Asahan Terkini

Sindikat Curanmor Terekam CCTV, Satu Honda Crf Raib Dibawa Kabur

Aksi nekat tiga pria membobol sepeda motor yang diduga menggunakan kunci T di Asahan.

Tayang:
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Tria Rizki

Sindikat Curanmor Terekam CCTV, Satu Honda Crf Raib Dibawa Kabur

TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN - Beredar rekaman kamera pengawas CCTV di Perumahan Duta Mas 11, Kelurahan Siumbut-umbut, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan tiga orang pria tengah mencuri sepeda motor jenis Honda CRF, Rabu (15/10/2025) dini hari.

Maling yang tampak profesional tersebut dengan santai membuka pagar rumah korban Dewanto Silalahi dan langsung membobol sepeda motor yang diduga menggunakan kunci T.

Korban Dewanto, Kini melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kota Kisaran untuk dilakukan pengusutan dan mengamankan para pelaku.

"Kejadiannya tadi malam, sekitar pukul 03.00 wib dini hari. Ada sekitar tiga orang pelaku, dua bekerja memetik sepeda motor saya, dan satu sudah standby di sepeda motornya yang dalam keadaan hidup," ujar Dewanto saat dijumpai Tribun-medan.com.

Menurutnya, para pelaku pencoba mencuri dua unit sepeda motor miliknya. Namun, beruntung satu unit sepeda motor lainnya memiliki alarm dan membuat para pelaku kocar-kacir.

"Kalau dari cctv, mau satu lagi dicurinya. CRF sudah keluar, Stylo juga mau diambilnya. Beruntung, alarmnya berbunyi," ungkapnya.

Katanya, dirinya menyadari sepeda motornya hilang setelah pagi saat salah satu kerabat hendak berangkat ke sekolah dan menjumpai pagar rumah dalam kondisi terbuka.

"Adik saya melihat pagar sudah terbuka, dan sepeda motor saya tidak ada disana. Saya dibangunkan, dan melihat benar sepeda motor saya sudah tidak ada. Saya lihat cctv, ternyata CCTV depan sudah dirusak para pelaku," ungkapnya.

Menurutnya, dari gestur tubuh para pelaku, kerap melakukan pencurian sepeda motor di beberapa tempat lainnya.

"Kalau dari grup kami, ada yang mengaku sempat kehilangan sepeda motor juga, dengan pelaku yang memiliki ciri-ciri serupa," ungkapnya.

Ia berharap, perkara ini dapat terpecahkan oleh pihak kepolisian agar masyarakat tidak lagi was-was saat memarkirkan sepeda motornya dihalaman rumah.

"Saya sudah membuat laporan, harapannya segera ditangkap. Kalau dibilang saya lalay, tidak. Karena rumah kami gembok, dan pagar tertutup rapat. Saya menduga ini adalah sindikat pencurian sepeda motor," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved