Bukan Kecoa Tapi Jahe Tumis
Kemampuan ini membuat para ilmuwan tertarik mempelajari DNA kecoa, terutama untuk memahami bagaimana serangga ini dapat memperbaiki kerusakan genetik dan bertahan dalam kondisi ekstrem.
Pembawa Bakteri
Banyak orang mungkin mengira kecoa hanyalah serangga biasa yang tidak terlalu berbahaya.
Namun kenyataannya, kecoa bukanlah serangga yang bersih.
Baca juga: Mengenal Tyto Alba, Burung Hantu Pengendali Tikus yang Viral Ditembak Mati Warga Belu
Hewan ini sering ditemukan di tempat-tempat yang kotor dan tidak higienis, seperti saluran pembuangan, selokan, hingga tempat pembuangan sampah.
Saat berkeliaran di area tersebut, tubuh kecoa dapat terpapar berbagai kuman dan mikroorganisme berbahaya.
Ketika kecoa masuk ke dalam rumah, mereka bisa membawa bakteri yang menempel di tubuhnya.
Bakteri tersebut kemudian dapat berpindah ke berbagai permukaan di rumah, seperti meja dapur, peralatan makan, atau makanan yang tidak tertutup.
Baca juga: Penyebab Sekeluarga Tewas di Warakas Ternyata Diberi Racun Tikus, Pelaku Mengarah ke AS
Inilah yang membuat keberadaan kecoa di dalam rumah sering dianggap sebagai risiko bagi kebersihan lingkungan.
Meski kecoa tidak secara langsung menyebabkan penyakit, serangga ini dapat menjadi pembawa (vektor) berbagai bakteri berbahaya.
Beberapa di antaranya adalah bakteri Salmonella dan E. coli, yang dapat menempel pada tubuh maupun kotoran kecoa.
Jika bakteri tersebut mencemari makanan atau benda yang sering disentuh manusia, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat.
Baca juga: Fakta Anak Habisi Satu Keluarga Pakai Racun Tikus, Akting Menangis di Kuburan Ngaku Jadi Korban
Karena itu, menjaga kebersihan rumah menjadi langkah penting untuk mencegah kecoa berkembang biak.
Membersihkan sisa makanan, menutup tempat sampah, serta menjaga area dapur tetap higienis dapat membantu mengurangi kemungkinan kecoa masuk ke dalam rumah.
Dengan lingkungan yang bersih, risiko penyebaran bakteri dari serangga ini juga dapat diminimalkan.
(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kecoa-binatang-terbersih-di-dunia-adalah-bohong.jpg)