TRIBUN WIKI

Keunikan Ular Lumpur Pematang Siantar, Ular Asli dari Sumatera Utara

Ular-lumpur Pematang Siantar atau Karnsophis siantaris adalah salah satu spesies ular paling unik dari Sumatera Utara.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Matt Weaver
ULAR LUMPUR- Ilustrasi ular lumpur Pematang Siantar yang merupakan ular endemik asal Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Tribunners, pernah kah kalian dengar tentang ular lumpur Pematang Siantar?

Ya, ini adalah jenis ular asli dari Sumatera Utara.

Bentuknya sepintas mirip ular air, tapi lebih besar.

Yang unik, ular ini memiliki corak yang begitu mencolok pada bagian perutnya.

Baca juga: VIRAL Warga Lempari Ular ke Pendopo, Kecewa Aksinya Tak Ditemui Bupati Lucky Hakim

Terlihat ada motif garis merah hitam.

Sementara di bagian atas tubuhnya, lebih dominan gelap.

Dilansir dari Otterman, laman yang mempublikasikan penemuan ular lumpur, disebut bahwa ular ini ditemukan oleh Dr. Daryl R. Karns.

Untuk menghormati Dr Karns, ular ini kemudian dinamai dengan nama latin Karnsophis siantaris.

Beberapa orang lebih cenderung menyebut ular ini sebagai ular ekor pendek Sumatera.

Baca juga: PEMICU Massa Lempari Ular ke Pendopo Indramayu, Kecewa Tak Ditemui Bupati Lucky Hakim

Dideskripsikan Secara Ilmiah Tahun 2013

Keberadaan ular lumpur Pematang Siantar ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 2013 oleh para peneliti J.C. Murphy dan H.K. Voris dalam penelitian mereka yang berjudul "An Unusual, Fangless Short-tailed Snake (Squamata, Serpentes, Homalopsidae) from Sumatra, Indonesia".

Sebelumnya, spesimen-spesimen dari ular ini dideskripsikan sebagai spesies Brachyorrhos albus, namun setelah dilakukan penelitian lanjutan, diklasifikasikan sebagai spesies tersendiri dengan nama genus baru dan nama spesifik baru.

Baca juga: Sempat Keliru, Pencetak Brace Timnas Indonesia U-19 ke Gawang Myanmar Ternyata Dimas Adi Prasetyo

Penamaan spesies ini sangat istimewa karena merupakan genus baru yang ditemukan di Indonesia, dan nama spesifiknya secara langsung merujuk pada lokasi geografis penemuannya.

Sejauh ini, ular tersebut diketahui hanya menyebar di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Lokasi penemuan sampel/spesimen yang dideskripsikan juga sama, yakni "Siantar, Sumatera Utara". 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved