Disabilitas Dikeroyok

DICURIGAI CULIK ANAK, Samuel Pemuda Disabilitas Dikeroyok di Siantar❗

Septiano Samuel Damanik, pemuda disabilitas dikeroyok warga di Jalan Melur, Kota Pematangsiantar, gegara dicurigai sebagai penculik anak.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi | Editor: M.Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Septiano Samuel Damanik (21), seorang pemuda berkebutuhan khusus dikeroyok oleh warga di Jalan Melur, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar pada Minggu (25/1/2026) kemarin.

Lurah Simarito, Citra Zai menyampaikan sejak kejadian tersebut pihaknya menerima laporan dari RT setempat bahwa pengeroyokan terhadap Septiano dilatari adanya kecurigaan dari warga setempat karena saat itu ia sedang bersama anak-anak. 

“Kecurigaannya di situ. Dia ngajak anak-anak, apakah itu merangkul atau jajan saat itu, di situ lah mulanya orang-orang dewasa dan remaja yang di sekitar sana curiga. Saat diteriaki dia penculik anak, dia lari dan dikejar,” kata Citra. 

Saat Septiano berusaha lari, warga kemudian mengejar dan melakukan pemukulan terhadapnya.

Kebetulan warga tak mengetahui bahwa yang bersangkutan mengalami keterbelakangan psikis.

“Jadi terjadi lah seperti itu. Karena dia pun lari, curiga dan akhirnya dipukul. Sempat ada perdamaian tapi kita nggak tahu akhirnya ada tuntutan proses hukum lanjutan dari pihak keluarga,” ujar Citra. 

Sementara itu, Lembaga Bantuan Bukum Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar-Simalungun, Bulan Damanik menyayangkan apa yang terjadi terhadap Septiano Samuel Damanik, pemuda berkebutuhan khusus yang menjadi korban penganiayaan massa setelah dituduh melakukan penculikan anak.

“Kita meminta dengan tegas kepada pihak berwajib agar mengamankan para pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan. Yang bersangkutan adalah anak berkebutuhan khusus dan dibuktikan dengan sertifikat dari lembaga,” kata Bulan. 

Berdasarkan keterangan keluarga, kata Bulan, sosok Septiano memang senang bercengkerama dengan anak-anak di kampungnya.

Namun nahas, apa yang dilakukan Septiano di Kelurahan Simarito mendapat perlakuan kekerasan dari warga setempat.

Saat itu kebetulan korban yang biasanya jalan kaki sendiri bergerak cukup jauh ke kampung lain.

“Jadi korban ceritanya mau menghalangi anak-anak di sana main ke jalanan karena ada kendaraan. Korban lalu mengajak anak-anak jajan. Dari situ lah dimulainya kesalahpahaman ini,” kata Bulan.

Akibat penganiayaan ini, Septiano mengalami luka memar dan merasakan trauma psikis yang lebih dalam. 

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved