Trans Medan Masih Dikaji

Menurut keterangan Kepala Bidang (kabid) lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Medan, Toga Aruan, Dinas Perhubungan Kota Medan

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ibrahim Sanjaya Siregar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menurut keterangan Kepala Bidang (kabid) lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Medan, Toga Aruan, Dinas Perhubungan Kota Medan berencana mengadakan bus atau transportasi darat yang diberinama TransMedan yang berfungsi sebagai angkutan umum. "ya ini program dinas perhubungan yang sudah direncanaka beberapa bulan yang, dan kami sudah mulai melakukan penelitian tentang program TransMedan kira-kira 3 bulan yang lalu," terang Toga saat dihubungi Tribun melalui telepon, Sabtu (10/12).

Toga mengatakan pengadaan bus TransMedan tersebut belum dapat dipastikan, oleh karena itu bus akan mulai beroperasi belum dapat diketahui, sebab Dinas Perhubungan masih melakukan study agar diketahui masalah maupun kendala melaksanakan Program tersebut. "Ya kita sekarang menelitinya, jadi masih menunggu hasil dari penelitian itu agar dapat dipastikan kapan dan apa yang diperlukan untuk merealisasikannya," jelas Toga.

Bus TransMedan ini sebaga sarana untuk mengatasi kemacetan di Kota Medan seperti program Busway yang diterapkan diibukota jakarta, maka Toga mengatakan bahwa bus TransMedan ini diproyeksikan, menampung puluhan penumpang dalam satu unit bus TransMedan. "Satu bus seperti 10 angkot, maksudnya muatannya banyak seperti muatan 10 angkot. Dengan demikian jumlah angkutan dijalan akan sedikit sehingga otomatis mengurangi kemacetan di jalan, tapi itu masih rencana yang masih diteliti," ucap Toga.

"Pengusaha angkutan di kota medan akan kita minta bergabung agar transportasi dikota medan berkurang juga, dan lalu lintas lebih baik," tambah Toga.

Toga mengatakan trayek yang akan dilalu oleh bus TransMedan ini hanya di didalam kota Medan saja. "Namanya juga TransMedan yang dimedan sajalah," ujarnya.

Apakah Program TransMedan layak diterapkan dengan melihat kondisi lalu lintas dan jalan dikota Medan, Toga mengatakan akan dapat diketahui setelah melakukan penelitian secara mendalam, sehingga dapat diketahui kelayakannnya. "Di dalam penelitian itulah dapat kita ketahui apakah TransMedan layak atau tidak diterapkan dimedan dan apa yang dibutuhkan untuk merealisasikannya," ujar Toga.

Menurut pengakuan Toga, program TransMedan ini belum dianggarkan di APBD 2012, jadi program ini tidak diterapkan pada tahun 2012. Namun Toga mengaku bahwa penelitian dilakukan tahun 2011 sehingga dananya diambil dari tahun 2011. "Tidak ada anggaran untuk program TransMedan tahun 2012 dan begitu juga ditahun 2011, namun yang ada adalah penelitian atau study nya," jelas Toga.

Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong menanggapi rencana Dinas Perhubungan Kota Medan tentang TransMedan, mengatakan program tersebut belum layak diterapkan di Medan sebab melihat kondisi ruas jalan dikota medan yang masih sempit. Oleh karena itu, Parlaungan menilai program ini harus terlebih dahulu melakukan pelebaran jalan dan membuat jalur khusus disetiap jalan yang dilintasinya.

Parlaungan mengatakan program TransMedan ini masih lama agar bisa diterapkan di Kota Medan, sebab proses pelebaran jalan memerlukan waktu yang lama, oleh karena itu menurut Parlauanga, Dinas Perhubungan sebaiknya memaksimalkan sarana yang sudah ada, seperti angkutam Damri. "Seperti jakarta membutuhkan waktu bertahun-tahun baru bisa direalisasikan, karena butuh waktu untuk menata jalan yang dialulinya," harap Parlaungan.

"Dan Dinas Perhubungan bila ingin mengatasi kemacetan dengan melihat julmlah angkutan yang sudah terlalu banyak. Pengusaha angkutan juga sebaiknya mengganti armadanya menjadi Bus angkutan yang lebih besar," tambah Parlaungan.

Parlaungan mengaku bahwa anggaran tahun 2012 untuk program TransMedan tidak ada dibuat, begitu juga di anggaran tahun 2011 tidak ada dibuat, namun kalau anggaran untuk melakukan penelitian ada. "Dalam RDP kemarin itu tidak anggaran program TransMedan, kalalu anggaran untuk penelitian ada ditahun anggaran 2011," kata Parlauangan.

"Anggaran untuk merealisasikannya saya pikir akan memakan biaya miliaran," terang Parlaungan.

Anggota Komisi D, Budiman Panjaitan juga mengatakan rencana program Dinas Perhubungan Kota Medan belum layak diterapkan di kota Medan sebab ruas jalan rata-rata tidak ada yang layak untuk membuat jalur khusus bus TransMedan tersebut. "Dimedan jalan sempit, jadi dimana jalan yang akan dijadikan untuk lintasan bus nya. Jadi rencana ini masih lama direalisasikan" kata Budiman Panjaitan.

"Memang medan sudah butuh angkutan yang bisa mengatasi kemacetan, untuk itu harus dilakukan pengkajian yang lebih mendalam sampai dapat solusi," terang Budiman.

Budiman mengaku tidak ada dana anggran untuk program TransMedan pada tahun 2011 dan 2012, namun pada anggaran tahun 2011 ada anggran untuk pengkajian ini. "Kalau tidak salah saya, dana ini diambil dari dana rekayasa lalin," jelas Budiman. (ibr/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved