TRIBUN WIKI

Hari Pendidikan Nasional 2026 Apakah Libur? Ini Logo dan Maknanya

Hari Pendidikan Nasional 2026 bukanlah tanggal merah dan bukan hari libur nasional. Tahun ini gunakan logo manusia biru.

|
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Kemendikdasmen
LOGO HARDIKNAS- Gambar logo Hari Pendidikan Nasional (Hardinkas) 2026. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pada tanggal 2 Mei 2026, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Pendidikan nasional atau Hardiknas 2026.

Bila melihat kalender yang ada dan aturan dari pemerintah, bahwa Hardiknas 2026 bukanlah tanggal merah, dan bukan libur nasional.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini di Medan 28 April 2026 Cuma Naik Rp 5.000 Per Gram

Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di SMA Negeri 2 Medan.
Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di SMA Negeri 2 Medan. (HO)

Namun, pada pelaksanaannya, peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 ini diperingati dengan kegiatan upacara, ataupun peringatan lainnya sebagai penghormatan atas kelahiran Ki Hadjar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara adalah Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, pelopor pendidikan rakyat, dan pahlawan nasional yang lahir dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Jadi, bila melihat kalender bulan Mei 2026, maka Hardiknas 2026 bukanlah libur nasional.

Baca juga: Update Jumlah Korban Kecelakaan Kereta Api, 92 Terluka, 7 Orang Tewas, Evakuasi Masih Berlangsung

Pedoman Logo Hari Pendidikan Nasional 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis logo resmi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Adapun logo Hardiknas 2026 ini menampilkan figur manusia, dan juga menggambarkan komitmen pemerintah dalam mendorong tiga program prioritas utama, yaitu revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan guru.

Baca juga: Nasib Pilu Korban Kecelakaan KA Terjebak dalam Gerbong, Kirim Pesan WA ke Ibu, Jarinya Kejepit

Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkualitas di masa depan.

Filosofi dan Makna Logo Hardiknas 2026

Logo ini merepresentasikan semangat di Hari Pendidikan Nasional sekaligus menggambarkan arah transformasi pendidikan melalui program prioritas Kemendikdasmen, yaitu revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan kesejahteraan guru.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: The Devil Wears Prada 2, Karakter Jin Chou dan Frasa Ching Chong Dinilai Rasis oleh China

Filosofi Logo

a. Figur manusia berwarna biru

Siluet manusia yang bergerak dinamis yang penuh semangat mencerminkan semesta yang siap berperan aktif dalam mendukung dan berkontribusi demi mewujudkan visi #PendidikanBermutuUntukSemua.

Baca juga: Diduga Polisi Langsung Main Tangkap 3 Orang tanpa Periksa, Polresta Deli Serdang Dikritik

b. Lengkungan elips yang mengitari bagian bawah

Garis lengkung yang mengitari logo melambangkan gerak maju, pelindungan, dan kesinambungan.

Ini merepresentasikan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan ekosistem sekolah, serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Diduga Taksi Masuk Rel, Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi, Begini Pengakuan Dirut

c, Warna biru dominan

Warna biru melambangkan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, dan masa depan cerah.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei untuk menghormati kelahiran Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Hardiknas resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, bersamaan dengan hari nasional lain seperti Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei).

Penetapan ini bertujuan menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan dalam pembangunan bangsa.

Ki Hajar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889 dari keluarga bangsawan di Yogyakarta dan dikenal karena menentang kebijakan pendidikan kolonial Belanda yang diskriminatif, hanya untuk anak Eropa atau orang kaya.

Beliau mendirikan Taman Siswa pada 1922 sebagai lembaga pendidikan nasional yang inklusif bagi pribumi dari berbagai kalangan.

Pada 1959, ia dianugerahi gelar pahlawan nasional melalui SK Presiden No. 305.

Awalnya, Hari Pendidikan Nasional dirayakan pada 28 Juli (ulang tahun Ki Hajar), tetapi diubah menjadi 2 Mei sesuai hari lahirnya setelah kemerdekaan.

Momentum ini berakar dari Konferensi Besar Budi Utomo 1928 yang menekankan peran pendidikan bagi bangsa.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved