Polisi Sisir Simpang Keuramat
Tribun Medan - Jumat, 24 Februari 2012 22:33 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, LHOKSEUMAWE - Aparat Polres Lhokseumawe, Kamis (23/2) sekitar pukul
15.00 WIB menyisir Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara untuk memburu
pelaku penyekapan Adi Joko dan istrinya Asmawati, penjaga sawit milik
Muslim di Desa Km VIII, kecamatan setempat. Dari 14 pelaku yang terlibat
penyekapan dan pencurian sawit, Minggu (19/2), enam di antaranya sudah
ditangkap Rabu (22/2) sore. Sedangkan delapan pelaku lainnya masih
buron.
Amatan Serambi, kemarin, personel intel dan Reskrim sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan senjata lengkap bersiap-siap turun ke kawasan Simpang Keuramat. Namun, hingga pukul 16.00 WIB kemarin, polisi belum menemukan delapan pelaku tersebut.
“Enam tersangka yang sudah ditangkap kita amankan di Polres untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka, yang terlibat kasus itu bukan enam orang, tapi 14 orang. Karena itu, kita terus buru yang delapan orang lagi,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat reskrim AKP Galih Indra Giri kepada Serambi, kemarin.
AKP Galih mengimbau kedelapan orang itu segera menyerahkan diri ke polisi. “Jika tidak, kami akan tindak tegas mereka dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku jika tertangkap,” katanya.
Seperti diberitakan kemarin, Tim Reskrim Polres Lhokseumawe bersama Polsek Simpang Keuramat, Rabu (22/2) sore meringkus komplotan bersebo yang menyekap penjaga sawit dan mencuri kelapa sawit milik Muslim (47) di Desa Km VIII, Simpang Keuramat tiga malam lalu. Enam dari 14 anggota komplotan itu ditangkap pada waktu berbeda di Dusun Simpang Jambe, desa setempat.
Amatan Serambi, kemarin, personel intel dan Reskrim sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan senjata lengkap bersiap-siap turun ke kawasan Simpang Keuramat. Namun, hingga pukul 16.00 WIB kemarin, polisi belum menemukan delapan pelaku tersebut.
“Enam tersangka yang sudah ditangkap kita amankan di Polres untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka, yang terlibat kasus itu bukan enam orang, tapi 14 orang. Karena itu, kita terus buru yang delapan orang lagi,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat reskrim AKP Galih Indra Giri kepada Serambi, kemarin.
AKP Galih mengimbau kedelapan orang itu segera menyerahkan diri ke polisi. “Jika tidak, kami akan tindak tegas mereka dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku jika tertangkap,” katanya.
Seperti diberitakan kemarin, Tim Reskrim Polres Lhokseumawe bersama Polsek Simpang Keuramat, Rabu (22/2) sore meringkus komplotan bersebo yang menyekap penjaga sawit dan mencuri kelapa sawit milik Muslim (47) di Desa Km VIII, Simpang Keuramat tiga malam lalu. Enam dari 14 anggota komplotan itu ditangkap pada waktu berbeda di Dusun Simpang Jambe, desa setempat.
Editor : Boris
Sumber : Serambi Indonesia