Haji 2016

Menabung di Bawah Kasur, Saniah Kini Berangkat Naik Haji

Bagi Saniah Binti Saruji (65) tahun ini memang merupakan tahun keberkahan. Setelah berpuluh tahun menabung sedikit demi sedikit

Menabung di Bawah Kasur, Saniah Kini Berangkat Naik Haji
Daspriani Y Zamzami / Kompas.com
Saniah (65) (kedua dari kiri) Sesaat akan berangkat menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji melalui embarkasi Banda Aceh. Setelah menabung lebih dari 20 tahun ia pun bisa berangkat menunaikan ibadah haji dengan hasil tabungannya dari menjual kue bakwan.***** 

TRIBUN-MEDAN.com, BANDA ACEH - Bagi Saniah Binti Saruji (65) tahun ini memang merupakan tahun keberkahan. Setelah berpuluh tahun menabung sedikit demi sedikit dengan niat untuk menunaikan ibadah haji, tahun ini dia akan berangkat untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

Tergabung dalam kelompok terbang I Embarkasi Banda Aceh, Saniah pun berangkat ke tanah suci.

Bekerja sebagai penjual kue bakwan di sebuah sekolah dasar di Kota Langsa, ia mengumpulkan sedikit demi sedikit keuntungan yang diperolehnya. Bahkan tak sering uang yang dikumpulkan harus dipakainya lagi untuk membiayai pendidikan putrinya, Safrida (34).

“Saya ingin dia mendapat pendidikan yang baik, dan bisa mewujudkan cita-citanya jadi guru, dan Alhamdulillah anak saya bisa menjadi guru, dan kini dia pun yang menjadi pendamping saya menunaikan ibadah haji,” ucap dia.

Saniah tak pernah menyimpan uangnya di bank. Menurut dia, dirinya menyimpan uang di rumah.

“Selama ini saya menyimpan uang di rumah saja di bawah kasur, setelah mendaftar untuk menjadi peserta haji, barulah saya menyetorkan uang saya ke bank,” sebutnya sambil tersenyum.

Awalnya Saniah memimpikan untuk berhaji bersama sang suami, namun apa daya, Allah lebih dulu memanggilnya dan sebagai gantinya, ia kini menunaikan ibadah haji dengan sang anak, Safrida.

“Doakan saya sehat saat pergi dan saat beribadah sehingga bisa menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah, saat melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter I di Asrama Haji Banda Aceh, mengatakan bahwa jemaah yang bisa berangkat tahun ini hendaknya terus bersyukur karena berhasil berangkat. Pasalnya banyak calon jemaah haji kini berada dalam daftar tunggu.

Angka daftar tunggu yang fantastis yang mencapai 79.274 orang, membuat seorang calon jemaah haji harus menunggu selama 20 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji.

“Jadi para jemaah diharap benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk beribadah yang sesempurna mungkin, menjaga kesehatan serta menjaga nama baik daerah,” sebut Gubernur Zaini Abdullah, Rabu (10/8/2016).

Untuk jemaah kelompok terbang I, Embarkasi Banda Aceh memberangkatkan sebanyak 391 jemaah yang berasal dari Kabupaten Aceh Timur sebanyak121 orang, Kota Langsa 136 orang, Kabupaten Aceh Besar 62 orang dan Kabupaten Aceh Tamiang 67 orang.

“Sementara untuk kloter satu ini ada dua jemaah yang gagal berangkat akibat sakit,” kata Rusli,

Humas PPIH dan Penerangan Embarkasi Haji Banda Aceh. Pada musim haji 1437 Hijriah ini, Provinsi Aceh memberangkatkan sebanyak 3.200 calon jamaah haji yang terdiri atas jamaah haji reguler 3.111 orang, TPHD 29 orang, mutasi masuk 20 orang dan petugas kloter 40 orang.

Kelompok terbang pertama sebanyak 391 jamaah calon haji (JCH) akan bertolak dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar sekitar pukul 19.20 WIB menuju Arab Saudi. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved