Inilah Kisah Pelacakan DNA Osama bin Laden

Meski sudah berlalu, kisah tentang pelacakan almarhum Osama bin Laden tetap menarik, semenarik kisah lain yang masih

Tayang:

TRIBUN-MEDAN.com, Meski sudah berlalu, kisah tentang pelacakan almarhum Osama bin Laden tetap menarik, semenarik kisah lain yang masih menyelimuti orang yang pernah menjadi pimpinan salah satu jaringan teroris dunia itu.

Kali ini adalah kisah perburuan Deoxyribonucleic acid (DNA) untuk menentukan garis keturunan atau hubungan darah antara seseorang dengan anggota keluarga lain yang masih dekat.

Kisah perburuan Osama tidak cukup atau tidak berakhir dengan penemuan kurir Osama, Abu Akhmad Al-Kuwaiti, yang punya banyak nama, sebagaimana ditulis dalam buku Operation Nepture Spear: Berburu Osama Bin Laden yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas (PBK), Juli 2011.

Sebelum melacak DNA Osama, Amerika Serikat melacak dulu si kurir. Ini membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Setelah menyiksa salah satu tahanan di Guantamo, Khalid Sheikh Mohammed (KSM), didapatkanlah informasi yang samar soal siapa kurir Osama yang paling dipercaya dan menjadi penghubung Osama ke dunia luar. Adalah si kurir yang menjadi penentu keberadaan Osama kelak.

Setelah melacak secara saksama, berdasarkan pengakuan yang tidak begitu jelas dari KSM dan sejumlah tahanan lain, CIA mengetahui si kurir adalah seorang pria Pakistan kelahiran Kuwait. Untuk melacak si kurir, CIA mencoba menelusuri jaringan telepon antara Pakistan dan Kuwait karena keluarga si kurir masih ada di Kuwait.

Dari hasil pelacakan ini, CIA berhasil mengetahui posisi Al-Kuwaiti, saat berada di Peshawar, Pakistan. Dari Peshawar Al-Kuwaiti dibuntuti hingga berakhir di sebuah rumah di kota Abbottabat.

Dia berhenti di sebuah rumah bertingkat dengan kesan yang amat tertutup dari dunia luar. Setelah itu rumah itu dipantau non-stop lewat satelit. Meski demikian, CIA ingin memastikan apakah penghuni bangunan unik di Abbottabat itu benar-benar Osama bin Laden dan keluarganya.

Sebelumnya, AS sudah memiliki sample DNA dari keluarga Osama sejak serangan 11 September 2001. Salah satu sumber untuk mendapatkan DNA itu adalah dengan melacak DNA almarhumah saudari perempuan Osama, yang meninggal karena kanker di Rumah Sakit Umum Massachusetts, sebagaimana ditulis di situs WCVB.com, salah satu saluran televisi terkenal di Boston, AS, pada 2 Mei 2011.

Dokter Afridi

Setelah berhasil melacak rumah Bin Laden, tugas selanjutnya adalah memastikan lewat DNA bahwa penghuni rumah itu adalah Osama. Berbagai media, termasuk kantor berita, pada 23 Mei 2012 lalu menyebutkan kembali nama Dr Shakil Afridi, seorang ahli bedah Pakistan. Dokter ini direkrut CIA dengan taburan uang.

Dokter Shakil Afridi sudah bertahun-tahun bekerja sebagai seorang ahli bedah di Agen Khyber, sebuah kelompok yang dikenal dengan aksi militan dan kekerasan sektarian dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Januari 2012, Menhan AS Leon Panetta mengonfirmasi bahwa Afridi bekerja untuk intelijen AS dengan tugas mendapatkan DNA. Ini bertujuan mengonfirmasikan keberadaan Bin Laden. Untuk tugas ini Afridi menjalankan program vaksinasi "pura-pura" dengan harapan bisa mendapatkan sampel DNA dari penghuni di rumah Osama.

Sebelum menyerang rumah Osama pada 2 Mei 2011 lalu, AS tidak 100 persen yakin bahwa pimpinan Al Qaeda itu benar-benar tinggal di Abbottabad. Untuk itu sample DNA adalah faktor penentu utama.

Dikatakan, Afridi sukses meraih DNA. Namun demikian informasi lain menyebutkan bahwa Afridi gagal meraih sample DNA.

Vaksinasi sebagai sarana

Adalah harian Inggris The Guardian edisi 11 Juli 2011, yang pertama kali menyinggung peran Afridi ini. Untuk menjalankan tugasnya, Afridi menjalankan program vaksinasi di dekat Abbottabat. Agar tidak terlihat mencolok, pelayanan program vaksinasi ini dijalankan dari sebuah lokasi di mana warganya lebih miskin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved