Unjuk Rasa Mahasiswa di Medan
PANAS❗ Geruduk Kodim 0201, Mahasiswa Bakar Ban, Gulingkan Prabowo-Gibran❓
Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa sambil membakar ban di depan Kantor Kodim 0201/Medan, Rabu (17/6/2026).
Penulis: Fredy Santoso | Editor: M.Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kodim 0201/Medan, Rabu (17/6/2026).
Mereka mulai datang berjalan kaki mulai sekitar pukul 17:00 WIB tadi.
Para mahasiswa yang membawa berbagai bendera, pengeras suara awalnya berorasi di depan gerbang DPRD Kota Medan.
Namun, setelah selesai di DPRD Medan, mereka bergeser ke Kodim 0201 Medan.
Setelah hampir 1 jam berada di depan Kodim, barulah mereka membakar 2 ban bekas.
Asap hitam rampak membumbung tinggi, dan api tampak terus berkobar.
Akan tetapi, sekira pukul 18:06 WIB, api dipadamkan personel TNI menggunakan alat pemadam ringan.
Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan tuntutan.
Salah satunya, adalah meminta agar Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, digulingkan.
Kemudian, tertulis agar dikembalikannya supremasi sipil.
"Gulingkan rezim Prabowo - Gibran. Kembalikan supremasi sipil,"tulis spanduk yang dibentangkan di trotoar jalan depan Kodim, Rabu (17/6/2026).
Damses Sianturi,ketua DPC GMNI Kota Medan mengungkap alasan mereka membakar ban hingga membentangkan spanduk gulingkan rezim Prabowo - Gibran.
Pertama, mereka merasa kesal karena kebijakan Presiden Prabowo dan Gibran dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
"karena ini bentuk daripada kekesalan, bentuk dari keresahan, puncak dari keresahan mahasiswa, bahwasanya hari ini kita melihat ketidakmampuan rezim Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dalam memimpin bangsa ini. Banyaknya kebijakan yang tidak berpihak satu pun kepada rakyat,"katanya, Rabu (17/6/2026).
Kemudian, mengenai menguatkan mata uang Dollar, hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.
Begitu juga dengan kebijakan Internasional yang diambil Presiden Prabowo, dianggap merugikan Indonesia.
"Itu tadi latar belakang spanduk itu tadi ya. Ya, itu latar belakangnya kita menunjukkan bahwasanya kita menegaskan hasil konsolidasi kita dan hasil diskusi kita dan hasil data yang kita temukan dari kebijakan-kebijakan Prabowo-Gibran, tidak satupun itu yang berpihak kepada rakyat,"ungkapnya.
Damses Sianturi menjelaskan kenapa mereka demonstrasi di depan Kantor Kodim 0201 Medan yaitu meminta agar Militer tidak menduduki jabatan sipil.
Mereka mendesak agar TNI kembali ke barak, bukan semakin jauh masuk ke ranah sipil, termasuk mengisi jabatan sipil.
Ia mendesak agar TNI tidak menjadi alat untuk mengintimidasi masyarakat.
"Agar militer itu tidak lagi menduduki jabatan-jabatan sipil. Biarlah militer kembali ke barak. Biarlah militer kembali ke fungsinya sebagai militer. Agar militer itu tidak lagi masuk ke dalam ranah-ranah pemerintahan."
Beberapa poin keberatan mereka ke TNI ialah karena terlibat dalam program makan bergizi gratis (MBG), pendidikan sekolah rakyat, kemudian koperasi desa merah putih (KDMP).
Kemudian mereka meminta agar TNI menghentikan rencana menambah Batalyon hampir di seluruh Indonesia.
"Kemudian tuntutan kita yang ketiga itu adalah agar ditunda atau dihentikannya pembangunan batalion di setiap kabupaten kota dan penambahan pasukan. Karena itu tidak arti, untuk saat ini tidak ada urgensi strategisnya. Dan itu juga bagian dari pemborosan anggaran."
(cr25/tribun-medan.com)
| Desak TNI Balik Masuk Barak Hingga Stop Tambah Batalyon Baru, Alasan Mahasiswa Demo di Kodim 0201 |
|
|---|
| Mahasiswa Demo di Kodim 0201 Medan, Desak TNI Balik Masuk Barak hingga Stop Tambah Batalyon Baru |
|
|---|
| Tak Ada Anggota DPRD Medan Mau Temui Masa Aksi, Erisda Hutasoit Muncul Terima Entura |
|
|---|
| Aksi Cipayung Plus Memanas, Plt Sekwan DPRD Medan Muncul Terima Tuntutan |
|
|---|
| Tolak Kebijakan Prabowo, Cipayung Plus Kepung DPRD Medan hingga Malam Hari dan Bakar Ban |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.