Menimba Pengalaman dari Atlet Trio Macan
Tribun Medan - Sabtu, 25 Februari 2012 23:25 WIB
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Pebalap Indonesia, Chandra Rafsanzani (tengah) berhasil meraih emas. Medali perak diraih pebalap Indonesia lainnya Bandi Sugito (kanan) sedangkan medali perunggu diraih pembalap Philipina Nino Surban
TRIBUN-MEDAN.com, BOGOR - Para pesepeda yang sudah berorientasi pada prestasi, ada baiknya menyimak ilmu dan pengalaman yang dimiliki dan telah diterapkan oleh atlet nasional balap sepeda gunung (MTB) nomor Cross Country (XC).
Atlet nasional putra yang menyabet medali pada SEA Games 2011 lalu, biasa dijuluki di kalangan pesepeda sebagai Trio Macan.
Mereka terdiri atas Dadi Nurcahyadi, Bandi Sugito, dan Chandra Rafsanzani. Sementara atlet putrinya adalah Kusmawati Yazid. Mereka semua dilatih oleh Oki Respati.
Berikut tanya jawab wartawan Kompas, Tjahja Gunawan Diredja, dengan Atlet SEA Games sambil gowes bareng dari Jalur Pipa gas (JPG) di kawasan Serpong, Tangerang Selatan menuju Bike Park di Cidokom, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/2/2012).
Berapa kali latihan bersepeda dalam seminggu agar bisa meningkatkan ketahanan (endurance) dan tenaga (power)?
Kusmawati Yazid (KY): Kalau kami setiap hari selalu latihan. Setelah SEA Games selesai, tidak ada waktu untuk istirahat panjang. Tapi kami langsung masuk tempat latihan di Cimahi. Dari Senin sampai Sabtu, kami latihan di Lembang. Dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 11.00.
Bagi pesepeda lain yang sudah biasa ikut balapan, jika tidak sempat latihan, sebaiknya diusahakan untuk bersepeda diatas roller atau sepeda statis sekurang-kurangnya 30 menit tiap hari.
Bagaimana manajemen energi itu diterapkan di arena balapan (trek) cross country?
KY: Jika kita mengikuti suatu lomba sebaiknya mengukur kemampuan fisik, daya tahan, dan tenaga masing-masing. Misalnya kalau seorang atlet harus menyelesaikan empat putaran dalam sebuah lomba dengan jarak setiap putaran 4 kilometer, maka harus bisa diatur kapan harus menggunakan kecepatan (speed) maksimum dan kapan untuk mengendorkan ritme kecepatan dalam rangka mengatur napas dan jantung agar tidak terlalu bekerja keras.
Bagaimana agar seorang atlet bisa langsung gowes dengan kecepatan tinggi sesaat setelah berangkat dari titik start ,agar bisa berada di barisan depan saat masuk ke jalur single track seperti di trek Taman Kota 2 BSD?
KY: Sebelum lomba, seorang atlet perlu melakukan pemanasan yang cukup sehingga begitu lepas dari titik start dia bisa langsung menggunakan gigi besar yang berat. Dalam lomba balap sepeda nomor XC, berada di barisan depan saat masuk jalur single track memang sangat menentukan agar tidak terhalang oleh pesepeda lain yang kecepatannnya lebih lambat.
Nah, kalau sudah berhasil masuk ke barisan depan, selanjutnya kita tinggal mengatur napas dan ritme kayuhan. Kemudian kita mencari celah dan peluang untuk menyalip (overlap) di saat pembalap lainnya mengendurkan kecepatan.
Kalau sedang menikung di single track apakah harus mengambil sisi luar atau sisi dalam?
KY: Itu tergantung masing-masing pebalap. Kalau dia bisa lebih cepat menikung melalui sisi dalam, lakukanlah itu. Sebaliknya bagi pebalap lain yang merasa lebih cepat menikung melalui sisi luar, silahkan lakukan juga. Yang jelas ada cara efektif saat menikung di tikungan yang tidak terlalu tajam, yakni dengan cara "menggunting".
Misalnya, jika lintasan agak sedikit berbelok, maka sepedanya tidak harus dibelokan stangnya. Kita tetap gowes lurus tapi tanpa harus keluar lintasan di jalur single track.
Apakah menjelang hari H balapan seorang atlet mutlak harus istirahat total atau recovery?
KY: Kalau saya pribadi sehari menjelang balapan memang harus istirahat, tapi latihan di roller atau sepeda statis tetap dilakukan. Tapi kalau Dadi Nurcahyadi tidak. Sehari menjalang balapan, dia tetap harus latihan bersepeda agar pada saat balapan bisa mencapai puncaknya.
Stang sepeda (handle bar) yang ideal ukurannya berapa, agar bisa lincah saat digunakan di arena balap XC?
Dadi Nurcahyadi (DN): Stang sepeda yang biasa dipakai dalam balapan umumnya jenis stang flat bar (datar). Lebarnya harus disesuaikan dengan lebar bahu setiap pebalap. Kalaupun mau memakai flat bar yang pendek sebaiknya memakai ukuran 58 centimeter.
Dengan begitu, kita akan memakai sepeda secara agresif tetapi tangan tidak sampai kesemutan jika melewati turunan berbatu (makadam). Stang sepeda sebaiknya juga dilangkapi dengan bar end (tanduk yang dipakai di kiri kanan stang).
Itu berguna saat kita melakukan recovery saat balapan, dan bermanfaat saat pebalap harus melaklukan standing pedaling (bersepeda sambil berdiri di tanjakan). Tapi saya melihat para pebalap XC di Jepang umumnya menggunakan stang sepeda yang lebar-lebar. Padahal, itu tidak terlalu efektif pada saat balapan.
Apakah berbahaya jika seorang atlet memacu kemampuan melebihi detak jantung maksimumnya (heart rate maximum)?
Oki Respati (OR): Saya melatih semua atlet untuk bisa melampaui jetak jantung maksimum mereka masing-masing agar bisa mendapatkan kecepatan maksimum juga. Ini harus dilatih walupun penerapannya di arena balapan harus selektif, supaya energinya terkelola dengan baik.
Pada saat lomba di trek XC, berapa idealnya putaran kaki per menit (rpm) ?
DN: Diusahakan tidak dibawah 50 RPM saat nanjak. Tapi juga tidak sampai di gas hingga diatas 100 RPM pada saat menemui jalan yang agak datar. Rata-rata putaran kaki harus bisa dijaga di level 60-70 RPM.
Share
Atlet nasional putra yang menyabet medali pada SEA Games 2011 lalu, biasa dijuluki di kalangan pesepeda sebagai Trio Macan.
Mereka terdiri atas Dadi Nurcahyadi, Bandi Sugito, dan Chandra Rafsanzani. Sementara atlet putrinya adalah Kusmawati Yazid. Mereka semua dilatih oleh Oki Respati.
Berikut tanya jawab wartawan Kompas, Tjahja Gunawan Diredja, dengan Atlet SEA Games sambil gowes bareng dari Jalur Pipa gas (JPG) di kawasan Serpong, Tangerang Selatan menuju Bike Park di Cidokom, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/2/2012).
Berapa kali latihan bersepeda dalam seminggu agar bisa meningkatkan ketahanan (endurance) dan tenaga (power)?
Kusmawati Yazid (KY): Kalau kami setiap hari selalu latihan. Setelah SEA Games selesai, tidak ada waktu untuk istirahat panjang. Tapi kami langsung masuk tempat latihan di Cimahi. Dari Senin sampai Sabtu, kami latihan di Lembang. Dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 11.00.
Bagi pesepeda lain yang sudah biasa ikut balapan, jika tidak sempat latihan, sebaiknya diusahakan untuk bersepeda diatas roller atau sepeda statis sekurang-kurangnya 30 menit tiap hari.
Bagaimana manajemen energi itu diterapkan di arena balapan (trek) cross country?
KY: Jika kita mengikuti suatu lomba sebaiknya mengukur kemampuan fisik, daya tahan, dan tenaga masing-masing. Misalnya kalau seorang atlet harus menyelesaikan empat putaran dalam sebuah lomba dengan jarak setiap putaran 4 kilometer, maka harus bisa diatur kapan harus menggunakan kecepatan (speed) maksimum dan kapan untuk mengendorkan ritme kecepatan dalam rangka mengatur napas dan jantung agar tidak terlalu bekerja keras.
Bagaimana agar seorang atlet bisa langsung gowes dengan kecepatan tinggi sesaat setelah berangkat dari titik start ,agar bisa berada di barisan depan saat masuk ke jalur single track seperti di trek Taman Kota 2 BSD?
KY: Sebelum lomba, seorang atlet perlu melakukan pemanasan yang cukup sehingga begitu lepas dari titik start dia bisa langsung menggunakan gigi besar yang berat. Dalam lomba balap sepeda nomor XC, berada di barisan depan saat masuk jalur single track memang sangat menentukan agar tidak terhalang oleh pesepeda lain yang kecepatannnya lebih lambat.
Nah, kalau sudah berhasil masuk ke barisan depan, selanjutnya kita tinggal mengatur napas dan ritme kayuhan. Kemudian kita mencari celah dan peluang untuk menyalip (overlap) di saat pembalap lainnya mengendurkan kecepatan.
Kalau sedang menikung di single track apakah harus mengambil sisi luar atau sisi dalam?
KY: Itu tergantung masing-masing pebalap. Kalau dia bisa lebih cepat menikung melalui sisi dalam, lakukanlah itu. Sebaliknya bagi pebalap lain yang merasa lebih cepat menikung melalui sisi luar, silahkan lakukan juga. Yang jelas ada cara efektif saat menikung di tikungan yang tidak terlalu tajam, yakni dengan cara "menggunting".
Misalnya, jika lintasan agak sedikit berbelok, maka sepedanya tidak harus dibelokan stangnya. Kita tetap gowes lurus tapi tanpa harus keluar lintasan di jalur single track.
Apakah menjelang hari H balapan seorang atlet mutlak harus istirahat total atau recovery?
KY: Kalau saya pribadi sehari menjelang balapan memang harus istirahat, tapi latihan di roller atau sepeda statis tetap dilakukan. Tapi kalau Dadi Nurcahyadi tidak. Sehari menjalang balapan, dia tetap harus latihan bersepeda agar pada saat balapan bisa mencapai puncaknya.
Stang sepeda (handle bar) yang ideal ukurannya berapa, agar bisa lincah saat digunakan di arena balap XC?
Dadi Nurcahyadi (DN): Stang sepeda yang biasa dipakai dalam balapan umumnya jenis stang flat bar (datar). Lebarnya harus disesuaikan dengan lebar bahu setiap pebalap. Kalaupun mau memakai flat bar yang pendek sebaiknya memakai ukuran 58 centimeter.
Dengan begitu, kita akan memakai sepeda secara agresif tetapi tangan tidak sampai kesemutan jika melewati turunan berbatu (makadam). Stang sepeda sebaiknya juga dilangkapi dengan bar end (tanduk yang dipakai di kiri kanan stang).
Itu berguna saat kita melakukan recovery saat balapan, dan bermanfaat saat pebalap harus melaklukan standing pedaling (bersepeda sambil berdiri di tanjakan). Tapi saya melihat para pebalap XC di Jepang umumnya menggunakan stang sepeda yang lebar-lebar. Padahal, itu tidak terlalu efektif pada saat balapan.
Apakah berbahaya jika seorang atlet memacu kemampuan melebihi detak jantung maksimumnya (heart rate maximum)?
Oki Respati (OR): Saya melatih semua atlet untuk bisa melampaui jetak jantung maksimum mereka masing-masing agar bisa mendapatkan kecepatan maksimum juga. Ini harus dilatih walupun penerapannya di arena balapan harus selektif, supaya energinya terkelola dengan baik.
Pada saat lomba di trek XC, berapa idealnya putaran kaki per menit (rpm) ?
DN: Diusahakan tidak dibawah 50 RPM saat nanjak. Tapi juga tidak sampai di gas hingga diatas 100 RPM pada saat menemui jalan yang agak datar. Rata-rata putaran kaki harus bisa dijaga di level 60-70 RPM.
Share
Editor : Wiwi
Sumber : Kompas.com